Category: Ajaran Dasar Published: Tuesday, 12 December 2017

Riwayat Hidup Buddha Gotama

 

Sang Buddha lahir di antara suku Sakya, di sebuah kerajaan di negeri yang sekarang bernama Nepal. Raja di sana bernama Suddhodhana, permaisurinya adalah Ratu Maya. Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah, namun anak yang sangat mereka dambakan belum juga mereka peroleh, sampai pada suatu waktu Ratu Maya mencapai umur 45 tahun. Ketika itu Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asadha yang berlangsung tujuh hari lamanya. Setelah perayaan selesai Ratu Maya mandi dengan air wangi, mengucapkan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur.

Read more: Riwayat Hidup Buddha Gotama

Category: Ajaran Dasar Published: Tuesday, 12 December 2017

Tilakhana
Tiga Corak Umum Kehidupan

 

"Para Bhikkhu, walau dengan hadirnya Sang Tatthagata atau tanpa hadirnya seorang Tatthagatha, tetaplah berlaku suatu hukum, suatu kesunyataan yang mutlak bahwa segala sesuatu yang terbentuk adalah tidak kekal,... tidak memuaskan,...dan tanpa inti ...." (Angutara Nikaya, Yodhajiva-Vagga, 124)

Ti-Lakkhana atau tiga corak umum adalah tiga sifat yang menjadi ciri keberadaan dari segala sesuatu yang ada di alam semesta, yaitu bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta selalu bersifat tidak kekal (Anicca), tidak memuaskan atau menimbulkan penderitaan (Dukkha) dan tanpa inti yang kekal (Anatta).

Read more: Tilakhana

Category: Ajaran Dasar Published: Monday, 11 December 2017

Relik / Saririka Dhatu

 

Relik dalam agama Buddha disebut juga Saririka Dhatu. Istilah ini terdiri dari dua kata yaitu: 'Saririka' yang artinya jasmani dan 'Dhatu' yang artinya susunan. Jadi Relik sebenarnya merupakan sisa jasmani dari seseorang yang dipercaya telah mencapai tingkat tertinggi dalam pelaksanaan Ajaran Sang Buddha Gotama. Relik ini bisa merupakan rambut, gigi, kuku, bulu, tulang maupun abus sisa kremasi.

Read more: Relik / Saririka Dhatu

Category: Ajaran Dasar Published: Saturday, 09 December 2017

Hukum Kamma

 

Kamma(bahasa Pali) atau Karma (bahasa Sansekerta) artinya perbuatan. Kamma atau Karma adalah suatu perbuatan yang dapat membuahkan hasil, dimana perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan dan sebaliknya perbuatan jahat juga akan menghasilkan penderitaan atau kesedihan bagi pembuatnya.

Semua perbuatan yang dilakukan atau disertai dengan kehendak berbuat (cetena) merupakan Kamma. Kehendak dapat berarti keinginan, kemauan, kesengajaan atau adannya rencana berbuat.

Read more: Hukum Kamma

Category: Ajaran Dasar Published: Saturday, 09 December 2017

Penjelasan Mengenai Dana
Oleh: Bhikkhu Ledi Sayadaw

 

Penggolongan Menurut Pasangan Dua

  • Amisa Dana dan Dhamma Dana.

Amisa Dana adalah pemberian dalam bentuk materi (termasuk uang). Dan Dhamma Dana adalah pemberian berupa pengetahuan Dhamma, misalnya : mengajar, memberikan khotbah, menulis, menerbitkan dan memberi buku-buku Dhamma.

Read more: Penjelasan Mengenai Dana

Category: Ajaran Dasar Published: Wednesday, 22 November 2017

TiRatana

 

TiRatana (bahasa Pali) atau TriRatna (bahasa Sansekerta) berarti tiga permata / tiga mestika, yang terdiri dari :

  1. Buddha Ratana

  2. Dhamma Ratana

  3. Sangha Ratana

    Read more: TiRatana

Category: Ajaran Dasar Published: Monday, 20 November 2017

TiPitaka

 

Kitab Suci agama Buddha adalah TiPitaka (bahasa Pali) atau TriPitaka (bahasa Sansekerta), yang bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Tiga Keranjang. Naskah TiPitaka banyaknnya 11 (sebelas) kalo Kitab Injil dan naskah TriPitaka diperkirakan 70 (tujuh puluh) kali Kitab Injil. Naskah TriPitaka lebih banyak dibandingkan dengan naskah TiPitaka karena ada 370 (tiga ratus tujuh puluh) sutra yang berbahasa Sansekerta yang tidak terdapat di dalam Kita Suci TiPitaka yang berbahasa Pali.

Read more: TiPitaka

Category: Ajaran Dasar Published: Saturday, 04 November 2017

Upacara dan Perayaan Dalam Agama Buddha

 

Hari Waisak

 

Waisak adalah peristiwa tahunan yang terpenting bagi umat Buddha. Pada saat itu diperingati Kelahiran, Pencapaian Penerangan Sempurna dan Parinirvana dari Buddha. Ketiga peristiwa ini jatuh pada bulan purnama, bulan kelima penanggalan bulan. Peristiwa ini dihormati oleh jutaan umat Buddha di seluruh dunia. Ini merupakan perayaan untuk kegembiraan dan kebaikan bagi semua. Ini juga merupakan kesempatan untuk melihat kembali perkembangan spiritual kita.

Read more: Upacara dan Perayaan Dalam Agama Buddha

Category: Ajaran Dasar Published: Tuesday, 17 October 2017

Paramita

 

Dalam Agama Buddha, terdapat 6 sifat luhur atau kesempurnaan (Sad Paramita) sebagai jalan untuk mencapai tingkat Bodhisattva, yaitu:

  1. Dana Paramita, yaitu melatih kemurahan hati.

    Menurut cara hidup umat Buddha, Dana itu terbagi atas dua jenis yaitu dan yang dapat dilakukan oleh orang-orang biasa yang belum mencapai kesucian, yang terdiri dari Amisedana dan Dhammadana. Dan dana yang dapat dilakukan oleh orang-orang yang telah mencapai kesucian, yaitu Atidana dan Mahatidana.

    Read more: Paramita

Category: Ajaran Dasar Published: Tuesday, 17 October 2017

Trikaya

 

Dalam doktrin Trikaya, ketuhanan akan terlibat dengan jelas menurut doktrin ini, seorang Buddha memiliki 3 tubuh:

    1. Nirmanakaya (Tubuh Perubahan)
      Tubuh ini dipakai seorang Buddha untuk mengajar manusia biasa. Setiap kali dunia membutuhkan seorang Manussa Buddha, maka ia akan dilahirkan ke dunia dengan memakai badan jasmani seperti manusia biasa. Dan memberikan pelajaran di tengah-tengah kehidupan manusia. Tubuh ini musnah setelah kehidupannya dalam badan jasmani ini berakhir.

      Read more: Trikaya