Category: Damainya Meditasi Published: Friday, 06 October 2017

Perbedaan Antara Meditasi Buddhis Dengan Yang Lain
Oleh Yang Mulia Bhikkhu Pannasaddha

 

Melatihan batin juga dikenal sebagai meditasi yang ditemukan dalam susunan semua agama. Sembahyang adalah suatu bentuk pengembangan dari meditasi dan di dalam kepercayaan agama Hindu pembacaan Slokas dan mantra-mantra dipakai untuk menenangkan pikiran sampai suatu tahap penerimaan. Kebanyakan hasil sistem ini adalah mengidentifikasikan keberhasilan dengan kemampuan jasmani yang luar biasa, kadangkala sangat cepat; dan bayangan-bayangan yang datang dalam keadaan setengah sadar, ataupun suara-suara yang terdengar, akan dianggap menjadi hasil akhir dari latihan. Ini bukanlah keadaan dalam bentuk-bentuk latihan meditasi Buddhis.

Ini masih termasuk sedikit pengenalan tentang pikiran, kegunaan dan kekuatannya, dan ini juga sulit bagi kebanyakan orang untuk membedakan antara menghipnotis diri dan pengembangan dari perantara dan proses dari klarifikasi batin dan penglihatan langsung dimana objek batin dari meditasi Buddhis. Dalam kenyatannya penganut ilmu kebatinan dari setiap agama telah menyebabkan diri mereka sendiri menyatakan dalam mana mereka melihat bayangan dan mendengar suara-suara yang sesuai dengan kepercayaan agama mereka sendiri menyebabkan samadhi mereka hanya menghasilkan pikiran mereka terbawa keluar dari pikiran yang biasa dan mengobjekkan konsep yagn telah memancangkan strata terdalam dari alam bawah sadar mereka. Agama Kristen melihat dan berbicara dengan orang-orang suci yagn telah mereka kenal; umat Hindu membayangkan dewa-dewa dari dunia dewata Hindu dan selanjutnya. Bagaimanapun, objek meditasi Buddhis bukan termasuk hal-hal tersebut. Mereka muncul sebagai produk sampingan, tetapi bukan hanya itu sasarannya, tetapi juga merupakan rintangan yang harus dilewati. Ada perbedaan pokok di antara meditasi Buddhis dan pemusatan pikiran latihan dalam sistem yang lain. Umat Buddha memulai latihan meditasi untuk mengenal perbedaan ini dan membangun kesadaran pikiran batin yang bersih dari apa yang berusaha dia lakukan.

Di sisi lain, meditasi buddhis pada dasarnya berdasarkan pada Jalan Mulia beruas delapan yang disebut dengan Jalan Tengah, yang terdiri dari 3 bagian. Biasanya dalam kepercayaan Buddhis kita bisa mengklarifikasi bentuk meditasi Buddhis menjadi 40 jenis, masing-masing mempunyai fungsinya disesuaikan dengan watak dari sang yogi. Secara singkat, ada dua jenis pendekatan dalam meditasi Buddhis yaitu Samattha Bhavana dan Vipassana Bhavana.

Di dalam meditasi batin (Samatha), meditator menetapkan satu objek, mengabaikan objek-objek kedua untuk menyerap semuanya menjadi satu objek. Sedangkan di dalam meditasi pandangan terang (Vipassana), pelaksanaannya adalah dari waktu ke waktu mengenal berbagai macam objek sebagaimana mereka muncul secara jelas, dengan mengunakan objek khusus. Sebenarnya, di dalam meditasi pandangan terang ini benar-benar masalah dari intensifikasi dari kesadaran daripada kosentrasi. Maka, jika kamu berharap ingin mengganti cara meditasi, dari ketenangan batin ke pandangan terang, dan menyesuaikan satu titik utama kepada objek yang telah ditentukan dan diizinkan untuk dibuka, kesadaran apapun yang utama dari waktu ke waktu di dalam pengalamanmu atau kamu juga boleh melatih konsentrasi melalui pemusatan satu titik utama pada satu objek, yang mengarah untuk pencapaian Upacara Samadhi dan Appana Samadhi, melalui satu fokus konsentrasi yagn sangat kuat terhadap jasmani dan objek batin untuk menyadari kebenaran dari fenomena jasmani dan batin ini, yaitu dukkha, anatta dan anicca.

Tujuan dari meditasi Buddhis adalah untuk mendapatkan lebih dari kepandaian pemahaman akan kebenaran ini, untuk melepaskan diri kita sendiri dan yang lainnya dari kilesa (kekotoran batin) dan dengan cara demikianlah mengakhiri ketidaktahuan dan kemelekatan. Jika meditasi tidak menghasilkan hasil yang cenderung ke hasil yang sempurna yang akan dapat diamati dalam karakter dan semua sikap hidup, sangat jelas bahwa ada sesuatu yang salah, baik sistem atau metode yang dipakai. Tidaklah cukup hanya untuk melihat cahaya-cahaya, melihat bayangan-bayangan atau untuk pengalaman kegembiraan yang luar biasa. Kejadian-kejadian ini adalah terlalu umum untuk mengesankan penganut agama Buddha yang benar-benar mengerti tujuan dari meditasi Buddhis.

 

[Annual Magazine 2001-2002, The Int’l Theravada Buddhist Missionary University. Judul Asli: The Difference Between Buddhist Meditation & Others, halaman 107]

 

 

Hits: 40