Category: Damainya Meditasi Published: Saturday, 07 October 2017

Memahami Petunjuk-Petunjuk Dalam Meditasi
Oleh Yang Mulia Bhikkhu Cittagutto

 

"Tidak dengan mengendarai tunggangan, seseorang dapat pergi ke tempat yang belum pernah didatangi (Nibbana). Namun orang yang telah dapat melatih, menaklukkan dan mengendalikan diri sendiri, dapat pergi ke tempat yang belum pernah didatangi itu (Nibbana)." (Dhp. 323)

 

Dalam kehidupan yang baik, sejahtera dan bahagia, bagi siapa saja, tentu bisa ditemukan apa sebenarnya yang menjadi kunci penyebabnya. Apapun yang ingin kita peroleh, tentu memerlukan cara untuk meraihnya. Demikian juga dengan meditasi, kita perlu mengenal dan mengerti beberapa hal yang menjadi kunci kesuksesan dalam praktek meditasi bisa dicapai. Kunci utama sesungguhnya adalah pemahaman yang tumbuh dan berkembang dalam batin kita sendiri. Apakah yang perlu dipahami oleh pemeditator dalam melaksanakan praktek meditasinya ? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan ini, marilah kita menelusuri penjelasan di bawah ini dengan cermat.

 

Sikap Moral

Kesucian tingkah laku secara moral merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi pemeditator untuk mencapai kemajuan dalam prakteknya. Karena hanya dengan cara demikian, seseorang akan bebas dari suatu kesalahan nurani dan tidak ada kemelekatan serta mudah berkonsentrasi. Di dalam praktek Meditasi Vipassana, pemeditator dituntut untuk melaksanakan Atthasila (Delapan Sila).

 

Meditasi Duduk

Ketika duduk, posisi tubuh pemeditator harus bisa sedapat mungkin seimbang. Jangan duduk bersandar di tembok atau di sandaran lain apapun. Sebab ini akan mengganggu dan melemahkan Usaha Yang Benar (Sammā Vāyāma) dan Anda akan merasa mengantuk. Duduk di atas busa yang terlalu empuk menyebabkan tubuh cenderung membungkuk. Anda akan merasa mengantuk dengan cara ini. Sariputta dan Moggallana tidak mau menggunakan busa sebagai alas duduk. Jika Anda bermeditasi dalam jangka waktu yang cukup lama, apalagi berhari-hari, tentu Anda perlu juga melakukan meditasi jalan. Kalau mengubah meditasi jalan ke meditasi duduk, kesadaran dan konsentrasi jangan sampai terganggu.

 

Meditasi Jalan

Bhante Subhadda bisa menjadi Arahat, hanya dengan meditasi jalan. Berikanlah perhatian Anda kepada kaki Anda yang sedang melangkah dalam meditasi. Janganlah menutup mata, namun harus dijaga sedikit pejam dan sedikit buka mata. Jangan menundukkan kepala terlalu rendah. Namun melihat kaki juga jangan dilakukan, karena itu akan mengganggu konsentrasi Anda. Anda tidak boleh menoleh ke sana kemari selama meditasi jalan. Jika Anda lakukan, maka Anda akan mengatakan selamat tinggal kepada konsentrasi. Mata yang suka berkeliaran adalah masalah yang amat sulit bagi pemeditator.

 

Perhatian Terhadap Aktivitas Sehari-hari

Meditasi dengan penuh kesadaran adalah Pandangan Hidup dari Sang Buddha. Sadarilah setiap aktivitas sehari-hari. Kalau tidak menyadari aktivitas-aktivitas sehari-hari, maka Anda tidak usah mengharapkan kemajuan. Ketika sebuah kipas angin berputar dengan gerak cepat, Anda tidak mungkin bisa melihat itu apa adanya. Akan tetapi kalau kipas tersebut berputar dengan gerak yang lambat, maka Anda akan dapat melihat itu seperti apa adanya. Berbicara adalah satu bahaya yang besar untuk mencapai kemajuan dalam praktek vipassana. Lima menit berbicara dapat mengganggu dan merusak konsentrasi pemeditator selama satu hari.

 

Kesakitan dan Kesabaran

Kesakitan adalah sahabat seorang pemeditator, jangan menjauhinya, hal ini akan membantu Anda untuk mencapai Nibbana. Perasaan sakit tidak akan pernah datang memberitahukan kepada Anda akan kedatangannya. Perasaan sakit diamati bukan supaya hilang, tapi untuk direalisir sifat alaminya, apa adanya. Perasaan sakit adalah kunci pintu masuk Nibbana. Kalau konsentrasi baik dan mantap, kesakitan bukanlah apa-apa. Kesabaran membimbing jalan ke Nibbana. Namun ketidaksabaran akan menyeret kita ke neraka. Bersabarlah dengan segala sesuatu dan semua hal yang menstimulasi pikiranmu.

 

Mencatat Keadaan-Keadaan Batin dan Emosional

Jika Anda mencatat suatu keadaan batin maupun keadaan emosional, maka harus dilakukan sesegera mungkin, dengan penuh semangat dan secara nyata, sehingga pikiran mencatat terus-menerus dan memiliki kekuatan. Dengan demikian, berpikir itu akan berhenti dengan sendirinya.

Keingin-tahuan dan kehawatiran terhadap pencapaian konsentrasi dapat menyebabkan kegagalan secara total. Kecurigaan dan pengharapan sungguh-sungguh menghalangi kemajuan Anda. Andaikata semua itu timbul, janganlah tinggal diam di situ. Atasilah semua itu dengan penuh kesadaran. Jika Anda ingin berhasil dalam meditasi Anda, maka Anda harus memperjuangkan usaha Anda semaksimal mungkin dalam praktek meditasinya.

 

Dengan memiliki pemahaman yang kuat tentang semua hal tersebut di atas, maka setiap orang yang melaksanakan meditasi akan dapat mencapai ketenangan batin yang mampu menembus pengertian yang nyata tentang segala hal apa adanya.

 

[Dikutip dari Berita Dhammacakka Edisi 04 April 1999. Sumber : Vipasana Meditation, Oleh Sayadaw U Janakabhivamsa]

 

 

Hits: 42