Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 06 January 2018

Jantung Kemanusiaan
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera

 

Sekarang kita telah memasuki bulan Februari, yang di dalam agama Buddha dikenal dengan sebutan bulan Magha. Pada saat bulan purnama sempurna di bulan Februari umat Buddha memperingati hari suci Magha.

Hari suci Magha merupakan hari yang sangat bersejarah, hari keramat bagi umat Buddha. Bersejarah, keramat, dan istimewa; karena hari suci ini ditandai dengan empat tanda istimewa, yaitu :

  1. Pada saat bulan purnama sempurna di bulan magha atau bulan Februari, 1250 bhikkhu yang semuanya telah mencapai tingkat kesucian sempurna atau Arahat, datang bertemu di Veluvana Arama di kota Rajagaha.

    Read more: Jantung Kemanusiaan

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 06 January 2018

Jalur Kehidupan
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Girirakkhito Mahathera

 

Saya ingin memberi penjelasan kepada saudara-saudara, bahwa sebagai manusia, apalagi sebagai seorang umat beragama, akan baru bisa disebut mempunyai tujuan apabila di dalam hidup ini telah ada usaha kita untuk mencapai tujuan; dan tujuannya adalah mencapai kebebasan. Maksud dari mencapai kebebasan itu yaitu di dalam perjuangan hidup kita sebagai manusia ini, dapat tercapai cita-cita kita yaitu mencapai keadaan yang tidak terikat; jadi mencapai Kebebasan di dalam hidup ini. Itu baru dikatakan kita mencapai tujuan. Apabila tidak mempunyai tujuan demikian maka hidup ini belum dikatakan mempunyai cita-cita atau mempunyai tujuan, karena tujuan orang hidup itu adalah memang satu-satunya untuk menikmati Kebebasan. Yang dinamakan Kebebasan itu adalah tidak mempunyai keterikatan dengan hal-hal yang membuat diri kita terikat.

Read more: Jalur Kehidupan

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 06 January 2018

Jalan Ke Surga
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Pembabaran Dhamma hari ini mungkin agak berbeda dengan yang biasa diberikan pada waktu-waktu lampau. Kalau biasanya selalu diuraikan Dhamma tentang bagaimana supaya kita hidup berbahagia di dunia, sekarang kita akan melihat dari sisi yang lain. Sesungguhnya, dalam Agama Buddha, ada tiga tujuan hidup yang bisa didapatkan.

Tujuan hidup yang pertama adalah memperoleh hidup bahagia di dunia. Buddha Dhamma menguraikan berbagai cara dan jalan agar tujuan tersebut dapat tercapai. Sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pelajar, sebagai seorang tua, sebagai pedagang, sebagai pekerja, dll. dengan melaksanakan Ajaran Sang Buddha pasti akan mencapai tujuan itu. Cara kita mendidik anak, sikap anak kepada orang tua, sikap atasan kepada bawahan, sikap bawahan kepada atasan, dan yang lain-lain, telah diajarkan pula oleh Sang Buddha agar orang dapat mencapai tujuan ini.

Read more: Jalan Ke Surga

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 06 January 2018

Jalan Kebahagiaan
Oleh : U.P. Dharma Mitra Peter Lim

 

"Diantara semua Jalan, Jalan Mulia Berfaktor Delapan adalah yang terbaik. Diantara semua Kebenaran, Empat Kebenaarn Mulia ada-lah yang Terbaik Diantara semua keadaan, Kebebasan dari Nafsu adalah yang Terbaik. Diantara makhluk berkaki dua dan makhluk nirbentuk, Sang Buddha yang maha tahu adalah yang Terluhur."
Magga Vagga XX : 273.

Dengan perasaan yang hancur berkeping keping, Santi (bukan nama yang sesungguhnya) meninggalkan halaman sekolah setelah membaca pengumuman, yang menyatakan bahwa dirinya tinggal kelas. Santi sangat menyesali atas keteledoran dan kesalahan jalan, yang telah ditempuh selama proses belajar berlangsung. Boleh dikatakan bahwa selama satu tahun penuh, Santi lebih menprioritaskan kegiatan hura-huranya, dari pada menekuni bidang studi yang diajarkan. Belajar baginya hanya berlaku disaat-saat menjelang ujian, itu pun asal ngulang saja. Boleh juga dikatakan bahwa selama ujian berlangsung, Santi lebih banyak memohon belas kasihan dari teman-temannya, daripada usahanya sendiri. Akhirnya setelah pembagian raport bulanan atau caturwulan, nampaklah angka angka yang memprihatinkan pada bermunculan. Setelah semuanya terjadi, apakah masih ada manfaatnya untuk disesali..? Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, hidupnya terlena dengan pergaulan yang tak tentu rimbanya. Nasehat dari guru dianggap sebagai omelan yang tidak bermakna.

Read more: Jalan Kebahagiaan

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 06 January 2018

Ilmu Pengetahuan Dan Dhamma

 

Sejak roda Dharma diputar untuk pertama kalinya di Taman Isipattana dekat Benares oleh Sang Buddha kira-kira 2500 tahun yang lalu hingga sekarang ajaran mulia tersebut masih relevan dengan kehidupan umat manusia modren. Dalam beberapa agama yang lain, barangkali terdapat bagian-bagian yang tidak relevan dan tidak dapat di terima oleh logika dan perkembangan IPTEK, sehingga perlu diadakan perubahan-perubahan atau penghilangan beberapa bagian ajaran yang dianggap sudah tidak sesuai dengan perikehidupan modren saat ini. Tetapi hal seperti ini tidak terjadi di dalam ajaran Sang Buddha, karena pada dasarnya Dhamma Sang Buddha didasarkan pada kesunyataan yang dapat dibuktikan secara logis dan bahkan juga secara ilmiah. Hal ini juga diakui oleh kalangan ilmuwan, contohnya adalah Albert Enstein yang mengatakan bahwa Buddhisme adalah agama yang tidak bersifat Dogmatis, tetapi berdasarkan pengalaman natural dan spiritual.

Read more: Ilmu Pengetahuan Dan Dhamma

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 06 January 2018

Hukum Karma
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Dalam kegiatan sehari-hari kita sering mendengar kata "Karma". Panggunaan kata "Karma" ini pada umumnya ditujukan untuk manggambarkan hal-hal yang tidak baik; karma selalu dihubungkan dengan karma buruk. Padahal sebetulnya karma bukan hanya karma buruk tetapi juga ada karma baik. Selain sebagai karma buruk, konsep karma juga sering diidentikkan sebagai satu-satunya penyebab kejadian. Kita menganggap setiap keadaan buruk selalu disebabkan oleh karma, semuanya tergantung pada karma. Konsep yang demikian ini dapat berakibat menurunkan semangat juang atau semangat hidup kita. Padahal karma bukan satu-satunya penyebab kejadian, melainkan hanya salah satunya; masih terdapat banyak faktor yang ikut menentukan dan menyebabkan karma berbuah. Konsep yang menganggap bahwa karma selalu karma buruk dan sebagai satu-satunya penyebab kejadian ini dapat dikatakan sebagai suatu pandangan yang salah dan merupakan kelemahan terhadap penjelasan hukum karma.

Read more: Hukum Karma

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 05 January 2018

Homoseksual Dan Ajaran Theravada
Oleh : A.L. De. Silva

 

Oleh karena homoseksual tidaklah secara eksplisit dibicarakan dalam khotbah Buddha, kita hanya bisa mengasumsikan bahwa masalah ini juga bisa dievaluasi dengan cara yang sebagaimana adanya heteroseksual. Dan sesungguhnya atas dasar inilah, homoseksual tidak secara khusus dikupas. Dalam kehidupan umat awam antara pria dan wanita, dimana ada kesepakatan bersama, dimana tidak ada perbuatan penyelewengan, dan di mana hubungan seksual adalah ungkapan rasa cinta, hormat, kesetiaan, dan kehangatan, ini semua tidaklah melanggar sila ke-3.

Read more: Homoseksual Dan Ajaran Theravada

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 05 January 2018

Hiduplah Dengan Hati-Hati
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera

 

Saudara, kita sering mendengar ungkapan HATI-HATI. Kita pun sering memberi nasihat kepada orang lain untuk berhati-hati. Tetapi sesungguhnya, hampir dari kita semua tidak mengerti dengan jelas, apakah sesungguhnya yang disebut dengan 'hati-hati' itu. Hati-hati itu memang perlu. Di mana saja kalau hati-hati itu memang baik, tetapi kalau orang yang saudara beri nasihat itu bertanya, yang disebut hati-hati itu yang bagaimana? Saudara mau jawab bagaimana? Apakah kalau mengendarai mobil 140 km/jam, itu sembrono? Tapi kalau mengendarai mobil 40 km/jam, itu kelewat takut! Apakah yang hati-hati itu kalau 90 km/jam? Apakah begitu? Tidak begitu saudara.

Read more: Hiduplah Dengan Hati-Hati

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 05 January 2018

Hidup Yang Damai
Oleh : Ir. Lindawati T

 

Kesusahan (rasa susah), dan sebanganya, kita semua telah tahu, membuat dan memberikan beban kepada hidup kita, sehingga kita merasa berat, lelah, dan ingin terbebas darinya.

Kesenangan (rasa senang), kebehagiaan (rasa bahagia) dan sebangsanya, ternyata juga merupakan beban bagi hidup kita. Mengapa demikian? Karena dengan menikmati atau merasakan rasa bahagia itu - yang memang merupakan dambaan setiap orang -, kita ingin mempertahankan kebahagiaan kita itu. Usaha-usaha maupun upaya-upaya untuk mempertahankan tersebut sudah merupakan kerja berat - beban yang melelahkan! Belum lagi kalau kita gagal mempertahankannya, kebahagiaan tersebut berubah menjadi kekecewaan, kekesalan, kesusahan, yang kembali lagi itu jelas merupakan beban yang tak menyenangkan bagi hidup kita!

Read more: Hidup Yang Damai

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 05 January 2018

Hidup Selalu Berorganisasi
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Di dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu sering mendengar kata "organisasi". Istilah "organisasi" itu sendiri berasal dari dua suku kata. Yaitu, "organ" yang berarti bagian dari tubuh dan "sasi" yang berarti tindakan untuk membagi-bagi sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Di dalam suatu masyarakat, organisasi itu mutlak diperlukan. Suatu organisasi adalah milik kehidupan. Jangankan kita manusia yang sudah berbudaya, binatang pun sebetulnya mempunyai organisasi. Misalnya: ada sekelompok gajah maka gajah yang paling hebatlah yang akan menjadi pemimpinnya. Dialah yang akan mengatur gajah-gajah yang lain. Itu adalah suatu organisasi. Kemudian, di dalam kehidupan manusia sehari-hari, misalnya dalam sebuah rumah tangga, itu pun mempunyai organisasi, yang tentu saja disini harus ditunjang oleh komunikasi. Contohnya kalau suatu hari akan datang tamu dari luar kota yang akan menginap di rumah kita, tentu ibu kita (yang dulunya meskipun tidak sempat sekolah) akan mengaturnya, misalnya pembantu A disuruh ke pasar untuk membeli makanan dan minuman, sedangkan pambantu B disuruh menyiapkan kamar dan tempat tidur. Ini sudah merupakan suatu organisasi yaitu pembagian tugas. Tidak mungkin misalnya pembantu B yang bisu yang disuruh ke pasar tetapi pembantu A yang bisa menawar harga dengan baiklah yang akan disuruh ke pasar. Ini sebetulnya adalah organisasi. Dengan demikian setiap masyarakat, baik masyarakat manusia maupun masyarakat binatang mempunyai organisasi.

Read more: Hidup Selalu Berorganisasi

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 05 January 2018

Hidup Bahagia Dengan Buddha Dhamma
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Girirakkhito Mahathera

 

Saya akan memberikan khotbah yang erat hubungannya dengan hari Magha Puja. Semoga ini dapat memacu semangat dan tekad saudara untuk lebih giat meningkatkan pengamalan terhadap agama Buddha. Apabila tadi telah dijelaskan bahwa 1250 orang Arahat yang memiliki ca-abhinna, dengan tanpa diundang mereka semua hadir pada suatu saat yang bersamaan untuk mendengarkan wejangan Sang Buddha, maka saya harus menyampaikan kepada saudara-saudara bahwa ajaran Sang Guru Agung Buddha Gautama itu betul-betul sangat tinggi, sangat bermanfaat. Buktinya terdapat 1250 orang Arahat, dan tentu juga para Anagami, Sakadagami, dan Sotapatti, yang tak dapat dihitung banyaknya. Mereka adalah tergolong orang-orang yang sukses bertemu dengan agama Buddha, menghayati agama Buddha, dan kemudian meraih hasilnya, dari apa yang bisa dicapai dalam melaksanakan Buddha Dhamma.

Read more: Hidup Bahagia Dengan Buddha Dhamma