Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 02 January 2018

Empat Hukum Spiritual

 

Sang Buddha Hidup!

Beberapa orang beranggapan bahwa Sang Buddha telah dilahirkan di India sekitar 2600 tahun yang silam, dan setelah itu wafat delapan puluh tahun kemudian. "Manusia Buddha" ini hanyalah bentuk duniawi dari Buddha Sejati yang ada selamanya. Buddha Sejati segera muncul kedunia dalam wujud manusia jika Ajaran Sejati telah dilupakan.

Untuk orang-orang yang sederhana. Sang Buddha tampaknya telah mati. Misalnya anda berpikir bahwa guru yang anda hormati telah mati, bukanlah keyakinan itu akan membuat anda mengandalkan diri sendiri untuk mengusahakan keselamatan? Inilah makna dari "kematian" Sang Buddha.

Bagi mereka yang sadar, Sang Buddha tidak pernah mati. Kebenaran tidak pernah dapat mati; kelahiran dan kematian tidak berkuasa atas kebenaran. Akan tetapi jika Buddha Sejati tidak muncul didunia dalam wujud manusia, kita tidak akan dapat memahami kebenaran. Bahwa setelah wujud manusia Sang Buddha wafat, kita masih dapat melihat-Nya. Sang Buddha berkata: "Ia yang melihat kebenaran, melihat Aku!" - Itivuttaka, 91.

Selanjutnya, Sang Buddha bersabda :
"Ajaran dan aturan yangtelah kuberikan kepada kalian, itulah yang akan menjadi guru kalian." - Mahaparinibbana Sutta2;154.

Bahkan pada saat sekarang ini ada Buddha untuk masa yang akan datang berdiam disalah satu surga menunggu saatnya untuk muncul didunia. Beliau akan muncul didunia kita setelah Ajaran Sejati telah dilupakan. Singkatnya, selalu ada seorang Buddha yang akan muncul untuk membebaskan dunia, Buddha ini akan selalu muncul dalam wujud Manusia, yang berasal dari satu dan hanya satu Buddha Sejati- Buddha Abadi dan Universal.

 

Sang Buddha Dapat Menolongmu!

Sang Buddha itu penuh ksaih sayang. Beliau berkata :
"Dengan kasih sayang, Aku mengamati seluruh dunia dengan mata Buddha." - Majjhima Nikaya, 1 :169.

Bila seseorang sedang membutuhkan pertolongan atau telah siap untuk menerima Ajaran Sejati, Sang Buddha akan muncul dihadapannya. Tetapi sangat sering kita tidak mengetahui bahwa Sang Buddhalah yang sedang menolong kita.

Sang Buddha menyatakan :
" Sekarang Aku ingat, Ananda. Aku masuk kedalam kumpulan orang-orang penting, orang-orang religius, perumah-tangga, orang-orang dari kepercayaan lain, dan beragam dewa. Sebelum Aku duduk dan berkata kepada mereka, Aku mengubah diriKu sendiri menjadi seperti mereka, berbicara seperti mereka. Tatkala, Aku telah membabarkan ajaran, mereka sangat gembira. Namun tidak mengetahui siapa Aku, bahkan setelah Aku tiada.!" - Mahaparinibbana Sutta, 1:109.

Ketika and berada dalam kesulitan, berpalinglah kepada Sang Buddha. Beliau mengatakan: "Jangan takut, saat engkau berpaling kepada-Ku, Aku akan membebaskanmu, seperti orang yang menyelamatkan gajah yang terperosok dalam lumpur." - Kisah Vakkaloi Thera, Dhammapada Atthakatha 4:119.

 

Doa Buddhist Itu Bermanfaat!

Cobalah, doa Buddhist itu manjur! Anda dapat langsung berhubungan dengan Sang Buddha. Beliau bersabda :
"Kala engkau berada ditengah hutan atau tempat-tempat sepi, jika ketakutan dan kegelisahan muncul dalam dirimu, segera munculkan Aku dalam pikiranmu. Jika engkau melakukannya, maka ketakutan dan kegelisahan akan dikalahkan!" - Dhajagga Sutta, Samyutta Nikaya 1:219.

Sang Buddha mengajarkan kita agar tidak mencemaskan masa lalu ataupun masa yang akan datang, hanya saat ini yang nyata dan berarti. Beliau berujar :
"Jangan memikirkan masa lalu, jangan mencemaskan masa yang akan datang. Apapun yang telah terjadi terjadilah; yang akan datang belum tiba. Gunakan kebajikanmu dan pusatkan perhatian pada masa sekarang. Selesaikan saja pekerjaanmu saat ini!" - Bhaddekaratta Sutta - diringkas.

 

Anda Sebenarnya Telah Diselamatkan

Tak seorangpun dapat menyelamatkan kita kecuali diri kita sendiri! Ini adalah pesan yang paling indah yang telah diberikan Sang Buddha kepada kita. Sang Buddha bersabda :
"Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan;
Oleh diri sendiri seseorang menjadi ternoda.
Hanya oleh diri sendiri kejahatan dihentikan;
Oleh diri sendiri seseorang menjadi suci.
Kesucian atau ketidaksucian tergantung pada diri sendiri.
Tak seorangpun yang dapat menyucikan yang lain." - Dhammapada 165.

Selanjutnya, Sang Buddha mengatakan bahwa kita dapat menjadi tuan bagi kita sendiri :
"Setiap orang adalah tuan bagi dirinya sendiri.
Siapa lagi yang dapat menjadi tuannya?
Jika seseorang terkendali dengan baik.
Ia mendapatkan seorang majikan yang sulit ditemukan." - Dhammapada 160.

Mulanya kita ini baik, kata Sang Buddha. Keserakahan, kebenaran, dan pandangan salah dalam hidup inilah yang telah menggelapkan batin kita :
"Bhatin kita ini suci, tetapi dikotori oleh hal-hal daru luar" - Anguttara Nikaya 1:10.

Dalam ajaran sejati agama Buddha, tidak ada itu apa yang disebut dosa, firman, hari penghakiman, surga maupun neraka abadi. Yang ada hanyalah Batin Buddha yang suci - Buddha Sejati - untuk kita raih.

"Semua makhluk dapat menjadi Buddha" - Ratna-gotra-vibhanga 1.

 

[Judul Asli : The Four Spiritual Laws, Terbitan Dharmafarer Enterprises, Malaysia 1993. Penerjemah : Vimuttwaguna.]

 

 

Hits: 117