Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 23 January 2018

Kiat Menghadapi Kenakalan Remaja
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan, oleh diri sendiri pula seseorang ternoda.
Oleh diri sendiri kejahatan tidak dilakukan, oleh diri sendiri pula seseorang menjadi suci.
Suci atau tidak suci tergantung pada diri sendiri; tak seorang pun yang dapat mensucikan orang lain.

(Dhammapada XII, 9)

 

PENDAHULUAN

Masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan kemudian menjadi orangtua tidak lebih hanyalah merupakan suatu proses wajar dalam hidup yang berkesinambungan dari tahap-tahap pertumbuhan yang harus dilalui oleh seorang manusia. Setiap masa pertumbuhan memiliki ciri-ciri tersendiri. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Demikian pula dengan masa remaja. Masa remaja sering dianggap sebagai masa yang paling rawan dalam proses kehidupan ini. Masa remaja sering menimbulkan kekuatiran bagi para orangtua. Masa remaja sering menjadi pembahasan dalam banyak seminar. Padahal bagi remaja, masa ini adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Oleh karena itu, para orangtua hendaknya berkenan menerima remaja sebagaimana adanya. Jangan terlalu membesar-besarkan perbedaan. Orangtua para remaja hendaknya justru menjadi pemberi teladan di depan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang mengawasi segala tindak tanduk si remaja.

Read more: Kiat Menghadapi Kenakalan Remaja

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 22 January 2018

Kiamat Versi Buddhis
Oleh : Corneles Wowor, M.A

 

Pada suatu ketika bumi kita ini akan hancur lebur dan tidak ada. Tapi hancur leburnya bumi kita ini atau kiamat bukanlah merupakan akhir dari kehidupan kita. Sebab seperti apa yang telah diuraikan di halaman terdahulu, bahwa di alam semesta ini tetap berlangsung pula evolusi terjadinya bumi. Lagi pula, bumi kehidupan manusia bukan hanya bumi kita ini saja tetapi ada banyak bumi lain yang terdapat dalam tata surya - tata surya yang tersebar di alam semesta ini.

Kiamat atau hancur leburnya bumi kita ini menurut Anguttara Nikaya, Sattakanipata diakibatkan oleh terjadinya musim kemarau yang lama sekali. Selanjutnya dengan berlangsungnya musim kemarau yang panjang ini muncullah matahari yang kedua, lalu dengan berselangnya suatu masa yang lama matahari ketiga muncul, matahari keempat, matahari kelima, matahari keenam dan akhirnya muncul matahari ketujuh. Pada waktu matahari ketujuh muncul, bumi kita terbakar hingga menjadi debu dan lenyap bertebaran di alam semesta.

Read more: Kiamat Versi Buddhis

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 20 January 2018

Keyakinan Dalam Agama Buddha
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Jinadhammo Mahathera (Pembina Bodhi Buddhist Centre Indonesia)

 

Umat Buddha di seluruh dunia menyatakan ketaatan dan kesetiaan mereka kepada Buddha, Dhamma dan Sangha dengan kata-kata dalam suatu rumusan kuno yang sederhana, namun menyentuh hati dan terkenal dengan nama TISARANA atau Tiga Perlindungan.

Rumusan itu berbunyi sebagai berikut :

Buddham Saranam Gacchami – Aku berlindung kepada Buddha
Dhammam Saranam Gacchami – Aku berlindung kepada Dhamma
Sangham Saranam Gacchami – Aku berlindung kepada Sangha
(selalu diucapkan ketika Visudhi Tisarana sebagai bukti pernyataan seorang umat telah beragama Buddha).

Read more: Keyakinan Dalam Agama Buddha

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 20 January 2018

Kesurupan
Oleh : U.P. Dharma Mitra Peter Lim

 

Sepulang dari tamasya, sekujur tubuh si Santi (bukan nama sebenarnya) kejang-kejang dan mulutnya berkomat-kamit mengeluarkan kata-kata yang maksudnya sulit untuk dimengerti. Kedua orang tua Santi telah berusaha kemana-mana mencari paranormal dan ahli kebathinan (istilah awamnya dikenal dengan sebutan dukun) untuk menyelamatkan nyawa Santi, tetapi semuanya sia-sia saja dan akhirnya Santi diberitakan meninggal dunia dengan kondisi yang menggenaskan. Setelah pemakaman Santi, terdengarlah isu-isu yang menyatakan bahwa semasa hidupnya, Santi sangat doyan berbicara sembarangan (cakap kotor, kasar dan adakalanya melecehkan siapapun juga). Ada lagi yang mengatakan bahwa Santi telah kesurupan "Mbah", karena dia terlalu sombong dan berbicara yang nggak-nggak sewaktu tamasya.

Read more: Kesurupan

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 19 January 2018

Kesakralan Magha Puja

 

Di antara banyaknya umat Buddha di Indonesia, terdapat sebagaian umat Buddha yang masih belum mengerti tentang sebagian peringatan peristiwa penting dan bersejarah agama Buddha pada jaman Sang Buddha Gotama, yang patut diketahui oleh umat Buddha pada umumnya. Terdapat 4 (empat) peringatan agama Buddha setiap tahun secara berurutan, yaitu Waisak, Asadha, Kathina, dan Magha Puja. Nama-nama peringatan tersebut diambil dari nama penanggalan bulan buddhis pada jaman Sang Buddha Gautama. Peringatan-peringatan peristiwa penting dan bersejarah tersebut semuanya terjadi di saat bulan purnama sempurna (siddhi) sebagai ciri khasnya.

Read more: Kesakralan Magha Puja

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 19 January 2018

Mengapa Umat Buddha Masih Banyak Yang Pindah Agama?
Oleh : Pandita Aryananda. S

 

Mempelajari Ajaran (Dhamma) Sang Buddha jangan hanya kulitnya saja; kupaslah intisarinya; disana kita akan menemukan Kebenaran dan Kebahagiaan tertinggi.

Di negara kita dewasa ini terdapat lima agama besar yang mengalami perkembangan pesat. Dan kita tidak asing lagi mendengar masing-masing umat dari agama tersebut "menyeberang" ke agama lain atau kita kenal dengan pindah agama. Salah satu diantaranya adalah agama Buddha. Meskipun banyak kemajuan dan perkembangan, masih tetap ada kendala-kendala yang harus dihadapi umat Buddha sendiri, seperti adanya sebagian orang yang mengaku dirinya beragama Buddha tetapi sama sekali tidak mengenal Ajaran Sang Buddha. Dari sini dapat dimaklumi bila mereka masih belum yakin sepenuhnya pada Ajaran Sang Buddha, sehingga mudah tergoda untuk "menyeberang" dan memeluk agama lain.

Read more: Mengapa Umat Buddha Masih Banyak Yang Pindah Agama?

Category: Goresan Kebenaran Published: Thursday, 18 January 2018

Kemarahan
Oleh : R. Nanda

 

Apakah Anda pernah marah pada seseorang? Bagaimanakah pikiran Anda sewaktu Anda memarahi seseorang? dan kedua pertanyaan itu kita balik menjadi, Apakah seseorang pernah marah pada Anda? Bagaimanakah pikiran Anda sewaktu seseorang memarahi Anda?

Tentu kita semua pernah dimarahi dan memarahi seseorang, jika kita dimarahi oleh seseorang dan kita belum dapat mengatasi kemarahan maka kita akan marah juga, banyak hal yang dapat terjadi jika ada dua orang yang saling memarahi dan keduanya tidak dapat mengendalikan pikirannya, ucapannya dan perbuatannya. Ada juga yang dimarahi tetapi orang tersebut tidak dapat membalasnya pada saat itu dan ada kemungkinan pikirannya yang penuh dengan rasa dosa (kebencian) akan menjadi dendam dan berusaha untuk membalasnya.

Read more: Kemarahan

Category: Goresan Kebenaran Published: Thursday, 18 January 2018

Kemanakah Seseorang Akan Melangkah
Oleh : Raju Anandani

 

Sayang apabila seseorang telah dilahirkan sebagai manusia tetapi melupakan sama sekali tujuan hidupnya. Begitu asyik menikmati kesenangan inderawi, membaktikan diri kepada hal-hal duniawi, sehingga tidak mempunyai waktu untuk memikirkan yang lain. Sibuk dengan dunai beserta segala daya tariknya, dengan akibat lupa akan muat yang tak dapat dihindarkan itu; serta tetap bersikap demikian walaupun sering melihat bagaimana handai-taulannya satu-persatu pergi untuk tidak kembali lagi. Mereka pergi dengan tangan kosong dan meninggalkan semuanya di dunia ini. Kadang seseorang berpikir bahwa kematian hanya berlaku untuk orang lain dan bukan untuk diri mereka. Mereka terlalu sibuk bekerja dan melupakan siklus lahir dan mati, serta juga tak berusaha berhenti sejenak untuk merenungkannya. Mereka menghamburkan seluruh tenaganya, menjadi budak dari pikirannya dan tertipu oleh keinginannya. Sibuk bekerja dan tidak berhenti sebentar untuk memikirkan tujuan utama hidup manusia.

Read more: Kemanakah Seseorang Akan Melangkah

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 17 January 2018

Kekuatan Dhamma
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera

 

Saudara-saudara, sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2000. Banyak sekali yang menyebutkan bahwa awal tahun 2000 adalah saat kita memasuki milenium ketiga. Padahal sesungguhnya milenium yang ketiga itu baru dimulai pada tanggal 1 Januari tahun 2001. Tetapi Saudara, tidak apalah, kapanpun millenium ketiga itu disepakati dimulai, sesungguhnya perubahan-perubahan dan terus perubahan-perubahan terjadi dan mengalir sejak saat ini bahkan setiap saat. Menurut Dhamma, kesunyataan atau kebenaran sifat dari kehidupan, bahkan sifat dari segala sesuatu adalah perubahan. Adalah sangat salah kalau kita berfikir bahwa perubahan itu baru akan mendadak terjadi setelah kita memasuki tahun 2000 atau bahkan tahun 2001. Perubahan tidak pernah berhenti, perubahan terus terjadi. Itulah sifat segala sesuatu, itulah sifat kehidupan kita.

Read more: Kekuatan Dhamma

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 17 January 2018

Kebijaksanaan Dhamma
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera

 

Saat ini saya akan membicarakan suatu uraian Dhamma yang agak luas dan mendalam. Oleh karena itu saya minta perhatian saudara, karena mungkin uraian ini bukan sesuatu yang mudah ditangkap. Meskipun memang hampir semua ajaran Sang Buddha bukan ajaran yang sederhana. Ajaran Sang Buddha adalah suatu ajaran yang jelas; Sang Buddha tidak pernah mengajarkan ajaran yang samar-samar atau dengan perumpamaan-perumpamaan yang mungkin bisa disalah-tafsirkan.

Sang Buddha selalu mengajarkan Dhamma dengan terang dan jelas itu seperti kalau kita melihat suatu benda, siapa yang mempunyai mata akan dapat melihat benda itu dengan terang dan jelas. Ajaran Sang Buddha yang terang dan jelas itu akan menjadi terang dan menjadi jelas, kalau saudara melihatnya dengan pikiran, dengan pengertian dan perenungan; karena ajaran Sang Buddha tidak hanya menawarkan: "Anda percaya atau tidak!" Tidak hanya begitu.

Read more: Kebijaksanaan Dhamma

Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 16 January 2018

Kebaktian Dan Manfaatnya
Oleh : U.P. Dharma Mitra Peter Lim

 

Salah satu dari sepuluh perbuatan baik, yang di ajarkan oleh Sang Buddha adalah Veyyavaca (Berbhakti kepada nusa,bangsa dan agama. Berbhakti kepada nusa dan bangsa, dalam hal ini adalah turut melindungi, membela, mempertahankan dan memperjuangkan kemakmuran, demi nusa dan bangsa. Salah satu wujud nyata dari kontribusi kemakmuran demi nusa dan bangsa adalah dengan membayar pajak yang sejujurnya.

Didalam kitab suci Anguttara Nikaya III : 45, Sang Buddha menyabdakan : "Dengan harta kekayaan yang telah dikumpulkan dengan bersemangat, dengan cara yang sah dan tanpa kekerasan, seseorang dapat membuat dirinya bahagia, orang tuanya, istri dan anak anaknya, pelayan, bawahannya dan orang-orang lain juga bahagia dapat mempertahankan kekayaanya memberikan hadiah kepada sanak keluarga, tamu-tamu, arwah para leluhur dan para dewa. Membayar pajak dan memberikan persembahan kepada orang suci, untuk mengumpulkan pahala."

Read more: Kebaktian Dan Manfaatnya