Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 04 December 2017

Asal Usul Kalimat Pujian : "Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa"

 

Demikianlah yang telah saya dengar: Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang menetap di dekat Savatthi di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Saat itu brahmana Janussoni sedang keluar dari Janussoni melihat pertapa Pitolika sedang mendatanginya dari jarak tertentu dan melihatnya, ia berkata demikian kepada pertapa Pitolika: "Tuan, saya datang atas kehadiran pertapa Gotama".

Read more: Asal Usul Kalimat Pujian : "Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa"

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 29 November 2017

Asal Usul Hari Kathina
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Dhammavicaro

 

Dalam menyambut masa Kathina yang berlangsung selama satu bulan, dari tanggal 27 Oktober s/d 25 November 1996, ada baiknya kita mengingat dan menelusuri kembali sejarah Kathina. Bagi umat Buddha, masa Kathina erat kaitannya dengan berdana kepada Sangha. Masa Kathina selalu disambut umat Buddha dengan begitu meriah, ini dapat dilihat dari semangat umat Buddha memperingati Kathina dengna berbondong-bondong datang ke Vihara. Mereka dengan perasaan bahagia, dan penuh ketulusan hati melakukan persembahan kepada Sangha.

Read more: Asal Usul Hari Kathina

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 29 November 2017

Asal Usul Bumi Dan Manusia Menurut Agama Buddha
Oleh : Corneles Wowor, M.A

 

Vasettha, terdapat suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur. Dan ketika hal ini terjadi, umumnya mahluk-mahluk terlahir kembali di Abhassara (alam cahaya); di sana mereka hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup demikian dalam masa yang lama sekali. Pada waktu itu (bumi kita ini) semuanya terdiri dari air, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang maupun konstelasi-konstelasi yang kelihatan; siang maupun malam belum ada, laki-laki maupun wanita belum ada. Mahluk-mahluk hanya dikenal sebagai mahluk-mahluk saja.

Read more: Asal Usul Bumi Dan Manusia Menurut Agama Buddha

Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 28 November 2017

Arti Berlindung
Oleh : Yang Mulia Somdet Phra Ñanasamvara

 

Harus dipahami bahwa Agama Buddha tidak bertujuan untuk membuat kita menyembah Sang Buddha sebagai makhluk surgawi dengan kekuatan-kekuatan supranormal. Agama Buddha lebih bertujuan untuk membuat kita memuliakan; Sang Buddha sebagai Buddha sejati (yang benar-benar telah tercerahkan oleh diri-Nya sendiri dan kemudian mengajarkan Dhamma kepada makhluk lain), untuk membuat kita memuliakan Dhamma sejati (yang dibabarkan oleh Sang Buddha), dan memuliakan Sangha sejati (Komunitas orang-orang yang berlatih). Tiga Perlindungan ini nyata dan dapat diandalkan.

Read more: Arti Berlindung

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 27 November 2017

Alam Neraka
Oleh : U.P. Dharma Mitra Peter Lim

 

Sang Buddha bersabda : "DOSE NAHICANDAJATATAYA DOSA SA DISAMNIRYAM UPPAJJANTI : Semua makhluk dilahirkan di alam neraka (niraya) dengan kekuatan dosa (kebencian)"

Suatu saat berceritalah si A, kepada teman-temannya bahwa dia akan lebih senang kalau nantinya, setelah meninggal dunia, sebaiknya dilahirkan di alam neraka. Mengapa…? Karena, menurutnya di alam neraka bakalan ketemu aktris / aktor yang cakep. Apakah pendapat ini benar atau salah? Sungguh sulit sekali diketemukan jawabannya, karena hingga saat dan detik ini, walaupun katanya dunia sudah sedemikian canggih, biro perjalanan dengan jurusan kesana belum terbentuk mungkin karena peminatnya belum ada, atau ketidakmampuan mendata daerah pariwisata (siapa tahu ada !) yang terdapat disana.

Read more: Alam Neraka

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 22 November 2017

Bendera Buddhis
Oleh : Hudaya Kandahjaya

 

Bendera Buddhis resmi dipakai di hadapan publik untuk pertama kalinya pada suatu upacara Wiasak di Dipaduttararama, di Kotahena, Sri Lanka, tepatnya pada tanggal 28 April 1885. tanggal kelahirannya sendiri umumnya dikatikan dengan pemampangan wujud bendera ini di harian Sarasavi Sandaresa pada tanggal 17 April 1885. Sri lanka pada abad kesembilanbelas sedang bergolak menghadapi tantangan akibat kehadiran dan kegiatan misionaris kristen di pulau tersebut. Bendera Buddhis diciptakan untuk mempersatukan umat Buddha Sri lanka dalam menghidupkan kembali agama Buddha. bendera ini juga menjadi lambang kerajaan umat Buddha dalam gerakan tersebut. Belakangan, banyak cendekiawan menamakan gerakan ini sebagai gerakan agama Buddha Protestan.

Read more: Bendera Buddhis

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 22 November 2017

Bagaimana Menemukan Kebahagiaan Sejati ?
Oleh: Yang Mulia Bhikkhu K. Sri Dhamamnanda Nayake Mahathera

 

“Kebahagiaan merupakan hadiah yang harus dicari
diperjuangkan oleh umat mansuai dengan penuh kesabaran.
Setengah jalan telah kita tempuh, kini marilah terus maju,
Tujuan sudah berada di depan kita.”

Apakah anda ingin bahagia? Jawabannya pasti “ya”. Kita semua tanpa kecuali, ingin bahagia, walaupun pengertian mengerti kebahagiaan itu sendiri dan cara untuk mencapainya berbeda-beda.

Read more: Bagaimana Menemukan Kebahagiaan Sejati?

Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 21 November 2017

Apakah Agama Buddha Itu Kuno?
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Kalau kita melihat agama Buddha 'secara sepintas' maka kita akan dihadapkan pada satu anggapan bahwa agama Buddha adalah agama yang tidak menarik, agama yang kadang-kadang terlihat bersifat mistis dan sudah tidak cocok lagi dengan kehidupan modern seperti sekarang ini. Mengapa demikian? Coba kita perhatikan semua perlengkapan sembahyang yang ada di altar. Ada patung yang maha besar dan kita bernamaskara atau satu persujudan kepada patung tersebut sehingga orang lalu menyatakan bahwa agama Buddha adalah penyembah berhala. Kita juga akan menemukan dupa/hio dan bunga yang mirip seperti untuk sesajen. Kemudian ada lilin yang seolah-olah berkata bahwa agama Buddha belum percaya akan adanya listrik. Belum lagi terlihat gentong yang memberi kesan seolah-olah kita sedang berada disebuah toko barang antik. Kalau kita perhatikan lagi, kita akan menemukan makhluk-makhluk yang lebih antik lagi; yakni bahwa di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, kita tetap duduk di lantai bila sedang melaksanakan kebaktian. Dari sinilah kritikan-kritikan terhadap agama Buddha dilontarkan! Kita mungkin pernah mendengar orang mengatakan bahwa agama Buddha adalah agama yang sudah kuno dan ketinggalan zaman. Hal ini dapat dimengerti karena mereka hanya melihat dari sudut tradisi/luar saja. Padahal ajaran Sang Buddha tidak pernah ketinggalan zaman.

Read more: Apakah Agama Buddha Itu Kuno?

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 20 November 2017

Manfaat Sila
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Kalau kita mengamati ajaran Sang Buddha maka kita akan sampai pada satu kesimpulan pokok bahwa sesungguhnya ajaran Sang Buddha bukan hanya sekedar upacara sembahyang saja, atau bahan diskusi, bahkan bukan pula merupakan suatu pengetahuan umum. Tetapi lebih dari itu, ajaran Sang Buddha membutuhkan pelaksanaan di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam salah satu kotbahnya, Sang Buddha menyatakan: "Dhamma Care Sukham Seti", yang berarti: mereka yang melaksanakan Dhamma, merekalah yang akan memperoleh kebahagiaan. Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya Dhamma adalah untuk dilaksanakan.

Read more: Manfaat Sila

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 04 November 2017

Ajaran Yang Menjamin Keberhasilan
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Viriyanando

 

Buddhe dhamme ca sanghe ca dharo saddhan nivesaye
Orang yang bijaksana akan meletakkan keyakinannya kepada Buddha, Dhamma dan Sangha.

(Pabbatupama Sutta, Kosala Sanyutta)

 

Jika ajaran dari suatu agama tidak bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, maka agama tersebut tentu tidak bias berkembang. Agar bisa diterima dalam masyarakat, ajaran-ajaran dasar dari suatu agama harus bisa diterapkan ke dalam nilai-nilai sosial, tujuan-tujuan sosial, dan urusan-urusan kemasyarakatan yang lain (bersifat keduniawian). Lantas, bagaimanakah dengan ajaran agama Buddha ? Apakah ajaran-ajaran dasar dari Sang Buddha yang terdapat dalam kitab suci Tipitaka bisa diaplikasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan bermasyarakat?

Read more: Ajaran Yang Menjamin Keberhasilan

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 21 October 2017

Benarkah Aku Beragama Buddha?
Oleh : Sakyananda

 

Benarkah anda beragama Buddha ? Sebuah pertanyaan ringan, tapi sulit untuk dijawab dengan cepat, seperti kita menjawab pertanyaan berapa 2x2? Untuk menjawab pertanyaan ini kita memerlukan waktu untuk mengadakan perenungan dan intropeksi pada diri kita sendiri.

Banyak orang mengaku sebagai umat Buddha, tapi banyak pula yang belum mengetahui Dhamma yang diajarkan Sang Buddha guru junjungan kita. Banyak di antara mereka yang sering datang ke vihara hanya untuk bermain-main atau hanya sekedar ingin bertemu dengan kawan-kawannya yang berasal dari sekolah lain. Apakah ini yang dinamakan bhakti dan sembah sujud kita kepada Sang Buddha selaku umat Buddha?

Read more: Benarkah Aku Beragama Buddha?