Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 20 December 2017

Datang Karena Kagum
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Kegiatan puja bhakti adalah kegiatan yang sangat baik. Selain bisa menambah kamma baik, juga dapat meningkatkan pengetahuan dan pengertian tentang Dhamma. Hanya saja kegiatan ini sering disalahartikan. Dengan jadwal yang hanya seminggu sekali, ada saja yang merasa keberatan. Kalau ditanya, alasannya: sibuk. Alasan yang klise.

Biasanya kalau orang menjawab begitu, saya akan mengatakan dia 'sungguh luar biasa'. Lihat saja sebagian besar pejabat negara kita. Dalam sehari mereka bisa melaksanakan sholat lima kali. Padahal sibuknya luar biasa. Bapak Presiden kita juga demikian. Tetap menjalankan ibadah yang sama walaupun acaranya sangat padat. Kalau kita, umat Buddha, berpuja bhakti seminggu sekali saja sudah merasa sibuk, berarti jadwal kita lebih padat dari seorang presiden.

Read more: Datang Karena Kagum

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 20 December 2017

Cara Pemujaan Yang Tertinggi
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Abhayanando

 

Maya Dhamma Ca Vinaya Ca Desito Pannata, So Vo Namaccayena Satthâ.
"Hal-hal apapun yang telah aku ajarkan dan aku jelaskan pada kalian sebagai doktrin (Dhamma) dan disiplin (vinaya) agar menjadi gurumu setelah kematianku"
(Mahâparinibbâna Sutta).

 

Siapakah yang paling beruntung di dunia ini? Manusialah yang paling beruntung. Kita lahir menjadi manusia sangat beruntung karena kita dapat belajar Dhamma dan praktek Dhamma; jika kita dilahirkan di alam apaya (menderita) atau dilahirkan di alam Deva dan Brahma, kesempatan untuk belajar Dhamma dan praktek Dhamma sangat sulit. Lahir sebagai manusia bukanlah hal yang gampang karena kita harus mempunyai moralitas yang baik.

Read more: Cara Pemujaan Yang Tertinggi

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 18 December 2017

Cara Buddhisme Memandang Agama Lain

 

Agama bukanlah sekedar sistem kepercayaan yang berpusat pada Tuhan sang pencipta. itu adalah definisi terbats dari agama, dan tidak semua pemuka agama akan mendefinisikan dengan cara yagn sa,a. Tetapi, itu adalah sistem kepercayaan yang bertujuan untuk menolong orang dalam kehiduan ini dan yang akan datang, dan untuk memajukan kemanusiaan. Jadi, kita dapat mengatakan bahwa Buddhisme adalah agama karenat idak setiap orang mempunyai kecenderungan dan minat yang sama. Sang Buddha mengajarkan berbagai macam cara untuk orang-orang yang berbeda. Demikian pula mengapa Yang Mulia Dalai lama mengatakan bahwa sangat baik dengan adannya berbagai macam agama di dunia. Seperti halnya satu jenus makanan tidak akan menarik bagi semua irang, satu agama atau kepercayaan tidak akan memuaskan kebutuhan setiap orang, Oleh karena itu, sangatlkah baik terdapat berbagai macam agama di dunia. Beliau menerimanya dengan senang hati.

Read more: Cara Buddhisme Memandang Agama Lain

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 18 December 2017

Bulan Magha Nan Agung
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Dhammakaro

 

Pada hari Purnama Sidhi di bulan Magha, lebih dari 25 abad yang lalu, terjadilah suatu peristiwa nan agung dalam sejarah kehidupan Sang Buddha Gotama. Tepatnya di sebuah Taman Tupai di vihara hutan Bambu (Veluvana Arama).

Peristiwa Agung nan Suci itu adalah :

  1. Hadirnya 1250 Bhikkhu.

  2. Mereka semua telah mencapai tingkat kesucian tertinggi (Arahat).

  3. Mereka adalah para Bhikkhu yang ditahbis sendiri oleh Sang Buddha dengan cara Ehi Bhikkhu Upasampada.

  4. Mereka hadir tanpa diundang dan tanpa kesepakatan.

    Read more: Bulan Magha Nan Agung

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 18 December 2017

Buddhisme Dan Politik
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu K. Sri. Dhammananda Nayaka Mahathera

 

Sang Buddha berasal dari sebuah kasta ksatria dimana Beliau banyak bergaul dengan para raja, pangeran, dan menteri.Walaupun demikian, Beliau tidak pernah memaksakan pengaruh kekuatan politik untuk memperkenalkan ajaranNya. Ataupun memperbolehkan ajaranNya disalahgunakan untuk memperoleh kekuatan politik. Tetapi saat ini banyak politisi mencoba menyeret nama agama Buddha ke dalam politik dengan memperkenalkan Beliau sebagai komunis, kapitalis, atau bahkan seorang imperialis. Mereka telah lupa bahwa filosofi politik baru sebagaimana yang telah kita kenal benar-benar berkembang di dunia barat, jauh setelah masa Sang Buddha.

Read more: Buddhisme Dan Politik

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 18 December 2017

Buddha Dharma Dan Kecantikan
Oleh : Jo Priastana S.S, M. Hum

 

Sudah menjadi kodrat bahwa setiap orang suka akan kecantikan. Karena realitas dalam diri manusia dan juga masyarakat adalah senang akan kecantikan. Wanita yang cantik disukai pria, diburu periklanan, dijadikan bintang sinteron, dan wanita akan selalu merasa dan mengusahakan agar dirinya senantiasa menjadi cantik.

Tetapi apakah sesungguhnya kecantikan itu? Mengapa pria memburu wanita yang cantik dan kerap bertekuk lutut di kerling matanya? Mengapakah wanita mengusahakan kecantikan dirinya, tidakkah mereka itu korban dari stereotipe, citra, mitos, ideal, atau definisi kecantikan yang dikonsepsikan justru bukan oleh kaumnya sendiri, melainkan entah itu oleh masyarakat, budaya, ideologi kaum patriarkhi (lelaki), pedagang, atau industri kapitalis.

Read more: Buddha Dharma Dan Kecantikan

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 15 December 2017

Bhikkhu Sangat Di Hormati Tetapi Tidak Di Tiru

 

Bagi setiap umat Buddha, Bhikkhu adalah figur yang sangat dihormati. Bhikkhu dianggap sebagai “simbol” dari kebajikan, simbol keluhuran Dhamma, dan tempat yang meminta nasihat. Kehidupan Bhikkhu yang begitu sederhana, selalu berpijak pada peraturan kedisiplinan (vinaya) yang tinggi serta pengabdi yang tak mengenal pamrih ini benar-benar merupakan suri teladan yang sangat dihormati oleh setiap umat Buddha maupun anggota masyarakat yang lainnya.

Read more: Bhikkhu Sangat Di Hormati Tetapi Tidak Di Tiru

Category: Goresan Kebenaran Published: Thursday, 14 December 2017

Berikan Yang Terbaik
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Sucitto

 

Di dunia ini, sulit mencari orang yang menginginkan sesuatu yang buruk. Semua orang pasti menginginkan yang terbaik. Sesuatu itu, baik berupa barang, pelayanan, penghormatan, dan nasihat serta segala macam keperluan lainnya. Sayangnya, tidak jarang segala sesuatu yang terbaik yang diinginkan oleh setiap orang tersebut tidak kunjung tiba. Sebaliknya hal-hal yang buruk, bahkan yang paling buruk menurut anggapan kita, yang kita terima.

Read more: Berikan Yang Terbaik

Category: Goresan Kebenaran Published: Thursday, 14 December 2017

Berdana Di Bulan Kathina
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Candakaro

 

Memberikan dana dengan penuh keyakinan, hendaknya Sila selalu dilaksanakan, rajin melatih Samadhi, maka ia akan dapat terlahir di alam Surga.

Kehidupan manusia tidak dapat lepas dari hubungan antar sesama, ia masih membutuhkan bantuan atau dukungan dan dorongan dari pihak lain. Demikian pula umat mempunyai hubungan yang sangat erat terhadap para Bhikkhu, salah satunya adalah menyokong kebutuhannya, (Sigalovada Sutta, Diggha nikaya III, 31).

Read more: Berdana Di Bulan Kathina

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 13 December 2017

Berdana Dengan Pengertian
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

 

Berdana dan melaksanakan Dhamma adalah Berkah Utama Saat ini akan dijelaskan tentang Sangha Dana, atau mempersembahkan dana kepada anggota Sangha diluar masa Kathina. Walaupun saat tersebut sudah tidak lagi di bulan Kathina tetapi bukan berarti perbuatan baik yang akan dilakukan kemudian menjadi kecil manfaatnya. Sebagai gambaran, kita akan melihat permainan bulu tangkis. Dalam permainan ini ada beberapa peraturan dasar yang harus kita patuhi. Ada garisnya, ada cocknya, ada pemainnya, ada raket, kemudian pakaiannya pun khusus. Kita tidak dapat membayangkan andaikata permainan bulu tangkis ini tidak mempergunakan cock melainkan mempergunakan bola bekel, misalnya. Bagaimana bila bolanya di-smash dan kena kepala lawan main, pasti benjol! Bola bekel untuk bulu tangkis tidak akan cocok. Atau mungkin kita bisa membayangkan bulu tangkis dengan mempergunakan cock tetapi bulunya tinggal satu helai. Jadi kalau dipukul muntir-muntir. Tidak mungkin dipakai. Kita juga bisa tahu bahwa para pemain bulu tangkis membutuhkan pakaian tertentu, celana pendek dan kaos. Bayangkan saja bila kita sekarang bermain bulu tangkis dengan mengenakan jas. Juga tidak mungkin, memang bukan pada tempatnya. Demikianlah ibarat bermain bulu tangkis demikian pula berdana.

Read more: Berdana Dengan Pengertian

Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 12 December 2017

Belajar Dan Mengalami
Oleh : Yang Mulia Ajahn Chah

 

Mari kita membahas tentang perbedaan antara belajar teori Dhamma dengan melaksanakan Dhamma. Belajar Dhamma yang benar hanya mempunyai satu tujuan yaitu untuk menemukan suatu jalan keluar dari ketidak-puasan kehidupan kita dan untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian untuk diri kita sendiri dan semua makhluk. Penderitaan kita mempunyai sebab untuk muncul dan berlanjut. Marilah kita menyadari proses ini. Apabila hati kita sedang tenang atau diam, ia disebut berada dalam keadaan normal; apabila pikiran bergerak, bentuk-bentuk pikiran lalu muncul. Kebahagiaan dan kesedihan merupakan bagian dari pergerakan sang pikiran, dari bentuk-bentuk pikiran yang tercipta. Begitu pula dengan ketidak-tenangan, nafsu keinginan pergi kesana-kemari. Jika engkau tidak mengerti pergerakan tersebut, engkau akan terperangkap di dalam bentuk-bentuk pikiran dan berada di dalam kekuasaannya.

Read more: Belajar Dan Mengalami