Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 12 December 2017

Benarkah Saya Beragama Buddha?
Oleh : Sakyananda

 

Benarkah anda beragama Buddha? Sebuah pertanyaan ringan, tapi sulit untuk dijawab dengan cepat, seperti kita menjawab pertanyaan berapa 2 x 2? Untuk menjawab pertanyaan ini kita memerlukan waktu untuk mengadakan perenungan dan intropeksi pada diri kita sendiri.

Banyak orang mengaku sebagai umat Buddha, tapi banyak pula yang belum mengetahui Dhamma yang diajarkan Sang Buddha guru junjungan kita. Banyak di antara mereka yang sering datang ke vihara hanya untuk bermain-main atau hanya sekedar ingin bertemu dengan kawan-kawannya yang berasal dari sekolah lain. Apakah ini yang dinamakan bhakti dan sembah sujud kita kepada Sang Buddha selaku umat Buddha?

Read more: Benarkah Saya Beragama Buddha?

Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 12 December 2017

Bebas Dari Kejahatan
Oleh : U. Husein Putta

 

"Kejahatan Mengintai Kita", "Sadisme, Bentuk Kekerasan Baru", "Kekerasan Merebak" hanyalah sebagian dari sekian banyak ungkapan yang dapat dijumpai dalam media massa akhir-akhir ini. Memang, pelbagai bentuk kejahatan yang terjadi dimasyarakat luas tak pernah absen diberitakan media massa baik elektronik maupun cetak.

Namun, belakangan ini berita tentang merebaknya bentuk-bentuk kejahatan yang tercermin pada beberapa ungkapan diatas semakin hangat dibicarakan masyarakat luas dan menjadi polemik di media massa.

Read more: Bebas Dari Kejahatan

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 11 December 2017

Batin Kita Menjadi Sejuk Karena Dhamma
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Cittaguna

 

Sabbam Rasam Dhammaraso Jināti, Sabbam Ratim Dhammaratī Jinatiti.
Rasa Kebenaran mengalahkan segenap rasa lainnya. Kegembiraan dalam Kebenaran mengalahkan segenap kegembiraan lainnya. (Dhammapada. 354)

Sesuai dengan ajaran penyejuk rohani yang kita tekuni selama ini, sebagai pengikut yang setia, kita selalu menemukan bisikan-bisikan rohani yang membujuk kita untuk selalu sadar setiap saat. Mengapa demikian? Sebab, apabila kita tidak memperhatikan dan menyadari akan diri kita sendiri, kita cenderung mengambil sikap yang kita anggap baik dan benar namun sesungguhnya keliru. Mari kita telusuri dengan baik apa yang akan kita temukan di dalam uraian ini.

Read more: Batin Kita Menjadi Sejuk Karena Dhamma

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 11 December 2017

Bahasa Tubuh Dan Bahasa Dhamma
Oleh : Pandita D. Henry Basuki

 

Menurut para ahli sejarah, seseorang itu dapat dikatakan sebagai orang baik atau tidak, nanti kalau sudah mati. Pada saat hari kematiannya itulah akan menjadi cermin bagi seseorang dikatakan baik atau tidak sepanjang perjalanan hidupnya. Artinya perhatian dan penghormatan yang diberikan oleh sanak keluarga, kerabat jauh atau dekat, pengakuan dari warga masyarakat, serta penghargaan dari bangsa dan negara, terhadap seseorang pada hari kematiannya itulah dapat menjadi ukuran seberapa besar kebaikan yang dilakukan oleh orang yang bersangkutan. Semakin besar jasa kebajikannya, semakin besar pula perhatian, penghormatan, pengakuan dan penghargaan ditujukan kepadanya.

Read more: Bahasa Tubuh Dan Bahasa Dhamma

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 11 December 2017

Bahagia Dalam Dhamma
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Dhammakaro

 

Sungguh bahagia jika kita hidup tanpa membenci di antara orang-orang yang membenci,
di antara orang-orang yang membenci kita hidup tanpa benci.

Dalam perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang sangat pesat dewasa ini, hampir merambah ke semua sendi-sendi kehidupan. Tetapi bagaimanapun canggihnya teknologi, masih belum bisa menyentuh sisi yang justru merupakan aspek inti dalam kehidupan, yakni aspek batiniah. Justru belaian dari keindahan dan kegemerlapan materi telah membuat mabuk kepayang umat manusia, yang dijanjikan dengan kemudahan-kemudahan untuk memperoleh kebutuhan materi tersebut sehingga memberikan dampak buruk dengan menurunnya daya tahan manusia lahir maupun batin.

Read more: Bahagia Dalam Dhamma

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 09 December 2017

Bagaimanakah Yang Di Sebut Upasaka Upasika Itu?
Oleh: Yang Mulia Bhikkhu Shanti Bhadra Mahathera

 

Dalam bahasa Pali umat Buddha laki-laki disebut Upasaka, sedangkan wanita disebut Upasika. Kata "upasaka" berarti seseorang yang mengenal dekat dan akrab Tiratana (Tiga Permata) : Buddha (orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna), Dhamma (ajaran), dan Sangha (persaudaraan dari orang yang meninggalkan keduniawian). Ketika seseorang menerima Tiga Perlindungan atau menganggapnya sebagai pedoman hidup, umumnya dapat dikatakan sebagai seorang umat Buddha.

Read more: Bagaimanakah Yang Di Sebut Upasaka Upasika Itu?

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 08 December 2017

Antara Lidah Dan Sendok
Oleh: Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Bagaikan lidah yang dapat merasakan setiap rasa sayur yang melewatinya, demikian pula orang bijaksana dapat mengerti Dhamma walaupun baru sejenak mengenalnya (Dhammapada Bala Vagga 65).

Di dalam Dhammapada dikatakan ada dua jenis perkenalan dengan Dhamma. Yang pertama adalah perkenalan biasa-biasa, selanjutnya tetap biasa-biasa saja. Diibaratkan seperti sendok. Sendok tidak pernah kepedasan. Tidak pernah begitu menyentuh lombok langsung berteriak kepedasan. Kenapa? Karena sendok tidak punya rasa. Menyendok sambal bisa, kuah juga mau. Apa saja boleh diambil dengan sendok. Menyendok yang baik dan menyendok yang jelek bisa pula. Sendok tidak bereaksi, karena dia tidak pernah merasakan rasa apapun yang menempel di tubuhnya.

Read more: Antara Lidah Dan Sendok

Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 05 December 2017

Antara Kaya & Miskin
Oleh: Yang Luhur Samanera Dhirayatano

 

Empat Keinginan manusia

Pattakamma Sutta, Samyutta Nikaya menyebutkan bahwa terdapat empat hal di dunia ini yang selalu diagung-agungkan, dicita-citakan dan selalu diharapkan oleh setiap orang, tetapi hal itu sangat sulit untuk di dapatkan. Empat hal tersebut adalah :

  1. Harapan untuk mendapatkan kekayaan dengan jalan Dhamma.

  2. Cita-cita untuk menjadi orang yang terpandang di dalam masyarakat.

  3. Harapan agar mempunyai umur yang panjang dan selalu sehat.

  4. Setelah meninggal bisa terlahir di alam-alam bahagia, yaitu terlahir di alam surga.

    Read more: Antara Kaya & Miskin

Category: Goresan Kebenaran Published: Tuesday, 05 December 2017

Awan Yang Memberi Hujan
Oleh: Raju Anandani

 

Seorang filsuf pernah mengatakan kepada saya, "Hiduplah seperti kayu cendana yang selalu memberikan keharuman kepada setiap orang didekatnya, bahkan ia tetap memberikan keharuman kepada orang yang memotongnya dengan gergaji, bahkan kepada gergaji yang memotongnya"

Sejarah penuh dengan kisah orang-orang yang tetap mencintai dan mengasihani musuhnya yang berbahagia di alam sini maupun di alam sana. Juga orang yang membenci dan iri hati kepada musuh, kawan, dan keluargannya, yang akan menderita di alam sini maupun di alam sana.

Read more: Awan Yang Memberi Hujan

Category: Goresan Kebenaran Published: Monday, 04 December 2017

Asal Usul Kalimat Pujian : "Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa"

 

Demikianlah yang telah saya dengar: Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang menetap di dekat Savatthi di Hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Saat itu brahmana Janussoni sedang keluar dari Janussoni melihat pertapa Pitolika sedang mendatanginya dari jarak tertentu dan melihatnya, ia berkata demikian kepada pertapa Pitolika: "Tuan, saya datang atas kehadiran pertapa Gotama".

Read more: Asal Usul Kalimat Pujian : "Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa"

Category: Goresan Kebenaran Published: Wednesday, 29 November 2017

Asal Usul Hari Kathina
Oleh : Yang Mulia Bhikkhu Dhammavicaro

 

Dalam menyambut masa Kathina yang berlangsung selama satu bulan, dari tanggal 27 Oktober s/d 25 November 1996, ada baiknya kita mengingat dan menelusuri kembali sejarah Kathina. Bagi umat Buddha, masa Kathina erat kaitannya dengan berdana kepada Sangha. Masa Kathina selalu disambut umat Buddha dengan begitu meriah, ini dapat dilihat dari semangat umat Buddha memperingati Kathina dengna berbondong-bondong datang ke Vihara. Mereka dengan perasaan bahagia, dan penuh ketulusan hati melakukan persembahan kepada Sangha.

Read more: Asal Usul Hari Kathina