Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 14 October 2017

Agama Buddha Masa Kini
Oleh Yang Mulia Bhikkhu Piyadassi Mahathera

 

Agama Buddha, pertama dibabarkan oleh Sang Buddha sendiri dan kemudian bersama dengan murid-murid Beliau yang telah mencapai tingkat Arahat. Selama dua ratus tahun pertama dalam sejarahnya, agama Buddha hanya ada di India bagian Utara. Kemudian hadirlah Raja Asoka, seorang penguasa dunia yang unik, yang menerima ajaran Sang Buddha dan berusaha untuk mendidik rakyat India dengan cara menyebarkan ajaran Buddhis tersebut, terutama aspek etikanya. Asoka memerintahkan agar ajaran-ajaran itu dipahatkan pada batu-batu besar. Maka ajaran-ajaran itu pun menjadi khotbah pada batu dalam pengertian sebenarnya, bukan secara kiasan. Asoka sangat terkesan pada jiwa toleransi yang besar, yang diajarkan oleh Sang Buddha, dan di bawah kepemimpinan raja ini agama-agama lain menikmati kebebasan penuh tanpa tekanan dan halangan.

Read more: Agama Buddha Masa Kini

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 14 October 2017

Agama Buddha Dan Tindakan Tanpa Kekerasan
Oleh Pandita D. Henry Basuki

 

PENDAHULUAN

Di India pada abad ke duapuluh dikenal ajaran Mahatma Gandhi tentang ahimsa, sedangkan 26 abad sebelumnya di wilayah yang sama Sang Buddha mengajarkan metta atau cinta kasih. Keduanya serupa tetapi tidak sama, ahimsa berarti tanpa kekerasan, sedangkan metta berarti welas asih. Orang mengembangkan welas asih pasti tidak melakukan kekerasan, penekanan serta penindasan.

Read more: Agama Buddha Dan Tindakan Tanpa Kekerasan

Category: Goresan Kebenaran Published: Saturday, 14 October 2017

Agama Buddha Dan Mahasiswa
Oleh Yang Mulia Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

Belajar ilmu pengetahuan hingga lulus niscaya mendapat kehormatan. Namun, pelatihan diri dalam tingkah laku-lah yang membawa pada kedamaian.
(Khuddaka Nikaya, Jataka I, 842)

 

PENDAHULUAN

Kemajuan ilmu pengetahuan dikuatirkan akan memberikan banyak dampak negatif pada perkembangan agama-agama dunia. Bahkan tidak jarang muncul pandangan sinis bahwa agama suatu ketika akan ditinggalkan oleh pengikutnya. Para pengikut agama akan menggantikan agama dengan ilmu pengetahuan. Pandangan ini juga melanda di kalangan umat Buddha. Agama Buddha yang telah diajarkan oleh Sang Buddha Gotama hampir 3000 tahun yang lalu di India juga sering diragukan kelayakannya dalam menghadapi tantangan kemajuan jaman. Oleh karena itu, kemudian banyak umat Buddha yang sibuk berusaha 'menyesuaikan' agama Buddha dengan tuntutan jaman.

Read more: Agama Buddha Dan Mahasiswa

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 06 October 2017

Mukjizat Dan Kesaksian

 

Sering kita membaca koran, menonton televisi, ataupun mendapat ajakan dari teman yang `non-Buddhis' untuk menghadiri kebaktian dengan tujuan menyaksikan kebesaran `Hyang Agung' yang memperlihatkan kemampuan-Nya dalam menyembuhkan orang yang cacat fisik (seperti pincang, buta) dan menyembuhkan orang dari berbagai penyakit ringan (seperti batuk-batuk terus) hingga penyakit yang ganas seperti kanker.

Pernahkah Anda mengikuti acara seperti itu? Apakah Anda memang tertarik atau ikut-ikutan saja? Yakinkah Anda bahwa kemampuan yang ditunjukkan adalah benar milik `Hyang Agung'? Seiring dengan perkembangan jaman, cara penyebaran agama pun sudah tidak seperti dahulu. Saat ini `agama' sudah disetarakan dengan `produk' oleh kaum `non-Buddhis', yang dalam menunjang suksesnya perlu dilakukan berbagai promosi, di samping penyusunan strategi yang jitu.

Read more: Mukjizat dan Kesaksian

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 06 October 2017

Ada Apa Di Balik Mukjizat?
Oleh Slamat Rodjali

 

Pernahkah terlintas dalam pikiran pembaca mengapa sebagai seorang beragama Buddha `doa' saudara tidak `manjur' namun seseorang yang beragama lain dan pelaku kejahatan justru mengalami kemajuan? Atau pernahkah saudara melihat sesuatu mukjizat tidak terjadi di vihara tetapi terjadi di tempat ibadah agama lain?

Pernahkah saudara mendengar atau membaca kitab salah satu paham yang menceritakan ADA yang dapat membangkitkan orang yang telah `mati'; mengubah air menjadi anggur, membuat orang buta dapat melihat kembali?

Read more: Ada Apa Di Balik Mukjizat?

Category: Goresan Kebenaran Published: Friday, 06 October 2017

Bagaimana Mengajarkan Agama Buddha Kepada Anak

 

Eko : "Wah, pusing nih, besok kalau gue meninggal kayaknya kagak disembahyangi nih, habis pegang hio, pasang foto gue dibilangin sama anak tidak boleh."

Sue : "Bukan loe aja, kalau bini gua beli banyak buah-buahan buat sembahyang, anak gue kagak ada satupun yang mau makan, katanya nggak boleh karena bekas sembahyang. Jadi daripada mesti buang, akhirnya beli seadanya saja."

Sugi : "Itu mah belum parah, yang parah tuh kalau gue lagi sembahyang leluhur dibilangin lagi sembah berhala, entar bisa jatuh ke Neraka."

Read more: Bagaimana Mengajarkan Agama Buddha Kepada Anak