Category: Kasih Mahayana Published: Wednesday, 22 November 2017

Om Mani Padme Hum

 

Ke enam karakter ini secara bersama membentuk enam karakter Mantra Maha terang yang mana setiap orang dapat memancarkan cahaya terang.

 

OM

OM adalah karakter pertama dari mantra ini. Ketika kamu mengucapkan OM (Nan) sekali saja maka semua hantu-hantu, makhluk-makhluk halus dan lain sebagainya harus merangkapkan kedua tangannya. Mengapa? Ini adalah untuk mematuhi peraturan dan tata cara alam semesta. Sejalan dengan tata cara tersebut mereka mengikut jalan yang benar. Sekali saja karakter (sumber kata) ini telah diucapkan maka para hantu-hantu, makhluk halus dan lain sebagainya tidak berani bertikai dan menciptakan masalah yang mengacaukan dan sebaliknya mereka saling menghormati satu sama lain.

Read more: Om Mani Padme Hum

Category: Kasih Mahayana Published: Tuesday, 21 November 2017

Seks: Bolehkah DiNikmati?
Oleh : Yang Mulia Lama Yeshe

 

Apakah Buddha sendiri memberikan daftar perbuatan seksual apa saja yang tidak boleh dilakukan oleh umat awam?

 

Seks adalah bagian dari kehidupan kita, terutama bagi mereka yang telah menginjak usia dewasa. Dunia pergaulan saat ini sudah tidak seperti dulu lagi, kebebasan mereka merebak ke mana-mana. Ada seks bebas, ada homoseksualitas, seks sebelum menikah, perzinahan, dan sebagainya. Bagaimana kita sebagai umat awam menyikapinya? Apakah itu boleh, apakah itu tidak boleh?

Read more: Seks: Bolehkah DiNikmati?

Category: Kasih Mahayana Published: Saturday, 14 October 2017

Seluruh Tubuh Adalah Mata

 

Master Zen Tao-wu bertanya kepada Yun-yen, “Bodhisatva Avalokitesvara (Kuan-yin) memiliki seribu tangan dan seribu mata. Mohon beritahu aku, manakah mata yang sebenarnya?"

Yun-yen kemudian bertanya, “Malam ketika anda sedang tidur dan guling anda jatuh ke lantai, kamu mengambilnya tanpa membuka matamu dan kembali tertidur. Katakan padaku, mata mana yang kamu gunakan untuk mengambil guling itu?"

Read more: Seluruh Tubuh Adalah Mata

Category: Kasih Mahayana Published: Monday, 20 November 2017

Filsafat Aliran Tanah Suci Buddha
Oleh : Yang Mulia Maha Bhiksu Hsing Yun

 

Teman-teman se-Dharma, hari ini kita akan membahas Aliran Tanah Suci.

 

  1. Awal Mula Pemikiran Tanah Suci

    Selama masa kehidupan Sang Buddha, ada seorang raja vernama Bimbisra yang dipenjara oleh putera mahkotanya sendiri, Pangeran Ajatasatru . Bahkan Ratu Vaidehi pun sulit bertemu dengan sang raja. Anak yang keras kepala ini kejam dan tidak mempunyai rasa berbakti. Ia merebut tahta dan memenjarakan sang raja. Raja Bimbisara merasa sangat sedih dan putus asa. Ia merasa prihatin atas Dunia Saha ini, yaitu dunia lima kemerosotan, yang penuh dengan penderitaan, setan-setan kelaparan, dan binatang. Ia berpikir dalam hati, “Oh, Buddha! Pada situasi sulit ini, mengapa Engkau tidak datang dan menolongku? Tunjukkanlah satu tempat berlindung yagn dapat menentramkan diriku yang letih ini!”

    Read more: Filsafat Aliran Tanah Suci Buddha

Category: Kasih Mahayana Published: Saturday, 14 October 2017

Bodhisattva
Oleh Jimmy Lobianto

 

Harimau tersebut sudah sangat kelaparan. Dia sudah berkeliling selama berhari-hari bersama anaknya untuk mencari mangsa, tapi tidak seekor makhluk pun yang terlihat. Akhirnya sang harimau berniat untuk memangsa anaknya sendiri agar dapat bertahan hidup. Pada saat itu seorang Bodhisattva melintas ditempat itu. Ia melihat induk harimau tersebut akan memangsa anaknya sendiri. Sang Bodhisattva segera mencegahnya dan memberikan tubuhnya sendiri untuk disantap kedua harimau kelaparan tersebut.

Read more: Bodhisattva

Category: Kasih Mahayana Published: Saturday, 04 November 2017

Menjalani Hidup Dengan Hati Yang Baik
Oleh : Yang Mulia Lama Thubten Yeshe

 

Mengapa kita bosen, kesepian dan malas?

Karena kita tidak punya niat membuka hati kita seluas langit kepada makhluk hidup lain. Bila anda mempunyai kekuatan niat untuk membuka hati anda kepada makhluk hidup lain, anda akan melenyapkan kemalasan, egois, dan kesepian. Sebenarnya, alas an anda kesepian adalah anda tidak sedang mengerjakan apa-apa. Bila anda sibuk, anda tidak punya waktu untuk kesepian. Kesepian hanya dapat muncul dalam pikiran yang tidak aktif. Bila pikiran anda bosen dan tubuh anda tidak aktif, maka anda kesepian. Secara mendasar, ini dating dari sikap egois, mementingkan diri sendiri. Itulah sebab kesepian, malas dan hati yang tertutup.

Read more: Menjalani Hidup Dengan Hati Yang Baik

Category: Kasih Mahayana Published: Saturday, 14 October 2017

Ajaran Sakyamuni Buddha: Guru Kita Yang Sebenarnya
Oleh Yang Mulia Bhiksu Ching Kung

 

Buddhisme adalah ajaran tentang lingkungan kehidupan di sekitar kita dan diri kita sendiri. Buddha mengajarkan kita untuk mengenal diri kita sendiri; pikiran, perkataan dan perbuatan kita serta yang lebih penting adalah akibat yang dapat ditimbulkannya. Buddha menginginkan kita untuk mengembalikan keaslian dan kebijaksanaan diri yang sempurna. Beliau mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk mencapai pengertian akan hidup dan alam semesta yang sempurna dan hanya karena ilusi yang membuat kita tidak sanggup menyadarinya. Kita dibutakan oleh diskriminasi, pemikiran yang tidak menentu dan keterikatan serta melupakan pemikiran murni kita yang sesungguhnya tentang diri kita. Dengan cara ini, kita telah menyebabkan penderitaan yang tidak perlu pada diri kita sendiri.

Read more: Ajaran Sakyamuni Buddha: Guru Kita Yang Sebenarnya

Category: Kasih Mahayana Published: Tuesday, 17 October 2017

Mengintegrasikan Dharma Dalam Kehidupan Sehari-hari
Oleh Yang Mulia Lama Yeshe

 

Suatu teknik yang kuat untuk mengendalikan lingkungan dalam dan luar melibatkan pemakaian mantra. Satu mantra yang sering kita lafal adalah mantra Buddha Sakyamuni, om muni muni mahamuniye svaha. Mantra ini efektif karena mereka menolong membuat pikiran menjadi tenang dan damai, secara otomatis terlarut atau terintegrasi pat satu titik. Mantra membuat pikiran menerima vibrasi-vibrasi yang sangat halus dan dengan demikian mempertinggi daya tangkap persepsi anda. Pembacaan mantra menghapuskan negativitas kasa dan sifat sejati dari semua hal baru dapat direflesikan atau dicerminkan dalam pikiran yang menghasilkan kejernihan. Dengan melatih mantra transendental, sebenarnya kita dapat memurnikan semua energi-energi kotor dari tubuh, ucapan dan pikiran.

Read more: Mengintegrasikan Dharma Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Category: Kasih Mahayana Published: Friday, 06 October 2017

Keunggulan Berpikir
Yang Mulia Maha Bhiksu Hsing Yun

 

"Mendengar dilanjutkan dengan bersikap kritis (menganalisa dan memutuskan yang terbaik), ditambah dengan melatih diri. Kesemuanya ini dapat mengembangkan kebijaksanaan (Prajna). Jauhkanlah keserakahan, putuskan lingkaran kedengkian, pupuskan kebodohan; dengannya kita dapat menanamkan kesucian dalam hati."

"Saya berpikir, maka saya ada". Berpikir merupakan motivasi daripada budaya manusia. Karena manusia dapat berpikir, maka ia dapat mengembangkan kebijaksanaannya. Dalam agama Buddha diajarkan bajwa dengan mendengar, berpikir, dan berlatih, dapat mencapai tingkat samadhi. Kong Hu Cu, sang ahli filsafat, juga mengatakan bahwa untuk belajar, kita harus untuk senantiasa berlatih. "Belajar tanpa berpikir adalah buntu."

Read more: Keunggulan Berpikir

Category: Kasih Mahayana Published: Monday, 16 October 2017

Bodhicitta: Menuju Kesempurnaan Dharma
Oleh Yang Mulia Lama Yeshe

 

Saya pikir, adalah sangat penting bagi kita untuk memiliki cinta kasih kepada semua makhluk. Tak ada yang patut disangsikan mengenai hal ini. Cinta kasih adalah hati dari Bodhicitta, sikap dari Bodhisattva. Cinta kasih adalah jalan yang paling menyenangkan, meditasi yang paling mengasikkan. Dengan adanya Bodhicitta, tak ada lagi pertentangan andatrar Timur dan Barat. Jalan ini adalah jalan yang paling membahagiakan, seratus persen sederhana, dan tidak akan membawa orang kejalan yang ektrim. Tanpa adanya Bodhicitta, maka tak ada yang bisa berjalan, penyadaran tak akan datang.

Read more: Bodhicitta: Menuju Kesempurnaan Dharma

Category: Kasih Mahayana Published: Friday, 06 October 2017

Manfaat Melafalkan Nama Buddha
Prof. Li Pi Nan

 

Kehidupan manusia selalu diliputi oleh suka dan duka. Baik kehidupan yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, semuanya itu disebabkan oleh Hukum Sebab Akibat. Hukum sebab akibat meliputi/mencakup 3 masa yaitu : masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan dataang. Kehidupan yang tidak menyenangkan dan malapetaka-malapetaka merupakan hasil dari kehidupan sebelumnya yang disebabkan oleh pikiran jahat dan perbuatan slah. Kita dapat mengalihkan dan menghindari ketidakberuntungan kita dengan mengulangi nama Buddha.

Read more: Manfaat Melafalkan Nama Buddha

More Articles ...