Category: Kasih Mahayana Published: Tuesday, 05 December 2017

Praktek-Praktek Purifikasi Karma Negatif

 

 

Top Shi (Empat Daya Penetralisir Karma Negatif)

Top Shi adalah empat daya yang digunakan untuk membersihkan / menetralisir karma negatif. Jika tidak semua empat daya lengkap, maka purifikasi tidak akan bekerja. Meditasi Vajrasattva adalah paling ampuh karena mencakup keempat daya tersebut.

  1. Ten Gyi Top (Daya Andalan / Landasan)

    Pertama-tama, kita membutuhkan landasan supaya kita bisa bangkit kembali setelah kita melakukan karma negatif. Biasanya kita berbuat karma negatif kepada TriRatna dan mahluk lain. Maka kita kembali mengandalkan Buddha, Dharma, dan Sangha bila kita telah berbuat karma negatif kepada TriRatna. Kita kembali membangkitkan tekad bodhicitta, yaitu keinginan untuk mencapai kebuddhaan demi semua mahluk hidup (dan juga dalam kehidupan sehari-hari kita berusaha menjauhi karma negatif, terus-menerus mengumpulkan karma positif dan melayani sesama) bila kita berbuat karma negatif kepada mahluk hidup lain. Daya andalan yang paling dalam adalah pengertian/ realisasi kita akan karma dan shunyata dalam citta kita.

  2. Nampar Sunjipay Top (Daya Penyesalan)

    (Mencabut akar dari sesuatu dengan kekuatan). Ini adalah penyesalan, bukan perasaan bersalah (guilty). Penyesalan yang dimaksud di sini adalah penyesalan yang cerdas (intelligent regret), kita mengakui dan mengerti bahwa kita telah melakukan karma negatif. Berdasarkan pengetahuan tentang karma, shunyata, cara bekerja dan matangnya tilasan-tilasan karma (vasana), kita yakin bahwa kita akan mengalami penderitaan yang merupakan hasil dari karma negatif itu. Kita tahu bahwa kita baru saja menyebabkan penderitaan bagi diri kita sendiri di masa mendatang dan kita menyesalinya.

    Perumpamaannya bisa seperti ini: misalnya ada tiga orang pergi ke suatu bar. Tiga orang ini memesan minuman yang sama dan langsung diminum bersama-sama. Beberapa detik kemudian orang pertama tiba-tiba menjadi kejang-kejang dan langsung meninggal. Beberapa detik setelah orang pertama meninggal, orang kedua pun menjadi kejang-kejang dan meninggal juga. Perasaan orang ketiga yang telah minum minuman tersebut dapat dikatakan "intelligent regret”. Orang ketiga menyesal telah minum minuman itu dan ia tahu bahwa ia akan mengalami hal yang sama seperti dua rekannya yang telah meninggal.

  3. Nyea Le Larndokpay Top (Daya Janji)

    Kita tidak melakukan / mengulang perbuatan itu lagi. Tetapi karena kita tidak selalu dapat dengan segera menghentikannya sepanjang sisa hidup kita, kita memerlukan perencanaan. Sehingga kita menetapkan jangka waktu tertentu untuk menghentikannya, kita tidak melakukan perbuatan tersebut untuk jangka waktu tertentu yang realistis.

    Untuk kebiasaan-kebiasaan yang kronis, kita menetapkan jangka waktu yang lebih pendek, misalnya lima menit. Kita berkonsentrasi penuh untuk tidak melakukannya selama lima menit itu.

    Bila kita tidak menepati janji untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi, maka kita melakukan karma berbohong, dan ini tentu saja mengumpulkan lebih banyak lagi karma negatif. Oleh karena itu kita harus menetapkan jangka waktu yang realistis.

  4. Nyenpo Kuntu Chupay Top (Daya Penetralisir / Penawar)

    Kita melakukan sesuatu untuk "membayar kembali”. Ada enam cara :

    1. Melafalkan nama-nama suci (seperti nama 35 Buddha).

    2. Melafalkan mantra-mantra suci (harus berasal dari sumber yang suci dan dilafalkan sambil kita berusaha menjalankan sila yang murni dalam hidup sehari-hari).

    3. Mempelajari atau membaca sutra-sutra ajaran Buddha yang suci.

    4. Meditasi pada shunyata paling ampuh karena mengkondisikan kita untuk berubah di kesempatan berikutnya. Ini merupakan satu-satunya hal yang akan menghasilkan perubahan yang tetap (permanent).

    5. Memberikan persembahan-persembahan pada objek-objek suci, yaitu Guru, Buddha, Dharma dan Sangha. Persembahan tertinggi adalah berhasil dalam upaya mempraktekkan Dharma – melakukan apa yang telah diajarkan.

    6. Membuat benda-benda suci, misalnya: lukisan Buddha, patung Buddha, stupa, tsa-tsa, mencetak buku-buku Dharma, membantu Dharma centers dan lain-lain.

    Bila kita tidak melakukan keempat daya penetralisir ini secara lengkap maka upaya kita menetralisir karma-karma negatif tidak akan sempurna. Meditasi Vajrasattva adalah paling ampuh, karena mencakup empat daya tersebut.

 

Namaskara Kepada 35 Buddha (Prostrations to The Thirty-five Confessional Buddhas)

Saya yang bernama (nama anda) ….
Sepanjang masa mengandalkan Guru,
Mengandalkan Buddha,
Mengandalkan Dharma,
Mengandalkan Sangha.

    1. Kepada Guru Buddha Shakyamuni Tathagata Arhat Samyaksambuddha, saya bersujud.

    2. Kepada Buddha Vajra-garbha-pramardin (Buddha Thoroughly Destroying with Vajra Essence), saya bersujud.

    3. Kepada Buddha Ratnarcis (Buddha Radiant Jewel), saya bersujud.

    4. Kepada Buddha Nageshvara-raja (Buddha Naga-Lord King), saya bersujud.

    5. Kepada Buddha Virasena (Buddha Army of Heroes), saya bersujud.

    6. Kepada Buddha Vira-nandin (Buddha Delighted Hero), saya bersujud.

    7. Kepada Buddha Ratnagni (Buddha Jewel Fire), saya bersujud.

    8. Kepada Buddha Ratna-chandra-prabha (Buddha Moonlight), saya bersujud.

 

  • Kepada Buddha Amogha-darshin (Buddha Meaningful to Behold), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Ratna-chandra (Buddha Jewel Moon), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Nirmala (atau Vimala) (Buddha Immaculate), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Shuradatta (Buddha Bestowed with Courage), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Brahma (Buddha Purity), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Brahma-datta (Buddha Bestowed with Purity), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Varuna (Buddha Water-God), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Varuna-deva (Buddha Water-God Deity), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Bhadra-shri (Buddha Glorious Excellence), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Chandana-shri (Buddha Glorious Sandalwood), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Anantaujas (Buddha Infinite Splendor), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Prabhasa-shri (Buddha Glorious Light), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Ashoka-shri (Buddha Glorious Sorrowless) , saya bersujud.

  • Kepada Buddha Narayana (Buddha Glorious Cravingless), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Kusuma-shri (Buddha Glorious Flower), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Brahma-jyotir-vikriditabhijna (Buddha Pure Light Rays Clear Knowing by Sporting), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Padma-jyotir-vikriditabhijna (Buddha Lotus Light Rays Clear Knowing by Sporting), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Dhana-shri (Buddha Glorious Wealth), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Smrti-shri (Buddha Glorious Mindfulness), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Suparikirtita-namadheya-shri (Buddha Glorious Name Widely Renowned),  saya bersujud.

  • Kepada Buddha Indra-ketu-dhvaja-raja (Buddha Most Powerful Victory Banner King), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Suvikranta-shri (Buddha Glorious Utterly Suppressing), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Yuddhajaya (atau Vijita-samgrama) (Buddha Totally Victorious in Battle), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Vikranta-gamin-shri (Buddha Glorious Suppressing Advancement), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Samatavabhasa-vyuha-shri (Buddha Glorious All Illuminating Manifestations), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Ratna-padma-vikramin (Buddha Jewel Lotus Supresser), saya bersujud.

  • Kepada Buddha Ratna-padma-supratishthita-shailendra-raja Tathagata Arhat Samyaksam-buddha (Buddha Mountain Lord King Firmly Seated on Jewels and a Lotus), saya bersujud.

 

 

 

Pengakuan Diri Bodhisattva Yang Gagal Menjalankan Sila

Oh, semua 35 Buddha dan semua Buddha yang ada, hidup dan tinggal di seluruh alam semesta dan sepuluh penjuru, mohon beri perhatian pada saya :

Dalam kehidupan ini dan sejak masa tanpa awal di samsara, dalam hidup sebelum kelahiran ini dan dalam semua alam-alam kelahiran samsara, apapun karma negatif yang telah saya lakukan, menyebabkan makhluk lain melakukan karma negatif, atau senang melakukan karma-karma negatif seperti memiliki secara egois benda-benda persembahan, memakai benda-benda milik Sangha, atau mencuri atau mengambil dengan paksa benda-benda milik Sangha.

Saya telah melakukan panca garuka karma dan juga lima perbuatan-perbuatan yang mendekati panca garuka karma, menyebabkan makhluk lain melakukan karma-karma buruk ini; atau gembira melakukan karma-karma buruk ini; atau melakukan secara penuh sepuluh akushala karma, membuat orang lain ikut melakukannya; atau gembira dalam melakukan karma-karma negatif ini.

Karma-karma ini menyebabkan saya dan makhluk-makhluk hidup lainnya terlahir di neraka, alam hewan, atau alam preta, atau di negara-negara barbar tanpa kehidupan religius, terlahir sebagai dewa berumur panjang, terlahir sebagai makhluk hidup dengan anggota tubuh tidak lengkap, memiliki kekelirutahuan (avidya), atau tidak senang akan pencapaian Kebuddhaan.

Semua karma negatif ini saya akui, saya menerima semua karma ini sebagai karma negatif, saya tidak akan menyembunyikan apapun dengan tidak mengakui satu karma negatif pun, saya tidak akan menyembunyikannya, dan bahkan di masa mendatang sejak saat ini, saya akan menghentikannya dan tidak akan melakukan lagi karma-karma negatif ini di hadapan para Buddha dan Bodhisattva yang merupakan perwujudan Prajna Sempurna, perwujudan Maha Karuna kepada semua makhluk di tiga masa, perwujudan Pengetahuan Sempurna itu sendiri (Sarvakarajnana, omniscience/exalted knower of all aspects), dengan menyeluruh melihat semua keberadaan dan menjelaskan secara tepat dan tanpa salah kepada semua makhluk.

Dengan Prajna sempurna dan Maha Karuna sempurna, para Buddha dan Bodhisattva, mohon berikan perhatian kepada saya :

Dalam hidup ini dan sejak masa tanpa awal di samsara, kelahiran sebelum kelahiran ini dan dalam semua kelahiran di samsara, apapun karma-karma baik yang telah saya kumpulkan bahkan hanya dengan tindakan biasa, seperti memberi makanan kepada hewan, apapun karma-karma baik yang telah saya kumpukan dengan menjalankan Hasta Sila Mahayana, dan apapun karma-karma baik yang telah saya kumpulkan dengan secara penuh mematangkan karma-karma potensi Citta semua mahkluk, apapun karma-karma baik yang telah saya kumpulkan dengan membangkitkan Bodhicitta dan mempelajari Shunyata. Saya mempersembahkan semua karma baik saya dan makhluk-makhluk hidup lainnya untuk pencapaian Nirmanakaya Tubuh Buddha.

Dengan motivasi ini, saya akan mendedikasikan semua potensi-potensi energi kebajikan saya dan semua makhluk hidup untuk pencapaian pencerahan sempurna. Saya mendedikasikan semua potensi-potensi energi kebajikan ini seperti semua Buddha di masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang mendedikasikan potensi-potensi energi kebajikan mereka.

Saya mengakui semua karma negatif yang mengakibatkan kelahiran di alam-alam penderitaan.  Saya turut bermudita cita terhadap semua potensi-potensi energi kebajikan semua makhluk suci maupun makhluk biasa. Semoga semua Buddha memberi perhatian pada permohonan saya: semoga saya mencapai penyatuan citta dengan prajna sehingga melihat shunyata secara langsung.

Saya mengandalkan semua Buddha masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang, dengan tangan beranjali.

 

Praktek Purifikasi Vajrasattva

  1. Daya Landasan (A) - Mengandalkan TriRatna

    "Saya mengandalkan Buddha, Dharma dan Sangha selamanya,
    Saya mengandalkan semua tiga yana, daka dan dakini dari mantra yoga rahasia,
    Semua Arya, dewa dewi dan mengandalkan semua Bodhisattva dari sepuluh bhumi.
    Tapi yang terutama, saya mengandalkan Guru Suci saya selamanya”

  2. Daya Penyesalan

    Pertama-tama ingatlah kembali definisi karma negatif – tindakan apapun yang menghasilkan penderitaan, biasanya tindakan yang dimotivasi kesalahpengertian (avidya), keterikatan (lobha/ raga), dan kebencian (dosa/ dvesha).

    "Hampir setiap tindakan, ucapan dan pikiran saya, 24 jam sehari, dimotivasi pikiran duniawi, keterikatan pada kenyamanan hidup ini. Polanya selalu seperti ini sejak lahir sampai meninggal dalam hidup ini dan telah seperti ini berulang-ulang sejak kelahiran tanpa awal. Hampir semua karma yang saya lakukan selalu tidak baik, menjadi sebab dari dukha. Tidak hanya itu, tapi terus-menerus saya telah gagal menjalankan sila-sila pratimoksha, bodhisattva dan tantra. Yang paling negatif dari semua, saya telah menciptakan karma negatif paling berat terhadap Guru-guru spiritual menjadi marah atau kesal pada mereka, memiliki cara pandang keliru, tidak mempunyai pikiran bakti (devotion) pada mereka, melukai tubuh suci mereka dan tidak menuruti nasihat-nasihat mereka. Karma-karma negatif dalam pikiran saya ini sangat tak tertahankan. Ini seperti saya telah menelan racun mematikan. Saya harus mempraktekkan obat penetralisir-nya sekarang dan menetralisir semua karma - karma negatif ini segera tanpa menunda sedetik pun”.

    Dengan cara ini, kembangkan perasaan mendesak dan menyesal yang mendalam dan tulus.

    Mengingat Ketidakkekalan Dan Kematian

    "Banyak orang seusia saya atau lebih muda telah meninggal dunia. Ini adalah suatu keajaiban bahwa saya masih hidup dan mempunyai kesempatan luar biasa ini untuk menetralisir semua karma-karma negatif saya. Kematian itu pasti namun waktunya paling tidak pasti. Bila saya meninggal sekarang, saya pasti akan dilahirkan di alam-alam penderitaan. Karena saya tidak dapat mempraktekkan Dharma di sana maka saya akan tetap di alam-alam penderitaan untuk waktu berkalpa-kalpa tak terhitung lamanya. Maka alangkah beruntungnya saya dapat menetralisir semua karma-karma negatif sekarang, tanpa penundaan sedetik pun, dengan mempraktekkan meditasi pelafalan Vajrasattva.”

  3. Daya Landasan (B)

    Membangkitkan Bodhicitta

    Tapi saya tidak mempraktekkan pemurnian Arya Vajrasattva ini hanya untuk diri saya sendiri – tujuan hidup saya adalah membebaskan semua mahluk-mahluk neraka, preta, hewan, asura, sura (dewa) dan bardo dari semua penderitaan mereka dan sebab-sebabnya dan menghantarkan mereka mencapai Kebuddhaan. Untuk melakukannya saya pertama-tama harus mencapai Kebuddhaan dulu. Maka saya harus menetralisir semua karma-karma negatif saya segera dengan mempraktekkan meditasi pelafalan Vajrasattva.

    Visualisasi

    "Di atas kepala saya, duduk di atas sebuah teratai dan bantalan bulan (bulan ini di atas teratai), adalah Ayah dan Ibu Vajrasattva. Tubuh mereka putih; masing-masing mempunyai satu wajah dan dua lengan. Ayah Vajrasattva memegang sebuah vajra (dorje) dan lonceng kecil, Ibu Vajrasattva memegang pisau melengkung dan kapala (mangkok tengkorak). Mereka saling berpelukan satu sama lain. Ayah dihiasi dengan ornamen enam mudra, Ibu dengan lima mudra. Ayah duduk dalam posisi vajra sedangkan Ibu duduk dalam posisi teratai."

    "Vajrasattva adalah Guru Utama saya, dharmakaya suci semua Buddha, yang dilandasi oleh Maha Karuna tak tertahankan kepada saya dan semua mahluk lain, bermanifestasi dalam bentuk ini untuk menetralisir karma negatif saya dan mahluk lainnya.”

    Dengan cara ini, pikiranmu ditransformasikan menjadi bhakti (devotion) pada Guru – sumber semua berkah inspirasi (blessing) dan pencapaian menuju KeBuddhaan.

    "Di atas sebuah bantalan bulan di cakra dada (di tengah-tengah dada) Vajrasattva, muncul aksara HUM dikelilingi oleh rangkaian 100 aksara mantra Vajrasattva. Arus kuat nektar putih mengalir dari HUM dan rangkaian 100 aksara mantra ini dan saya dimurnikan dari semua penyakit, gangguan dari mahluk-mahluk halus, avidya, klesa, karma-karma negatif dan rintangan-rintangan dalam mencapai Kebuddhaan.”

  4. Daya Obat Penetralisir

    Pelafalan Mantra Vajrasattva

    "OM VAJRASATTVA SAMAYA MANUPALAYA, VAJRASATTVA DENOPA TITHA, DIDO ME BHAWA, SUTO KAYO ME BHAWA, SUPO KAYO ME BHAVA, ANURAKTO ME BHAVA, SARVA SIDDHI ME PRAYATSA, SARVA KARMA SU TSAME, TSITTAM SHRIYAM KURU HUM, HA HA HA HA HO, BHAGAVAN SARVA TATHAGATHA, VAJRA MAME MUNTSA, VAJRA BHAVA MAHA SAMAYA SATTVA AH HUM PHET”

    Makna dari 100 aksara mantra :

    "Oh, Guru Vajrasattva, Engkau telah membangkitkan bodhicitta sesuai dengan sumpah samaya-Mu. Dharmakaya suci-Mu secara bersamaan diperkaya dengan tindakan-tindakan suci untuk membebaskan mahluk-mahluk dari samsara. Apapun yang terjadi dalam hidup saya, kebahagiaan atau penderitaan, baik atau buruk, dengan pikiran suciMu yang bahagia, mohon janganlah pernah meninggalkan saya tapi mohon tuntunlah saya. Mohon bimbinglah saya untuk mencapai semua kebahagiaan, termasuk kebahagiaan alam-alam lebih luhur, untuk mewujudkan semua upaya karuna dan pencapaian prajna paling dalam maupun yang bersifat umum, dan berkatilah saya agar lima prajna luhur selalu bersemayam dalam hati saya."

    (Lafalkan mantra 7 atau 21 x atau sebanyak mungkin, mempraktekkan tiga metode, yaitu memurnikan dari atas ke bawah, memurnikan dari bawah ke atas dan memurnikan secara bersamaan di bagian atas dan bawah.)

    Membangkitkan Keyakinan Bahwa Semua Avidya, Klesa, Karma Negatif Telah Dinetralisir Semuanya Tanpa Sisa.

    "Dari atas kepala saya, Guru Vajrasattva berkata, ’Oh, putera keluarga agung, karma-karma negatif, rintangan-rintangan dan kegagalan dalam menjalankan sila moralitas atau sila moralitas yang telah rusak, semuanya telah dinetralisir secara menyeluruh.”

    Bangkitkan keyakinan kuat bahwa semuanya telah benar-benar dimurnikan seperti dikatakan Guru Vajrasattva.

  5. Daya Janji Tidak Mengulangi Karma Negatif Itu Lagi Dalam Periode Waktu Tertentu

    "Di hadapan Guru Vajrasattva, saya berjanji tidak akan lagi melakukan karma-karma negatif atau kebiasaan negatif yang bisa dengan mudah saya tinggalkan, dan tidak melakukan untuk satu hari, satu jam atau paling sedikit beberapa detik karma-karma negatif atau kebiasaan-kebiasaan negatif yang sulit saya tinggalkan."

    Absorbsi (Penyerapan)

    Guru Vajrasattva sangat bahagia dengan janjimu. Ayah dan Ibu Vajrasattva berubah menjadi cahaya putih dan mencair larut menyatu denganmu. Tubuh, ucapan dan pikiran menjadi tidak terpisahkan dengan tubuh, ucapan dan citta suci Guru Vajrasattva.

    Dedikasi

    "Dalam shunyata, tidak ada aku, pencipta karma negatif; tidak ada tindakan membuat karma negatif; tidak ada karma negatif yang terbentuk."

    Renungkan dan endapkan pengertian shunyata ini untuk beberapa saat. Dengan cara pandang ini, lihatlah segala fenomena sebagai bersifat shunyata – mereka tidak ada (atau tidak muncul) dari sisi mereka sendiri. Dengan pengertian shunyata ini, dedikasikan semua potensi-potensi karma baik ini.

    "Dengan semua potensi-potensi karma baik dari tiga masa yang dikumpulkan saya, Buddha, Bodhisattva dan semua mahluk-mahluk hidup lainnya (yang kelihatannya solid dari sananya, tapi sebenarnya tidak muncul dari sananya), semoga saya (yang tampaknya nyata tapi bersifat shunyata) mencapai keadaan Kebuddhaan Guru Vajrasattva (yang tampaknya nyata tapi bersifat shunyata) dan menuntun semua mahluk (yang tampaknya nyata tapi bersifat shunyata) pada tingkat Kebuddhaan dengan upaya-upaya saya sendiri (yang tampaknya nyata tapi semuanya bersifat shunyata, tidak muncul sendiri dari sananya).

    "Semoga bodhicitta berharga, sumber dari segala kebahagiaan dan sukses untuk saya dan semua mahluk hidup, bangkit dalam pikiran saya dan pikiran semua mahluk tanpa penundaan sedetik pun dan semoga bodhicitta yang telah bangkit menjadi tumbuh dan berkembang tanpa batas."

    "Semoga saya dan semua mahluk hidup memiliki Lama Tsong Khapa sebagai Guru Utama dalam semua kehidupan, tidak akan pernah terpisahkan lagi bahkan hanya untuk satu detik pun dari Jalan Kebuddhaan yang sangat dipuji oleh semua Buddha, dan mewujudkan Jalan Seutuhnya, tiga pencapaian realisasi spiritual utama dan dua tahap dari Yoga Tantra tertinggi, yang dasarnya adalah bhakti (devotion) pada Guru, dalam citta kita semua secepat mungkin."

    "Seperti Arya Manjushri dan Samantabhadra mengetahui hakikat sebenarnya dari semua fenomena, saya mendedikasikan semua karma-karma baik ini dengan cara yang terbaik, supaya saya dapat mengikuti jalan Mereka.

    "Apapun pendedikasian karma-karma baik yang menjadi obyek mudita dari semua Buddha dari ke-tiga masa, dengan cara yang sama, saya juga dengan sempurna mendedikasikan semua akar-akar karma-karma baik ini sehingga saya dapat menyempurnakan semua paramita."

 

Pengakuan Karma Negatif Secara Umum

Dengan penyesalan saya mengatakan hal ini.

Saya memohon pada Guruku, Vajradhara, dan semua yang lain : Samyaksambuddha-Samyaksambuddha, Bodhisattva-Bodhisattva dan seluruh kumpulan Sangha Arya makhluk-makhluk suci di setiap penjuru alam semesta. Mohon dengarkanlah saya

Dalam lingkaran samsara ini, dalam kesinambungan kehidupan-kehidupan yang tidak terbatas, sejak masa tak berawal hingga saat ini, saya, ____[nama]___, telah berada di bawah kendali klesha-klesha, bentuk-bentuk pikiran keterikatan (lobha/raga), kebencian (dosa/dvesa) dan kesalahpengertian (avidya). Dan oleh karena itu dengan tubuh, ucapan dan citta saya, saya telah melakukan hal-hal yang negatif. Saya telah melakukan sepuluh karma negatif (akushala karma).

Saya telah melakukan lima karma negatif paling berat (panca akusala garuka karma), dan saya telah melakukan lima karma yang mendekati panca akushala garuka karma. Saya telah gagal menjalankan sila-sila pratimoksha. Saya tela gagal menjalankan sila-sila bodhisattva. Saya telah gagal menjalankan sila-sila tantra.

Saya telah memperlakukan ayah dan ibu saya secara tidak hormat. Saya telah memperlakukan Kepala Vihara dan Guru yang memberikan sila-sila kepada saya secara tidak hormat. Saya telah memperlakukan sesama murid Dharma (sahabat-sahabat yang melaksanakan praktek spiritual) secara tidak hormat.

Saya telah melakukan hal-hal yang negatif terhadap Tri Ratna. Saya telah menolak Dharma suci. Saya telah meremehkan Sangha para Arya. Saya telah bertindak melawan seluruh makhluk hidup.

Perbuatan-perbuatan ini dan perbuatan-perbuatan merugikan lainnya, segunung kesalahan-kesalahan, telah saya lakukan. Saya telah mendorong makhluk-makhluk lain untuk melakukannya, saya turut bergembira ketika makhluk-makhluk lain melakukannya, dan lebih banyak lagi.

Secara singkat, saya mengutarakan seluruh kumpulan perbuatan-perbuatan negatif dan kegagalan dalam menjalankan sila-sila dan samaya-samaya saya, yang mungkin pernah saya lakukan, semua hal-hal yang akan menghambat saya untuk mencapai kelahiran-kelahiran lebih baik dan pembebasan itu sendiri, semua hal-hal yang akan terus-menerus menyebabkan penderitaan bagi saya dalam lingkaran samsara.

Di sini, di hadapan Guruku secara langsung, Vajradhara, dan semua yang lain: di hadapan Samyaksambuddha-Samyaksambuddha, Bodhisattva-Bodhisattva dan seluruh Sangha para Arya di setiap penjuru alam semesta, saya secara terbuka mengakui hal-hal yang telah saya lakukan. Saya tidak menyembunyikan hal apapun dariMu, saya mengungkapkan seluruhnya kepadaMu. Dan saya bersumpah bahwa, mulai dari saat ini, saya akan mencegah diri saya dari seluruh perbuatan-perbuatan seperti itu.

Dengan mengakui seluruhnya dan mengungkapkan seluruhnya, saya akan menjadi damai, namun bila tidak mengakui dan mengungkapkannya, saya tidak akan damai.

 

 

Hits: 13