Category: Kasih Mahayana Published: Saturday, 04 November 2017

Menjalani Hidup Dengan Hati Yang Baik
Oleh : Yang Mulia Lama Thubten Yeshe

 

Mengapa kita bosen, kesepian dan malas?

Karena kita tidak punya niat membuka hati kita seluas langit kepada makhluk hidup lain. Bila anda mempunyai kekuatan niat untuk membuka hati anda kepada makhluk hidup lain, anda akan melenyapkan kemalasan, egois, dan kesepian. Sebenarnya, alas an anda kesepian adalah anda tidak sedang mengerjakan apa-apa. Bila anda sibuk, anda tidak punya waktu untuk kesepian. Kesepian hanya dapat muncul dalam pikiran yang tidak aktif. Bila pikiran anda bosen dan tubuh anda tidak aktif, maka anda kesepian. Secara mendasar, ini dating dari sikap egois, mementingkan diri sendiri. Itulah sebab kesepian, malas dan hati yang tertutup.

Tidak ada cara lain untuk mendapatkan kepuasan abadi kecuali anda mengubah sikap dimana anda membuka selenbar-lebarnya hati anda dan mendedikasikan diri anda untuk orang lain dan makhluk hidup lainnya. Bila anda dapat melakukannya, anda terjamin kepuasan batinnya dan tidak akan pernah malas.

Pikiran egois sangat buruk, lebih buruk dari sebuah pisau dalam hati anda. Egoisme membunuh diri anda, menghancurkan hidup anda. Semua masalah-masalah politik di dunia dewasa ini dating dari sikap egois. Tidak masalah apapun obyek egois anda – reputasi anda, bangsa anda, sumber daya planet, uang, sikap mementingkan diri sendiri adalah pembuat masalah utama. Kalian saling membunuh karena bentuk-bentuk pikiran atau niat untuk menguntungkan diri kalian sendiri, menyayangi diri kalian sendiri dan tidak peduli akan kebahagiaan orang lain atau makhluk hidup lain. Semua hubungann buruk, antara suami dan isteri, guru dan murid datang dari sikap egois. Ketika anda merenungkannya, anda dapat melihat bahwa setiap problem di bimi dating dari sikap mementingkan diri sendiri daripada mementingkan semua makhluk hidup lain.

Kita selalu risau bahwa kita belum terselamatkan. Kita tidak ingin sedih atau disakti hatinya, kita ingin hubungan yang baik; kita khawatir tentang kesejahteraan kita sendiri. Kita terus menerus berbicara tentang hal-hal ini. Cara paling gampang untuk membebaskan diri kita dari sakit hati dan emosi adalah melimpahkan diri kita sendiri kepada semua makhluk hidup lain sebanyak atm di dalam semesta ini. Ini secara otomatis menghancurkan niat pikiran menguntungkan diri sendiri dan sakit hati karena egois. Bila anda tidak dapat memberikan seluruh hidup dan diri anda, bahkan merenungkan dan merasakan bahwa anda sama dengan semua orang dan makhluk hidup lain akan menghentikan sakit di hati. Renungkan, “Saya ingin sebahagia mungkin; saya tidak ingin kesusahan atau sakit hati sekecil apapun. Orang lain juga sama. Tanpa melihat suku-agama-ras-kelompok (SARA), kita semua sama. Maka, aku tidak boleh membuat diriku tidak nyaman dengan diskriminasi apapun.”

Mencoba untuk membangkitkan sikap ini lebih gampang daripada mencoba mengembangkan konsentrasi meditasi. Ini lebih powerful, lebih gampang untuk dimengerti pake otak, dan anda telah punya sikap baik ini sampai tingkat tertentu dalam diri anda. Anda hanya cukup menimbunnya lebih banyak. Dan juga, praktisi meditasi dapat menjadi hiper sensitive dan penuh kemarahan.

Mereka tidak ingin gangguan sekecil apapun dan dapat menjadi sangat egois. Bahkan bila seseorang membuat suara terkecil pun, dan mereka menjadi marah, “Anda menghancurkan meditasi aku!” Sebuah praktek latihan yang anda pahami secara filosofis, psikologi dan sains dapat menjadi jauh lebih gampang. “Orang lain, makhluk lain jauh lebih berharga dariku; aku akan melimpahkan hidupku untuk kebahagiaan mereka.” “Kuberikan hidupku, pikiranku, kesehatan tubuhku untuk menerima semua kemarahan, stress, kebencian, tipu daya, kemiskinan, kelaparan, dan semua penyakit mental dan fisik ibu-ibuku, semua makhluk hidup yang aku jumpai dalam hidup ini. Semoga energi tidak nyaman ini selalu ditransformasikan menjadi cinta kasih dalam hati dan tubuhku dan dilimpahkan ke ibu-ibuku, semua makhluk hidup yang aku jumpai dalam hidup, semoga mereka hanya mengalami kebahagiaan selalu.” Pada saat anda melimpahkan diri anda pada orang lain, anda menjadi seluas angkasa – rasa lapang untuk tidak marah ketika orang lain berlaku tidak adil atau memanfaatkan anda.

Saya pikir kebanyakan orang memiliki hati yang baik dan sejumlah dedikasi pada orang lain, tapi kebanyakan mereka bukan praktisi meditasi. Itulah mengapa saya rasa sikap mengabdi begitu sederhana, begitu masuk akal sehat. Itu memberikan anda sebuah kepuasan total yang berbeda dari apa yang secara normal anda alami dan mengikis habis semua pikiran nefatif sehalus dan sekecil apapun. Bila anda dapat terlarut dan terus berlarut-larut dalam batin pikiran positif itu, anda dapat bangga bahwa sikap pengabdian anda itu adalah meditasi dan hidup sejati anda; latihan kewaspadaan anda akan membersssihkan semua sikap “untukku” sehalus apapun dan memberikan hati, kehendak, dan diri anda pada orang lain. Bila siapapun dapat mengatakan hal ini, saya piukir itu hebat. Ini sangat sederhana praktis bila anda dapat mengarahkan hidup anda untuk kepentingan dan kebahagiaan orang lain dan makhluk hidup lain. Anda mungkin tidak termasyhur, tapi hanya terlarut dalam “positive thinking” dan batin positif ini sudah cukup. Ini memerlukan keberanian ekstra untuk hanya ingin melihat orang lain bahagia dan berusaha tidak menimbulkan kesusahan, emosi negatif dalam diri orang lain meskipun diri sendiri susah, teraniaya atau stress.

 

[Dirangkum dari “The Tantric Path of Purification”. Lama Thubten Yeshe. Wisdom Publication.]

 

 

Hits: 29