Category: Kasih Mahayana Published: Saturday, 14 October 2017

Ajaran Sakyamuni Buddha: Guru Kita Yang Sebenarnya
Oleh Yang Mulia Bhiksu Ching Kung

 

Buddhisme adalah ajaran tentang lingkungan kehidupan di sekitar kita dan diri kita sendiri. Buddha mengajarkan kita untuk mengenal diri kita sendiri; pikiran, perkataan dan perbuatan kita serta yang lebih penting adalah akibat yang dapat ditimbulkannya. Buddha menginginkan kita untuk mengembalikan keaslian dan kebijaksanaan diri yang sempurna. Beliau mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk mencapai pengertian akan hidup dan alam semesta yang sempurna dan hanya karena ilusi yang membuat kita tidak sanggup menyadarinya. Kita dibutakan oleh diskriminasi, pemikiran yang tidak menentu dan keterikatan serta melupakan pemikiran murni kita yang sesungguhnya tentang diri kita. Dengan cara ini, kita telah menyebabkan penderitaan yang tidak perlu pada diri kita sendiri.

Read more: Ajaran Sakyamuni Buddha: Guru Kita Yang Sebenarnya

Category: Kasih Mahayana Published: Friday, 06 October 2017

Keunggulan Berpikir
Yang Mulia Maha Bhiksu Hsing Yun

 

"Mendengar dilanjutkan dengan bersikap kritis (menganalisa dan memutuskan yang terbaik), ditambah dengan melatih diri. Kesemuanya ini dapat mengembangkan kebijaksanaan (Prajna). Jauhkanlah keserakahan, putuskan lingkaran kedengkian, pupuskan kebodohan; dengannya kita dapat menanamkan kesucian dalam hati."

"Saya berpikir, maka saya ada". Berpikir merupakan motivasi daripada budaya manusia. Karena manusia dapat berpikir, maka ia dapat mengembangkan kebijaksanaannya. Dalam agama Buddha diajarkan bajwa dengan mendengar, berpikir, dan berlatih, dapat mencapai tingkat samadhi. Kong Hu Cu, sang ahli filsafat, juga mengatakan bahwa untuk belajar, kita harus untuk senantiasa berlatih. "Belajar tanpa berpikir adalah buntu."

Read more: Keunggulan Berpikir

Category: Kasih Mahayana Published: Friday, 06 October 2017

Manfaat Melafalkan Nama Buddha
Prof. Li Pi Nan

 

Kehidupan manusia selalu diliputi oleh suka dan duka. Baik kehidupan yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, semuanya itu disebabkan oleh Hukum Sebab Akibat. Hukum sebab akibat meliputi/mencakup 3 masa yaitu : masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan dataang. Kehidupan yang tidak menyenangkan dan malapetaka-malapetaka merupakan hasil dari kehidupan sebelumnya yang disebabkan oleh pikiran jahat dan perbuatan slah. Kita dapat mengalihkan dan menghindari ketidakberuntungan kita dengan mengulangi nama Buddha.

Read more: Manfaat Melafalkan Nama Buddha

Category: Kasih Mahayana Published: Friday, 06 October 2017

Kebahagiaan Tiada Akhir
Yang Mulia Maha Bhiksu Hsing Yun

 

Suatu ketika, Su Tong Po dan Chi’in Shao Yu berdebat sengit tentang asal mula seekor kutu. Guru Zen Fo Yin berkomentar tentang konfrontasi tersebut, menyulis syair ini:

Angin sepoi-sepoi musim semi berhembus melalui sebuah pohon mengambil dua jalur,
Menghangatkan cabang pohon selatan sambil mendinginkan cabang pohon Utara,
Ini dia, sebuah pemikiran dari Barat,
Sedikit menyorot ke jurusan Barat dan sedikit ke Timur.

Syair ini merupakan salah satu syair favorit pribadi saya karena ide kebahagiana universalnya. Untuk waktu yang lama saya sudah sering mendeklamasikannya. Kemudian datanglah kesadaran ini: Dengan menjadi diri saya sendiri dan menanggulangi masalah-masalah, saya sungguh-sungguh menginginkan kebahagiaan untuk semua.

Read more: Kebahagiaan Tiada Akhir