Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Seluk Beluk Berdana
YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

    1. Apakah syarat-syarat/cara-cara yang harus diperhatikan sewaktu ingin memberikan dana?

      Kiranya dalam mempersembahkan dana, seseorang dapat mempertimbangkan kemurnian sila si pemberi dan penerima, cara mempersembahkan dana, cara mendapatkan barang yang didanakan (legal/ilegal), rutinitas dana, dan manfaat barang yang didanakan; dengan memperhatikan beberapa hal ini agar selalu positif (baik), maka dana akan bisa diarahkan agar berbuah yang maksimal.

      Read more: Seluk Beluk Berdana

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Sayuranisme
Ven S. Dhammika

 

    1. Apakah umat Buddha harus menjadi sayuranis (berpantang makan daging?

      Tidak perlu. Sang Buddha sendiri bukan seorang sayuranis (vegetarian). Beliau tidak pernah mengajarkan siswa-siswa-Nya untuk menjadi sayuranis, dan hingga kini banyak umat Buddha yang baik tanpa harus menjadi sayuranis.

      Read more: Sayuranisme

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Kelahiran Kembali
Ven S. Dhammika

 

    1. Dari manakah manusia berasal? Ke manakah manusia pergi setelah kematian?

      Ada tiga pendapat mengenai jawaban pertanyaan ini. Yang percaya akan "Tuhan" sebagai suatu probadi/makhluk, menyatakan bahwa sebelum seseorang diciptakan, dia tidak ada, kemudian dia ada karena kehendak "Tuhan". Dia menjalani kehidupannya, kemudian, sesuai dengan kepercayaan dan perbuatannya semasa hidup, dia kembali ke surga abadi atau neraka abadi. Pendapat lain mengatakan, seseorang terlahir secara alamiah, hidup, dan setelah kematian keberadaannya tidak berlanjut lagi.

      Read more: Kelahiran Kembali

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Relik / Saririka Dhatu Dalam Buddhisme
YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

    1. Benda apa yang biasanya disebut Relik?

      Istilah 'Relik' dalam Kamus Populer Kontemporer susunan Yose Rizal SM dan David Sahrani, SE diterangkan sebagai barang yang dianggap suci karena bekas peninggalan orang-orang keramat, nabi-nabi atau orang-orang suci lainnya. Sedangkan dalam istilah Buddhis, sesungguhnya relik disebut sebagai Saririka Dhatu, yaitu dapat diartikan sebagai 'sisa jasmani'.

      Read more: Relik / Saririka Dhatu Dalam Buddhisme

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Kebijaksanaan Dan Welas Asih
Ven S. Dhammika

 

    1. Saya sering mendengar umat Buddha berbicara tentang kebijaksanaan dan welas asih. Apakah arti kedua istilah tersebut?

      Beberapa agama meyakini welas asih atau cinta kasih (makna kedua istilah ini hampir sama) sebagai kualitas batin yang paling penting, akan tetapi mereka kurang mengembangkan kebijaksanaan. Akibatnya Anda akan menjadi orang tolol yang baik hati, sangat baik, namun kurang bijaksana. Sistem berpikir yang lain, seperti ilmu pengetahuan, percaya bahwa kebijaksanaan dapatr berkembang dengna baik apabila unsur perasaan termasuk welas asih disisihkan. Akibatnya, ilmu pengetahuan cenderung terlena pada pencapaian dan melupakan bahwa akal budi seharusnya untuk melayani manusia, bukannya untuk mengendalikan dan menguasai manusia. Bahkan, para ilmuwan telah menggunakan keahliannya untuk menciptakan senjata yang mematikan, bom kimia, preang kuman, dan sebagainya. Agama sering memandang akal budi dan kebijaksanaan laksana musuh dari perasaan kasih atau iman. Sebaliknya ilmu pengetahuan sering memandang perasaan kasih dan iman laksana musuh dari akal budi dan obyektivitas. Dan, tentu saja, dengan kemajuan ilmu pengetahuan...agama mengalami kemerosotan.

      Read more: Kebijaksanaan Dan Welas Asih

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Pengendalian Diri
YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

    1. Siapakah yang sebenarnya menjadi pengendali diri kita?

      Pengedali diri kita adalah kesadaran kita, yang merupakan salah satu dari bagian batin manusia. Batin terdiri dari perasaan, pikiran, ingatan dan KESADARAN.

 

    1. Bagaimana caranya agar kita mengenal si pengendali diri kita?

      Kita dapat mengenal pengedali diri melalui pengembangkan latihan kesadaran yang disebut dengan meditasi. Ada dua macam latihan meditasi, yang disebut sebagai samatha bhavana sebagai dasar latihan konsentrasi dan vipassana bhavana sebagai latihan pengembangan kesadaran secara total. Pengembangan kesadaran yang sempurna disebut mencapai kesucian atau Nibbana.

      Read more: Pengendalian Diri

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Dasar Pandangan Agama Buddha
Ven S. Dhammika

 

    1. Apakah ajaran utama Sang Buddha?

      Seluruh ajaran Buddha berinti pada Empat Kesunyataan Mulia, ibarat lingkaran dan jari-jari roda berpusat pada porosnya. Disebut "Empat" karena terdiri dari empat pernyataan. Disebut "Kesunyataan" karena menyatakan kebenaran mutlak. Dan disebut "Mulia" karena barang siapa yang memahaminya niscaya menjadi mulia.

      Read more: Dasar Pandangan Agama Buddha

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Pandangan Agama Buddha Tentang Homoseksuality
YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

      • Apakah agama Buddha menerima kaum Homoseksual ?

        Dalam Agama Buddha seseorang diajarkan untuk bisa mengendalikan diri dari ketamakan, kebencian dan kegelapan batin. Seseorang yang berprilaku seksual menyimpang (Homoseksual, red) bisa saja mengikuti Buddha Dhamma. Karena ia juga memiliki hak untuk itu. Kita harus mengerti bahwa penyimpangan pada dirinya adalah bagian dari keputusan pribadinya, sedangkan pemilihan Buddha Dhamma juga merupakan keputusan pribadinya yang lain. Memang idealnya, setelah ia mengenal Dhamma, lambat laun,ia akan memperbaiki prilakunya sehingga hilanglah kebiasaan yang dikatakan oleh lingkungannya sebagai prilaku yang menyimpang itu.

        Read more: Pandangan Agama Buddha Tentang Homoseksuality

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Buddhisme Dan Mimpi
YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

    1. Bila ditinjau dari Agama Buddha, dimanakah roh kita bila sewaktu kita tidur ?

      Dalam Agama Buddha tidak dikenal adanya roh yang kekal seperti dalam kepercayaan lain, tetapi kita sebagai manusia terdiri dari badan jasmani dan batin. Batin ini merupakan paduan unsur dari perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran.

      Pada waktu tidur seseorang tidak melakukan aktifitas melalui badan jasmaninya, namun batin belum tentu pasif pula. Banyak sekali bukti bahwa pada saat tidur, batin masih aktif sehingga timbullah mimpi. Oleh karena itu, tidurnya seseorang tidak berarti ada sebagian tubuh atau batin kita yang tidak ada di tempat, semuanya masih lengkap seperti sebelum tidur, pada saat tidur dan setelah tidur.

      Read more: Buddhisme Dan Mimpi

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Lima Dasar Moral Umat Buddha
Ven S. Dhammika

 

    1. Agama lain menerima gagasan tentang hal yang benar dan yang salah dari perintah "Tuhan". Anda umat Buddha, tidak percaya akan Tuhan sebagai suatu pribadi, jadi bagaimana Anda tahu mana yang benar dan mana yang salah?

      Semua pikiran, ucapan, atau perbuatan yang dilandasi keserakahan, kebencian, dan itikad buruk yang menjauhkan dari pencapaian kesucian - Nibbana, adalah hal yang salah. Sedangkan pikiran, ucapan, datau perbuatan yagn dilandasi cinta kasih, welas asih, dan kebijaksanaan, yang mendukung penyucian jalan ke Nibbana adalah hal yang baik.

      Read more: Lima Dasar Moral Umat Buddha

Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Rupang / Patung Dalam Agama Buddha
YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

  1. Apakah fungsi rupang/patung dalam Agama Buddha?

    Dalam konsep Buddhis, rupang adalah lambang dari kebuddhaan, oleh karena itu dalam membuat rupang biasanya memperhatikan ciri2 Sang Buddha, karena semuanya melambangkan kebuddhaan, bukan pribadinya.

    Rupang juga merupakan simbol Sang Guru, sehingga apabila kita mengadakan puja bakti bukanlah untuk menyembah rupang tersebut, melainkan untuk menghormati dan mengingat ajaran Sang Guru. Jadi fungsinya sebagai lambang dan kesempatan untuk merenungkan ajaran Sang Guru.

    Read more: Rupang / Patung Dalam Agama Buddha

More Articles ...