Category: Tanya Jawab Dhamma Published: Tuesday, 10 October 2017

Buddhisme Dan Mimpi
YM. Bhikkhu Uttamo Mahathera

 

    1. Bila ditinjau dari Agama Buddha, dimanakah roh kita bila sewaktu kita tidur ?

      Dalam Agama Buddha tidak dikenal adanya roh yang kekal seperti dalam kepercayaan lain, tetapi kita sebagai manusia terdiri dari badan jasmani dan batin. Batin ini merupakan paduan unsur dari perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran.

      Pada waktu tidur seseorang tidak melakukan aktifitas melalui badan jasmaninya, namun batin belum tentu pasif pula. Banyak sekali bukti bahwa pada saat tidur, batin masih aktif sehingga timbullah mimpi. Oleh karena itu, tidurnya seseorang tidak berarti ada sebagian tubuh atau batin kita yang tidak ada di tempat, semuanya masih lengkap seperti sebelum tidur, pada saat tidur dan setelah tidur.

 

    1. Apakah yang menyebabkan kita mimpi, dan kadang-kadang mimpi itu menjadi kenyataan ?

      Karena memang tidak ada sesuatu bagian tubuh yang meninggalkan kita sewaktu kita tidur, maka mimpi bisa saja terjadi. Menurut Dhamma, penyebab mimpi bisa dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

      1. Pikiran kita masih melekat dengan segala sesuatu yang telah kita kerjakan sebelum kita tidur. Misalnya, banyak membicarakan tentang rumah berhantu, maka malamnya kita tidur dan mimpi tentang hantu.

      2. Karena keinginan yang belum terlaksana, misalnya kita ingin ke luar negeri, tapi karena kondisinya belum mendukung, maka pada saat tidur, kita bisa mimpi telah pergi dan jalan-jalan ke luar negeri.

      3. Karena kondisi tubuh yang terganggu, misalnya anak kecil yang ingin buang air kecil, maka ia bisa mimpi buang air di tempat yang sesuai, padahal pada kenyataanya, dia ngompol.

      4. Jenis mimpi yang keempat sering disebut sebagai 'kiriman dewa' karena mimpi jenis ini bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, mimpi gigi atas lepas, maka, dalam kepercayaan, dikaitkan dengan meninggalnya salah satu anggota keluarga kita. Dan, sering hal ini memang terjadi.

      Dalam pertanyaan di atas, yang dimaksudkan adalah jenis mimpi yang keempat ini.

 

    1. Bila kita bermimpi bertemu dengan sanak keluarga kita yang sudah meninggal, dan mereka meminta kita membakar uang kertas / kertas sembahyang. Apakah benar itu saudara kita? Apa yang harus kita lakukan?

      Mungkin benar, tapi juga bisa tidak. Hanya saja, dalam menghadapi situasi ini, ada baiknya kita melakukan perbuatan baik dan melimpahkan jasanya kepada sanak keluarga yang sudah meninggal tersebut, atau bahkan kepada semua makhluk yang menderita. Dengan demikian, kita akan mempunyai kesempatan menambah kebajikan, sekaligus bisa menolong mereka yang menderita.

 

    1. Kadang kita bermimpi dengan alm anggota keluarga kita dan dia menceritakan sesuatu yang memang benar adanya, Apa dapat dipastikan mereka itu saudara kita?

      Bisa memang sanak keluarga kita sendiri, tapi juga bisa makhluk lain yang 'menyamar' sebagai keluarga kita; atau mungkin malah pikiran kita sendiri.

 

Hits: 15