Category: Sutta Published: Thursday, 23 November 2017

Manggala Sutta (Khp 5)

 

Demikianlah yang saya dengar:

 

Pada suatu ketika Sang Bhagava menetap di dekat Savatthi, di hutan Jeta di Vihara Anathapindika, ketika malam menjelang pagi, seorang dewa dengan cahaya yang cemerlang menerangi seluruh hutan Jeta menghampiri Sang Bhagava. Setelah menghormati Beliau, lalu berdiri di satu sisi. Sambil berdiri di satu sisi, dewata itu berkata kepada Sang Bhagava dalam syair:

 

Banyak dewa dan manusia
berselisih paham tentang berkah
yang diharapkan membawa keselamatan,
terangkanlah, apa berkah utama.

 

Tidak bergaul dengan orang yang tidak bijaksana,
bergaul dengan mereka yang bijaksana,
menghormati mereka yang patut dihormati,
itulah berkah utama.

 

Hidup di tempat yang sesuai,
berkat kebajikan-kebajikan hidup yang lampau,
meununtun diri kearah yang benar,
itulah berkah utama.

 

Memiliki pengetahuan dan ketrampilan,
terlatih baik dalam tata susila,.
ramah tamah dalam ucapan,
itulah berkah utama.

 

Membantu ayah dan ibu,
menyokong anak dan istri,
bekerja bebas dari pertentangan,
itulah berkah utama.

 

Dermawan, hidup sesuai dengan Dhamma,
menolong sanak keluarga,
bekerja tanpa cela,
itulah berkah utama.

 

Menjauhi, tidak melakukan kejahatan,
menghindari minuman keras,
mendengarkan Dhamma pada saat yang tepat
itulah berkah utama.

 

Selalu hormat dan rendah hati,
merasa puas dan berterima kasih,
mendengarkan Dhamma pada saat yang sesuai,
itulah berkah utama.

 

Bersemangat, menjalankan hidup suci,
menembus Empat Kesunyataan Mulia,
serta mencapai Nibbana,
itulah berkah utama.

 

Karena dengan mengusahakan hal-hal itu,
manusia tidak terkalahkan dimanapun juga,
serta berjalan aman kemana juga,
itulah berkah utama.

 

 

Hits: 24