Category: Sutta Published: Friday, 24 November 2017

Karaniya Metta Sutta (Khp 9)

 

Karaniya Metta Sutta merupakan Sutta yang menggambarkan cinta kasih dan belas kasihan kepada semua makhluk. Sutta ini pertama sekali di ucapkan langsung oleh Sang Buddha kepada lima ratus orang murid-Nya yang di gangguan oleh makhluk yang menyeramkan sewaktu mereka diperintahkan oleh Sang Buddha untuk melatih diri di hutan.

Untuk membantu para siswa-Nya, Sang Buddha kemudian mengucapkan syair yang kemudian kita kenal dengan Karaniya Metta Sutta. Setelah Beliau mengucapakn syair ini, Beliau berkata "Bhikkhu, bacakanlah Karaniya Metta Sutta ini, ketika kamu hendak masuk ke dalam hutan, dan ketika hendak memasuki tempat meditasi".

Dengan bekal Karaniya Metta Sutta ini, siswa Sang Buddha kemudian kembali ke hutan yang menjadi tempat melatih diri mereka. Sejak itu, mereka tidak lagi dilihati / diganggu makhluk yang menyeramkan.

Syair Karaniya Metta Sutta :

Inilah yang harus dilaksanakan oleh mereka yang tekun dalam kebaikan.
Dan telah mencapai ketenangan bathin.
Ia harus pandai, jujur, sangat jujur.
Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong.

 

Merasa puas, mudah dirawat.
Tiada sibuk, sederhana hidupnya.
Tenang indrianya, selalu waspada.
Tahu malu, tidak melekat pada keluarga.

 

Tak berbuat kesalahan walaupun kecil,
yang dapat dicela oleh para Bijaksana.
Hendaklah ia selalu berpikir:
"Semoga semua makhluk sejahtera dan damai,
semoga semua makhluk berbahagia"

 

Makhluk apapun juga,
Baik yang lemah atau yang kuat tanpa kecuali,
Yang panjang atau yang besar,
yang sedang, pendek, kurus atau gemuk,

 

Yang terlihat atau tidak terlihat,
Yang jauh maupun yang dekat,
Yang telah terlahir atau yang akan dilahirkan,
Semoga semuanya berbahagia.

 

Jangan menipu orang lain,
Atau menghina siapa saja.
Janganlah karena marah dan benci,
Mengharapkan orang lain mendapat celaka.

 

Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan nyawanya,
Untuk melindungi anaknya yang tunggal.
Demikianlah terhadap semua makhluk,
Dipancarkannya pikiran kasih sayang tanpa batas.

 

Hendaknya pikiran kasih sayang,
Dipancarkannya ke seluruh penjuru alam,
ke atas, ke bawah, dan ke sekeliling,
Tanpa rintangan, tanpa benci, atau permusuhan.

 

Sewaktu berdiri, berjalan, atau duduk,
Atau berbaring sesaat sebelum tidur.
Ia tekun mengembangkan kesadaran ini,
Yang dinamakan "Kediaman Brahma".

 

Tidak berpegang pada pandangan yang salah,
Tekun dalam sila dan memiliki kebijaksanaan,
Hingga bathinnya bersih dari segala nafsu indria.
Maka ia tak akan lahir lagi dalam rahim manapun juga.

 

 

Hits: 21