Category: Sutta Published: Friday, 24 November 2017

Ayat-Ayat Kembar

 

 

Manusia adalah hasil pikiran-pikirannya. Diri dibangun diatas dasar fondasi pikiran-pikiran, ia dibentuk oleh pikirna-pikiran. Jika seorang berbicara atau mengambil tindakan menggunakan pikiran jahat, penderitaan akan mengikuti dia sebagaimana roda-roda pedati mengikuti sapi-sapi yang menariknya.

 

Manusia adalah hasil pikiran-pikirannya. Diri dibangun di atas dasar fondasi pikiran-pikiran, ia dibentuk oleh pikiran-pikiran. Jika seseorang berbicara atau mengambil tindakan menggunakan pikiran yang murni, kebahagiaan mengikuti dia, sebagaimana bayangan dirinya yang selalu mengikuti kemana dia pergi.

 

“Ia mencurahi aku, ia memukul aku, ia membuat aku tidak berdaya, ia merampok diriku” – dalam hati mereka yang memelihara pikiran-pikiran seperti ini, kebencian akan selalu menghantui dirinya.

 

“Ia mencurangi aku, ia memukul aku, ia membuat akut tidak bedaya, ia merampok diriku” – dalam hati mereka yang memelihara pikiran-pikiran seperti ini, kebencian akan lenyap. Karena kebencian tidak akan hangus oleh kebencian: kebencian lenyap oleh cinta – ini merupakan kebijaksanaan yang sudah lama diajarkan pada pendahulu kita.

 

Dunia tidak mengetahui bahwa manusia harus mengalami akhir disini, tetapi mereka mengetahui hal ini, pertengkaran-pertengkaran mereka lenyap seketika.

 

Dia yang hidup demi mencari kesenangan semata, panca indranya tidak terkendali, maka berlebihan, malas dan lemah. Mara (sang penggoda) sudah pasti akan menghunjamkan sebagaimana angin merabahnya sebatang pohon lemah.

 

Dia yang hidup tidak demi mencari kesenangan semata, panca indranya terkendali, makan secukupnya, setia dan kuat. Mara (sang penggoda) sudah pasti tidak akan menghunjamnya sebagaimana gunung karang yang kokoh mesti diterpa kedahsyatan angin.

 

Dia yang ingin mengenakan jubah kuning tanpa terlebih dahulu membersihkan diri dari dosa, yang tidak mengacuhkan pengendalian diri dari dosa, yang tidak mengacuhkan pengendalian diri dan kebenaran tidak pantas mengenakan jubah kuning.

 

Dia yang membersihkan diri dari dosa sungguh kukuh dalam segala keutamaan dan dianugerahi pengendalian diri dan kebenaran: dia sungguh pantas mengenakan jubah kuning.

 

Mereka yang membayangkan kebenaran dalam kepalsuan dan melihat kepalsuan dalam kebenaran, tidak pernah akan mencapai kebenaran tetapi mengikuti keinginan keinginan yang sia-sia.

 

Mereka yang mengetahui kebenaran dalam kebenaran dan kepalsuan dalam kepalsuan akan mencapai kebenaran dan mengikuti keinginan-keinginan sejati.

 

Seperti hujan yang menerobos masuk lewat atap yang buruk, nafsu tidak akan menerobos masuk ke dalam pikiran yang reflektif.

 

Seperti hujan yang tidak sanggup menerobos masuk lewat atap yang baik, nafsu tidak akan menerobos masuk ke dalam pikiran yang reflektif.

 

Para pelaku kejahatan berkabung di dunia ini dan juga di dunia selanjutnya; dia berkabung di dalam gua dua dunia ini. Dia berkabung dan menderita ketika melihat keburukan dari perbuatan jahatnya.

 

Orang yang keutamannya bersuka cita di dalam dunia ini dan juga didunia selanjutnya; dia bersufka cita di dalam dunia itu. Dia bersuka cita dan mengalami kegembiraan besar ketika melihat kemurnian perbuatannya.

 

Para pelaku kejahatan berkabung di dunia ini dna juga di dunia selanjutnya; dia berkabung di dalam dua itu. Dia menderita ketika memikirkan kejahatan yang telah diperbuatannya; dia akan lebih menderita manakala berada di jalan kejahatan.

 

Orang yang berkeutamaan bersuka cita di dalam dunai ini dan juga di dunia selanjutnya, dia bersuka cita di dalam dunia itu. Dia merasa bahagia ketika memikirkan kebaikan yang tlah di perabuat . Dia akan lebih merasa bahagia ketika berada di jalan kebenaran.

 

Orang yang acuh tak acuh, bahkan meskipun ia mendasrakan banyak bagian dalam kitab suci, tetapi tidak mempratekkannya. Tidak mendapat bagian dalam kependetaan tetapi ia bagaikan seorang gembala yang sedang menghitung gembalaan orang lain.

 

Orang yang setia kepada hukum suci, bahkan ia hanya mendasarkan sedikit bagian dalam hukum suci, tetapi telah meninggalkan nafsu, kebenciaan dan kebodohan, memiliki pengetahuan sejati dan kedalam dunia ini atau dunia yang akan datang, akan mempunyai bagian dalam kependetaan.

 

 

Hits: 23