Category: Sutta Published: Monday, 27 November 2017

Bunga-Bunga

 

 

Siapa yang akan menaklukkan bumi ini dan dunia Yama, penguasa dunia orang mati dan dunia para dewa?

 

Siapa yang akan menemukan jalan keutamaan seperti seseorang yang pandai menemukan bunga yang dimaksud?

 

Para murid akan menaklukkan bumi dan dunia Yama, penguasa dunia orang mati , dan dunia para dewa. Para murid akan menemukan jalan keutamaan seperti seseorang yang pandai menemukan bunga yang dimaksud.

 

Dia yang mengetahui bahwa tubuh ini ibarat busa dan telah mempelajari bahwa tubuh itu tidak lebih dari sekedar bayangan akan mematahkan anak panah Mara dan tidak akan pernah menatap wajah raja kematian. Kematian menyapu seseorang yang sedang memetik bunga-bunga dan yang pikirannya tidak terfokus sebelum ia terpuaskan dalam kenikmatan-kenikmatan hidup.

 

Seperti kawanan lebah mengumpulkan Nektar dan berlalu tanpa merusak bunga-bunga, warna atau baunya, begitulah seorang bijak berdiam dalam desanya.

 

Bukan kesalahan-kesalahan sesama, dosa-dosa atau penghapusan dosa sesama melainkan perbuatan-perbuatan dan kealpaannya sendiri yang harus mendapatkan perhatian orang bijak.

 

Bagaikan sekuntum bunga yang indah yang perlu warna namun tanpa bau harum ada kata-kata indah namun tanpa makna yang keluar dari mulut orang yang tidak mempraktekkan setiap ucapannya.

 

Tetapi, bagaikan sekuntum bunga yang indah, penuh warna dan harum adalah kata-kata indah penuh makna yang keluar dari mulut dia yang mempraktekkan setiap ucapannya.

 

Sebagaimana macam-macam kalungan bunga yang dapat dibuat dari setumpuk kembang, begitu juga banyak hal baik dapat dicapai seorang manusia yang dilahirkan ke dunia ini.

 

Wangi kebungaan tidak bergerak berlawanan dengan arah angin, begitu juga kayu wangi Himalaya, bunga Tagara dan Mallika, tetapi keharuman mereka yang baik bergerak berlawanan dengan arah angin; seorang yang baik dikenal dimana-mana.

 

Kayu cendana atau Tagara, sekuntum teratau atau Vassiki di antara berbagai keharuman keutamaannya tidak ada tandingannya.

 

Keharuman cendana dan kayu cendana sudah biasa tercium; keharuman mereka yang memiliki keutamaan membumbung hingga pelataran para dewa.

 

Mereka yang memiliki keutamaan-keutamaan ini, yang hidup penuh kesungguhan dan yang dibebaskan berkat pengetahuan sejati, Mara (sang Penggoda) tidak pernah menemukan pintu masuknya.

 

Sebagaimana di atas tumpukan sampah diatas trotoar jalan, bunga teratai akan tumbuh menebar keharuman dan suka cita penuh, begitu juga di antara mereka yang sekedar sampah, para murid sang Buddha bersinar oleh pengetahuan mengatasi anak dunia yang buta hatinya.

 

 

Hits: 19