Category: Sutta Published: Monday, 27 November 2017

Orang Yang Bijaksana

 

 

Jika engkau melihat seseorang yang menunjukkan apa yang harus kau hindari, yang menunjukkan kesalahan-kesalahanmu berkat kebijaksanaannya, ikutlah dia tanpa keraguan suapa engkau menjadi seperti dia yang mengajarkan berbagai harta karun yang tersembunyi. Dia yang mengikuti orang bijak seperti ini pasti akan menjadi lebih baik dan bukannya lebih buruk dari sebelumnya.

 

Biarkan dia memberimu nasihat-nasihat berharga, biarkan dia memberi engkau pengajaran-pengajaran suci, biarkan ia melarang segala sesuatu yang tidak pantas engkau perbuat, dia terkasih karena kebaikan, karena kejahatan dia akan dibenci.

 

Janganlah engkau berteman dengan mereka yang menyimpan keburukan di dalam hatinya, jangan pula bersahabat dengan mereka yang berasal dari kalangan bermoral rendah: bersahabatlah dengan mereka yang berjalan di jalan keutamaan, bersahabatlah dengan mereka yang berjalan di jalan keutamaan, bersahabatlah dengan mereka yang terbaik dari kaummu.

 

Dia yang minum dari air sang Hukum akan hidup bahagia dengan pikiran yang bening nan agung; kaum bijak selalu mendapatkan suka cita sejati dalam hukum sebagaimana yang diajarkan para terpilih.

 

Para penggali sungai mengikuti ke mana pun air mengalir; para pemanah mementang tali busurnya; tukang-tukang kayu bergulat dengan sebatang kayu; mereka yang bijak menempa diri.

 

Sebagaimana sebuah batu karang kukuh tak bergeming didera angin yang bertiup kencang, orang-orang bijak kokoh tak terpengaruh tudingan dan pujian.

 

Hati kaum bijak, setelah mendengarkan semua hukum, menjadi hening sebening danau yang dalam, jernih dan tenang.

 

Sungguh, orang-orang baik menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati-hati; mereka tidak berbicara mengenai kebutuhan dipuaskan secara seksual; apakah dalam pelukan kebahagiaan atau kesengsaraan, mereka tidak pernah tampak begitu gembira ataupun tertekan.

 

Jikalau, demi kebahagiaan dirinya atau sesama, seseorang tidak menginginkan seorang putra, kekayaan, kekuasaan dan jikalau dia tidak menginginkan kesuksesan pribadi dengan cara-cara yang tidak jujur, dia itu berhati baik, bijak dan berkeutamaan.

 

Hanya sedikit di antara manusia yang berhasil mencapai pantai yang lain (menjadi Arhat); kebanyakan orang hanya keluar-masuk pantai tersebut.

 

Tetapi mereka yang telah menerima pengajaran yang benar mengikuti hukum yang sejati, akan mengatasi kerajaan kematian meskipun begitu sukar menyeberanginya.

 

Seseorang yang bijaksana akan meninggalkan kegelapan kehidupan fana ini dan mengikuti jalan pra Bhiksu yang cemerlang bercahaya. Setelah berlalu dari rumahnya menuju suatu negeri yang cari kebahagiaan di tempat yang tampaknya kikir membagi sebuah kebahagiaan. Dengan meninggalkan semua kesenangan di belakang dan tidak memiliki apa-apa, orang bijak seperti ini akan menyucikan dirinya dari segala kesulitan yang ditimbulkan oleh pikiran.

 

Mereka yang pikirannya kuat mengakar dalam ketujuh elemen pengetahuaan, yang tidak mengikat diri dengan segala sesuatu yang lain, mendapatkan suka cita dalam kebebasan dari keterikatan, yang telah menaklukkan nafsu makannya dan penuh dalam cahaya, mereka adalah orang-orang yang bahkan sudah terbebaskan sejak dari dunia ini.

 

 

Hits: 19