Category: Sutta Published: Monday, 27 November 2017

Yang Patut Dipuji

 

 

Tiada ada penderitaan bagi dia yang telah menjalani roda karma dan melampaui kepedihan, yang sepenuhnya telah membebaskan diri dan mengenyahkan rantai pengikat.

 

Dengan pikiran yang sehat, mereka berusaha keras. Mereka tidak ragu-ragu seperti angsa-angsa yang bergegas meninggalkan serang-sarangnya sehabis mencicipi kehangatan danau tempat mereka bercengkrama.

 

Seseorang yang tidak memiliki kekayaan, yang hidup dari makanan yang diperolehnya pada hari ini, yang telah menerima realitas pembebasan yang kosong dan tanpa pamrih (Nirvana), jalan mereka sukar dipahami ibarat engkau hendak mengetahui rahasia burung-burung di udara.

 

Dia yang tidak lagi berkeingnan makan berlebihan, yang tidak tenggelam dalam nikmatnya kesenangan, yang telah menerima realitas pembebasan yang kosong dan tanpa pamrih (Nirvana), jalannya sukar dipahami seperti burung-burung di udara.

 

Bahkan para dewa iri dengan dia yang telah menaklukkan panca indranya seperti kuda yang tali kekangnya tergenggam sempurna di tangan sang penunggang. Para dewa iri dengan dia yang bebas dari rasa bangga dan nafsu makan yang tiada pada tempatnya. Begitulah, orang yang melakukan tugasnya akan bersikap toleran seperti ibu pertiwi, atau seperti sebuah pintu gerbang, dia bagaikan danau tanpa lumpur, tidak ada lagi kelahiran baru yang menantinya.

 

Pikirannya tenang, tenanglah perkataan dan perbuatannya apabila dia telah mencapai kebebasan oleh pengetahuan sejati, apabila ia telah menjadi seorang yang tenang.

 

Orang yang bebas dari kenaifan tetapi mengetahui yang tidak diciptakan, yang telah memutuskan semua ikatan seraya menolak semua godaan dan mengalahkan semua keinginan, dia itulah yang terbesar dari antara manusia.

 

Dalam sebuah dusun terpencil atau hutan, di tengah lautan ataupun di atas tanah kering, dimana pun orang-orang yang patut dipuji (Arahanta) berdiam, tempat itu menyenangkan.

 

Hutan memang menyenangkan. Dimana dunia tidak mengalami suka cita, disitulah orang-orang yang sudah terbebaskan dari hawa nafsu akan menemukan suka cita karena mereka tidak mencari kepuasan-kepuasan badani.

 

 

Hits: 17