Category: Sutta Published: Tuesday, 28 November 2017

Beribu-Ribuan

 

 

Meskipun sebuah pidato terdiri dari seribu kata namun tersusun dari kata-kata kosong tak bermakna, satu kata penuh makna yaitu kata yang membuat mereka yang mendengarnya terdiam adalah lebih baik dari 999 kata lainnya.

 

Meskipun seorang Gatha (pengubah puisi) menciptakan untaian syair seribu kata namun terbuat dari kata-kata kosong tak bermaksud, satu kata Gatha adalah lebih baik jikalau seseorang yang mendnegarnay seketika terdiam.

 

Meskipun seseorang melantungkan seratus Gatha namun terdiri dari kata-kata kosong-melompong, satu kata dari sang hukum akan lebih baik bila mulut pendegnarnya tak bisa berkata-kata ketika ia mendengarkannya.

 

Jika seseorang menaklukkan seribu orang sebanyak seribu kali dalam peperangan, dan jika seorang lainnya menaklukkan dirinya sendiri, orang yang terakhir itu adalah yang terbesar di antara para penakluk.

 

Nilai seseorang yang telah menaklukkan dirinya lebih tinggi daripada semua yang lainnya. Tak ada dewa, Gandharva atau Mara yagn dapat mengubah kemenangan orang yagn telah menundukkan dirinya sendiri dan selalu awas dengan nafsu-nafsunya.

 

Jika seseorang memberi korban suci dari bukan ke bukan selama seratus tahun, dan jika ia pernah sekali memberi penghormatan kepada seseorang yang jiwanya mengakar dalam pengetahuan sejati, lebih baiklah penghromatan tersebut daripada saji-sajian selama seratus tahun tersebut.

 

Jika seorang pengikut menyembah Agni (Api) di hutan selaam seratus tahun dan pernah sekali memberi penghormatan kepada sebuah jiawa yang terberkati dalam pengetahuan sejati, lebih baiklah penghormatan tersebut daripada saji-sajian selama seratus tahun tersebut.

 

Apapun yang dipersembahkan di muka bumi ini sebagai sesaji atau nazar sepanjang tahun untuk suatu rahmat tertentu, semuanya itu tidak ada sepertempat farthing nilainya. Sikpa takzim yang dilakukan sepenuh hatilah yang akan lebih bernilai.

 

Dia yang selalu menyapa orang lain dan segan terhadap orang-orang yang lebih tua, tempat hal akan ditambahkan kepadanya: kehidupan, keindahan, kebahagiaan dan kekuatan.

 

Tetapi dia yang hidup selama seratus tahun namun jahat dan hatinya sembrono, hidup satu hari akan lebih baik kalau dia menjalankan keutamaannya dan bersikap reflektif.

 

Dan dia yang hidup selama seratus tahun, malas dan loyo, hidup satu hari akan lebih baik baginya asalkan dia memperoleh ketangguhan kekuatan diri.

 

Dan dia yang hidup selama seratus tahun, tidak melihat awal dan akhir, kehidupan satu hari akan lebih bermakna seandainya orang itu bisa melihat awal dan akhir.

 

Dan dia yang hidup selama seratus tahun namun tidak melihat tempat keabadian, lebih berhargalah kehidupan sehari asalkan dia melihat tempat yang kekal.

 

Dan dia yang hidup selama seratus tahun namun tidak melihat hukum tertinggi, lebih berhargalah kehidupan sehari asalkan dia melihat hukum tertinggi.

 

 

Hits: 20