Category: Sutta Published: Tuesday, 28 November 2017

Kejahatan

 

 

Manusia seharusnya bergegas menuju kebaikan dan menjauhkan pikirannya dari kejahatan. Jika ia melakukan kebaikan dengan malas-malasan, pikirannya bersuka cita dalam kejahatan.

 

Jika seseorang jatuh dalam dosa, janganlah dia jatuh untuk kedua kalinya, janganlah dia bersuka cita di dalamnya. Akumulasi kejahatan adalah penderitaan.

 

Bila seseorang melakukan apa yang baik, kiranya dia melakukan lagi dan bersuka cita didalamnya. Akumulasi kebaikan adalah kebahagiaan.

 

Bahkan orang jahat melihat kegembiraan sejauh kejahatannya belum matang. Akan tetapi, ketika kejahatan itu sudah matang, orang jahat itu akan melihat kejahatan.

 

Bahkan orang baik melihat kejahatan selama berhari-hari sejauh perbuatan baiknya itu belum matang. Akan tetapi, saat masa panen tiba, orang baik akan melihat hal-hal yang baik.

 

Hendaknya tak seorang pun bermain-main dengan kejahatan dalam pikirannya seraya berkata, ia tidak akan menghantuiku malam ini.' Sebab tetes demi tetes air akan dapat mengisi sebuah cerek hingga penuh. Orang bodoh akan dipenuhi kejahatan meskipun ia mengumpulkannya sedikit demi sedikit.

 

Hendaknya tak ada yang bermain-main dengan kejahatan dalam pikirannya seraya berkata, "ia tidak akan menghantuiku malam ini". Sebab hanya dengan tetes demi tetes air, sebuah cerek air akan penuh jua. Orang bijak akan dipenuhi kebaikan meskipun ia mengumpulkannya sedikit demi sedikit.

 

Kiranya seseorang menghindar dari perbuatan-perbuatan jahat seperti seorang saudagar yang tidak menempuh rute yang ia anggap berbahaya karena kecillah iring-iringannya dan banyaklah dagangan yang ia bawa; seperti seseorang yang menghindari bahaya racun karena mencintai hidupnya.

 

Orang yang tidak mempunyai luka di tangannya boleh menyentuh racun dengan tangannya. Seperti halnya racun tidak meracuni orang yagn tidak terluka tangannya, begitu juga tidak ada kejahatan bagi orang yang tidak mengotori hidupnya dengan kejahatan.

 

Jika seseorang menggangu yang tak berdosa, murni dan baik hati, kejahatan berbalik kepada si bodoh itu seperti debu-debu ringan yang dilemparkan kembali oleh sang bayu.

 

Sebagaian orang dilahirkan kembali; para pelaku jahat dilontarkan ke dalam neraka sedangkan orang-orang benar dipersilakan masuk ke dalam surga. Setiap orang yang bebas dari semua keinginan duniawi mendapatkan Nirvana.

 

Tidak di langit, tidak di tengah samudra atau bahkan jika kita menyelinap ke dalam ceruk-eruk pegunungan ada tempat didunia yang bebas dari perbuatan jahat.

 

Tidak di langit, tidak juga ditengah samudra atau bahkan di cerukc-eruk pegungunan ada tempat di dunia yang bebas dari kematian manusia.

 

 

Hits: 20