Category: Sutta Published: Tuesday, 28 November 2017

Usia Lanjut

 

 

Mengapa ada tawa, mengapa hadir kegembiraan sebagaimana dunia ini selalu menyaksikannya? Wahai engkau yang dikepung kegelapan, adakah engkau mencari seberkas sinar?

 

Tengoklah si bodoh yang asyik berdandan ini, berselimt borok, mengelompok, sakit-sakitan penuh rencana di benaknya namun miskin kekuatan, miskin pegangan!

 

Tubuh ini tersia-sia, penuh kesakitan dan renta; tumpukan kemunafikan ini hancur berpeking-keping, hidup memang niscaya di robek kematian.

 

Tataplah tulang belulang kebau-abuan itu yang terpental seperti buah-buah labu di musim semi pegunungan, kenikmatan apa yang tersisa dalam hidup!

 

Setelah tulang-tulang membentuk sebentuk jerangkong yang ditambal dengan daging dan diairi dengan darah, usia tua dan kematian, kebanggaan dan tibu muslihat kemudian masuk berdiam.

 

Kereta-kereta perang termasyhur raja-raja dihancurkan, tubuh pun menuju kehancuran, tetapi kesalehan orang-orang baik tidak pernah menukik pada kehancuran - jadi, yang baik untuk yang baik.

 

Seorang manusia yang hanya sedikit belajar akan tumbuh tua seperti seekor kerbau. Tubuh kian gempal dan besar namun pengetahuan sangat cetek.

 

Untuk menemukan pembuat tabernakel ini, aku harus berjalan dari satu kelahiran ke kelahirn berikutnya tanpa hasil; dan sakitlah kelahiran berulang-ulang itu. Tetapi sekarang, wahai engkau sang pemahat tabernakel, engkau telah kulihat, engkau tidak boleh membuat tabernakel ini laig. Semua rusuk-rusukmu sudah dipatahkan, tiang penyanggamu sudah dirobohkan. Sang pikiran yang sedang mendekati Yang Abadi (visankhara, nirvana) telah mengenyahkan segala keinginan.

 

Orang yang tidak memperhatikan disiplin dan tidak mendapatkan kekayaan spiritual dimasa mudanya akan lenyap seperti bangau-bangau bangkotan yang menyelam ke dalam danau tanpa mendapatkan seekor ikan pun.

 

Orang yang tidak memperhatikan disiplin dan tidak mendapatkan kekayaan spiritual di masa mudanya akan tergeletak seperti anak panah patah seraya menghela nafas menyesali masa lalunya.

 

 

Hits: 20