Category: Sutta Published: Wednesday, 29 November 2017

Kenikmatan

 

 

Dia, yang memberikan diri kepada kesombongan dan bukan kepada meditasi seraya melalaikan tujuan hidup yang sesungguhnya dan menari-nari bersama kenikmatan, pada waktunya akan merasa iri dengan apa yang diperoleh seseorang yang tekun meniti keselamatan dalam meditasi.

 

Hendaknya tak seorangpun berpegang pada apa yang nikmat atau pada apa yang tidak nikmat. Tidak melihat apa itu yang nikmat adalah derita, dan adalah penderitaan melihat apa itu yang tidak nikmat.

 

Oleh karena itu, hendaknya engkau tidak mencintai sesuatu apapun; kehilangan yang dikasihi adalah kejahatan. Mereka yang tidak mencintai maupun membenci sesuatu apapun, tidak terikat dalam borgol-borgol.

 

Dari hawa nafsu tercipta penderitaan, dari hawa nafsu tercipta ketakutan. Dia yang bebas dari kenafsuan tidak mengenal penderitaan maupun rasa takut.

 

Dari cinta tercipta penderitaan, dari cinta tercipa ketakutan. Dia yang bebas dari cinta tidak mengenal penderitaan maupun rasa takut.

 

Dari keserakahan tercipta penderitaan, dari keserakahan tercipa ketakutan. Dia yang bebas dari keserakahan tidak mengenal penderitaan maupun rsa takut.

 

Dari yang memiliki keutamaan dan kecerdasan, dia yang adil, bicara akan kebenaran dan melakukan apa yang menjadi urusannya sendiri, kepada dia dunia akan diberikan.

 

Dia yang begitu merindukan Kebahagiaan Tertinggi (Nirvana), yang terpuaskan dalam pikirannya dan yang pikiran-pikirannya tidak dikacaukan oleh cinta, dia disebut urdhvams-rotas (terangkat ke atas oleh sang arus).

 

Kaum kerabat, para sahabat dan kekasih hati memberi salam hormat kepada seorang yang telah pergi jauh dan kembali pulang dengan selamat.

 

Begitulah, mereka menerima dia yang melakukan kebaikan dan yang telah pergi dari dunia ini ke dunia lainnya - seperti kaum kerabat yang menerima seorang teman yang baru kembali.

 

 

Hits: 18