Category: Sutta Published: Wednesday, 29 November 2017

Jalan

 

 

Yang terbaik dari segala jalan adalah delapan jalan (doktrin Yang Benar, Tujuan yang Benar, Arah yang Benar, Perilaku yang Benar, Kemurnian yang Benar, Pikiran yang Benar, Pengasingan Diri yang Benar, Penyelamat yang Benar); yang terbaik dari segala kebenaran adalah ketidaan nafsuy; yang terbaik di antara sekalian manusia adalah dia yang matanya untuk melihat.

 

Inilah jalannya, jalan lain tidak akan sanggup membawa manusia kepada pemurnian pengetahuaan. Berjalanlah disini! Ini adalah kebingungan yang ditimbulkan oleh Mara, sang penggoda.

 

Jikalau engkau mendengarkan Mara, jalanmu akan berakhir pada penderitaan! Sang jalan adalah yang aku ajarkan kepadamu setelah aku memahami bagaimana mengenyahkan duri-duri dari dalam daging.

 

Engkau sendiri harus berusaha keras. Para Tathagata (para Buddha) hanya para pengajar. Orang-orang yang masuk jalan tersebut dengan sukap kritis akan dianugerahi pembebasan dari rantai perbudakan Mara.

 

"Semua diciptakan untuk mati," dia yang mengetahui dan melihat kebenaran ini tidak akan mendapat penderitaan; inilah jalan menuju kemurnian.

 

"Semua yang diciptakan adalah kesedihan dan penderitaan," dia yang mengetahui dan melihat kebenaran ini tidak akan mendapatkan penderitaan; inilah jalan penting menuju kemurniaan.

 

"Semua makhluk akan lenyap," dia yang mengetahui dan melihat kebenaran ini tidak akan mendapat penderitaan inilah jalan menuju pemurniaan.

 

Dia yang tidak bangkit saat kebangkitan tiba, yang meskipun muda dan kuat namun penuh kemalasan seraya keinginan dan pikirannya lemah, orang yang lesu dan pasif tak berbuat apa-apa ini tidak pernah menemukan jalan menuju pengertian.

 

Waspada dengan ucapan-ucapannya ditambah kendali diri yang bagus, hendaknya tak seorang pun membiarkan dirinya tercebyur dalam perbuatan buruk dengan tubuhnya! Kiranya engkau hanya memelihar tiga jalan tindakan ini dalam hidupmu supaya engkau mencapai jalan yagn diajarkan oleh kalangan bijak.

 

Karena antusiasme yang meluap-luap, pengetahuan diperoleh, karena kurangnya intensitas antusiasme, pengetahuan lenyap. Kiranya seseorang yang mengetahui jalan dua cabang ini, perolehan dan kehilangan, menempatkan dirinya sedemikian sehingga pengetahuan boleh bertumbuh.

 

Tebaslah semua yang ada dalam hutan keinginan, jangan hanya satu pohon saja. Bahaya berasal dari rimba keinginan. Ketika engkau menebas bai hutan keingnan maupun segala yang bernaung di bawahnya, wahai para Bhiksu, engkau akan diajuhkan dari hutan keinginan.

 

Selama keinginan pria terhadap wanita, bahkan yang terkecil sekalipun, tidak dihancurkan, selama pikirannya terbelenggu, ia bahgaikan anak sapi yang menyusu pada induknya.

 

Usirlah cinta diri bak teratai di musim gugur dengan tangan sendiri! Dapatkanlah jalan kedamaian. Nirvana sudah ditunjukan oleh Sugata (Buddha).

 

"Aku akan tinggal dalam balutan hujan, aku akan tinggal dalam dekapan musim dingin dan panas", jadinya orang bodoh bermeditasi dan tidak merenungkan kematian.

 

Kematian datang dan membawanya pergi sementara anak-anak dan handai-taulannya mendapatkan penghormatan. Pikirannya terpecah seperti banjir yang menyapu seisi desa yang terlelap.

 

Anak-anak, ayah, atau kerabatnya, tidak ada yang dapat menolongnya dari kematian yang sudah menjemputnya.

 

Seseorang yang bijak dan menjalani hidup dengan benar, yang mengetahui makna hal ini seharusnya dengan cepat meretas jalan menuju ke Nirvana.

 

 

Hits: 19