Category: Sutta Published: Monday, 04 December 2017

Bodhi Sutta (1) (Ud I.1)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di hutan Uruvela, di tepi sungai Neranjara, di bawah pohon Bodhi, baru saja Sang Bhagava mencapai Pencerahan Sempurna. Pada saat itu Sang Bhagava duduk bermeditasi selama tujuh hari sedang menikmati kebahagiaan dari kebebasan. Kemudian pada akhir hari ketujuh itu, Sang Bhagava berhenti bermeditasi, dengan pandangann-Nya yang terang pada pengamatan malam permulaan, Sang Bhagava memperhatikan sebab musabab yang saling bergantungan dalam urutan maju; demikian:

“Ini ada, itu ada; karena munculnya ini maka muncullah itu. Yaitu: dengan adanya ketidaktahuan sebagai kondisi, bentuk-bentuk pemikiran/kehendak muncuk; dengan adanya bentuk-bentuk pemikiran/kehendak sebagai kondisi, kesadaran muncul; dengan adanya kesadaran sebagai kondisi, batin dan jasmani muncul; dengan adanya batin dan jasmani sebagai kondisi; rnam landasan indria muncul; dengan adanya kontak sebagai kondisi. Perasaan muncul; dengan adanya perasaan sebagai kondisi, mnafsu keinginan muncul; dengan adanya nafsu keinginan sebagai kondisi, kemelekatan muncul; dengan adanya kemelekatan sebagai kondisi, dumadi muncul; dengan adanya dumadi sebagai kondisi, kelahiran muncul; dengan adanya kelahiran sebagai kondisi, umur tuda dan kematian, duka cita, keluh kesah, rasa sakit, kesedihan dan keputusasaan muncul. Inilah mula dari seluruh rangkaian penderitaan”.

 

Kemudian karena menyadari pentingnya hal itu, Sang Bhagava pada saat itu mengungkapkan khotbah insipirasi ini:

Kebenaran menjadi jelas,
Bagi Brahmana yang bermeditasi dengan giat.
Semua keraguan lenyap karena ia mengerti,
Bagaimana tiap faktor yang muncul ada penyebabnya.

 

 

Hits: 12