Category: Sutta Published: Monday, 04 December 2017

Bodhi Sutta (2) (Ud I.2)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Suatu ketika Sang Bhagava sedang tinggal di hutan Uruvela, di tepi sungai Neranjara, di bawah pohon Bodhi, baru saja Sang Bhagava mencapai Pencerahan Sempurna. Pada saat itu Sang Bhagava duduk bermeditasi selama tujuh hari sedang menikmati kebahagiaan dari kebebasan. Kemudian pada akhir hari ketujuh itu, Sang Bhagava berhenti bermditasi dan dengan pandangan-Nya yang terang selama pengamatan malam pertengahan, memperhatikan sebab musabab yang saling bergantungan dalam urutan balik, demikian:

“Ini tidak ada, itu tidak ada, dari berhenti-nya ini, maka itu berhenti. Yaitu; dari berhentinya ketidaktahuan bentuk-bentuk pemikiran.kehendak berhenti; dari berhentinya bentuk-bentuk pemikiran/kehendak, kesadaran berhenti, batin dan jasmani berhenti; dari berhentinya batin dan jasmani, enam landasan indria berhenti; dari berhentinya enam landasan indria, kontak berhenti; dari berhentinya kontak, perasaan berhenti; dari berhentinya perasaan, nafsu keinginan berhenti; dari berhentinya nafsu keinginan, kemelekatan berhenti; dari berhentinya kemelekatan, dumadi berhenti; dari berhentinya dumadi, kelahiran berhenti; dari berhentinya kelahiran, usia tua dan kematian, duka cita, keluh kesan, rasa sakit, kesedihan dan keputusaan berhenti. Ini merupakan berhentinya seluruh rangkaian penderitaan.”

 

Kemudian karena menyadari pentingnya hal itu, Sang Bhagava pada saat itu mengungkapkan khotbah insipirasi ini:

Kebenaran menjadi jelas,
Bagi Brahmana yang bermeditasi dengan giat.
Semua keraguan lenyap karena ia sudah tahu,
Lenyaplah kondisi-kondisi penyebab kemunculan.

 

 

Hits: 12