Category: Sutta Published: Monday, 04 December 2017

Bodhi Sutta (3) (Ud I.3)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di hutan Uruvela, di tepi sungai Neranjara, di bawah pohon Bodhi, baru saja Sang Bhagava mencapai Pencerahan Sempurna. Pada saat itu Sang Bhagava duduk bermeditasi selama tujuh hari sedang menikmati kebahagiaan dari kebebasan. Kemudian pada akhir hari ketujuh itu, Sang Bhagava berhenti bermeditasi, dengan pandangann-Nya yang terang pada pengamatan malam permulaan, Sang Bhagava memperhatikan sebab musabab yang saling bergantungan dalam urutan maju maupun balik, demikian:

“Karena ini ada, itu ada; dari timbulnya ini, timbullah itu; karena tidak ada ini, itu tidak ada; dari berhentinya ini, itu berhenti. Yaitu: dengan adanya ketidaktahuan sebagai kondisi, bentuk-bentuk pikiran/kehendak muncul; dengan adanya kelahiran sebagai kondisi......... maka usia tua dan kematian, duka cita, keluh kesah, rasa sakit, kesedihan dan keputusasaan muncul. Ini merupakan asal mula seluruh rangkaian penderitaan.

Tapi dari lenyap dan berhentinya sama sekali ketidaktahuan keseluruhan maka bentuk-bentuk pemikiran/kehendak berhenti... dari berhentinya kelahiran maka usia tua dan kematian, duka cita, keluh kesah, rasa sakit, kesedihan, dan keputusasaan berhenti. Ini merupakan berhentinya seluruh rangkaian penderitaan.

 

Kemudian karena menyadari pentingnya hal itu, Sang Bhagava pada saat itu mengungkapkan khotbah insipirasi ini:

Kebenaran menjadi jelas,
Bagi Brahmana yang bermeditasi dengan giat.
Ia bertahan dan mengalahkan gangguan Mara,
Seperti matahari bersinar di langit.”

 

 

Hits: 10