Category: Sutta Published: Monday, 04 December 2017

Mahakassapa Sutta (Ud I.6)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Suatu ketika Sang Bhagava sedang tinggal di dekat Erajagaha, di Hutan Bambu, di Tempat Pemberian Makan Tupai. Pada saat itu yagn Ariya Mahakassapa sementara tinggal di Gua Pipphali, jatuh sakit, menderita dan sengsara. Setelah beberapa saat Yang Ariya Mahakassapa sembuh dari sakit, kemudian beliau berpikir, “Bagaimana jika saya memasuki Rajagaha untuk menerima dana makanan?”

 

Pada saat itu 500 dewata sibuk mempersiapkan makanan bagi Yang Ariya Mahakassapa, tetapi sesudah menolak tawaran 500 dewata itu, Yang Ariya Mahakassapa memakai jubah-Nya sebelum siang hari, dan dengan membawa mangkok dan jubah luar-Nya, memasuki Rajagaha untuk menerima dana makanan; berjalan di jalan-jalan rumah orang miskin dan orang papa, jalan-jalan rumah para pemintal.

 

Sang Bhagava melihat Yang Ariya Mahakassapa di Rajagaha sedang berjalan untuk menerima dana makanan; di jalan-jalan rumah orng miskin dan papa, jalan-jalan rumah pemintal.

 

Kemudian karena menyadari pentingnya hal itu, Sang Bhagava pada saat itu mengungkapkan khotbah inspirasi ini :

Tidak melekat pada sesuatu dan tidak dikenal,
Terkendali, teguh dalam hal-hal penting,
Telah terbebas dari kekotoran dan bebas dari kesalahan,
Dia lah yang saya sebut seorang Brahmana.

 

 

Hits: 15