Category: Sutta Published: Monday, 04 December 2017

Sangamaji Sutta (Ud I.8)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang tinggal di dekat Savatthi, di hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Yang Ariya Sangamaji telah tiba di Savatthi untuk menemui Sang Bhagava. Bekas isteri yang Ariya Sangamaji setelah mendengar bahwa Tuan Sangamaji tiba di Savatthi, membawa anaknya dan pergi ke hutan Jeta. Pada saat Yang Ariya Sangamaji sedang duduk di bawah pohon untuk beristirahat ditengah hari itu. Lalu bekas isterinya mendekati dan berkata “Ini anakmu, petapa, rawatlah dia.” Ketika kata-kata itu diucapkan Yang Ariya Sangamaji tetap diam. Untuk kedua dan ketiga kali: “Ini anakmu, petapa, rawatlah dia”. Dan untuk ketiga kalinya Yang Ariya Sangamaji tetap diam.

 

Kemudian bekas isterinya Yang Ariya Sangamaji meletakkan anak itu didepannya dan pergi sambil mengatakan: “Itu anakmu, petapa, besarkanlah dia”. Tetapi yang Ariya Sangamaji tidak memandang anak itu maupun mencoba berbicara dengan dia. Kemudian isterinya setelah berjalan beberapa langkah, menegok kembali dan melihat bahwa Yang Ariya Sangamaji tidak memandangi anak itu maupun berbicara kepadanya.

 

Melihat ini dia berpikir: “Petapa ini bahkan tidak membutuhkan anakanya”. Dia kembali mengambil anak itu dan pergi. Dengan mata suci_Nya yang telah dimurnikan dan melebihi manusia biasa, Sang Bhagava melihat tindakan bekas isteri Yang Ariya Sangamaji yang tidak sopan itu.

 

Kemudian karena menyadari pentingnya hal itu, Sang Bhagava pada saat itu mengungkapkan khotbah inspirasi ini:

Dia tidak bergembira melihat wanita itu datang,
Tidak juga bersedih ketika dia pergi,
Sangamaji terbebas dari ikatan,
Dia lah yang saya sebut Brahmana.

 

 

Hits: 16