Category: Sutta Published: Wednesday, 06 December 2017

Raja Sutta (Ud II.2)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu sejumlah besar bhikkhu, sehabis bersantap, kembali dari pengumpulan makanan sedekah, telah berkumpul di ruang pertemuan ketika perbincangan ini timbul: "Sobat-sobat, yang mana dari kedua raja ini yang punya kekayaan lebih besar, barang milik lebih banyak, harta lebih banyak, ternak hewan tunggangan lebih banyak, tentara lebih banyak, kesaktian lebih hebat, kemampuan lebih hebat: Raja Seniya Bimbisara dari Magadha atau Raja Pasenadi dari Kosala?" Dan perbincangan ini tidak mencapai kesimpulan. Kemudian Sang Bhagava, keluar dari penyepiannya di sore hari, pergi ke ruang pertemuan dan, ketika tiba, duduk di tempat duduk yang dipersiapkan. Sementara tengah duduk di sana, beliau mengamanatkan para bhikkhu: "Untuk memperbincangkan apakah kalian berkumpul bersama-sama di sini? Dan perbincangan apakah yang tidak mencapai kesimpulan?"

 

"Baru saja, bhante, sehabis bersantap, kembali dari pengumpulan makanan sedekah, kami berkumpul di ruang pertemuan ketika perbincangan ini timbul: 'Sobat-sobat, yang mana dari kedua raja ini yang punya kekayaan lebih besar, barang milik lebih banyak, harta lebih banyak, ternak hewan tunggangan lebih banyak, tentara lebih banyak, kesaktian lebih hebat, kemampuan lebih hebat: Raja Seniya Bimbisara dari Magadha ataukah Raja Pasenadi dari Kosala?' Ini adalah perbincangan yang tidak mencapai kesimpulan ketika Sang Bhagava tiba."

 

"Tidaklah benar, para bhikkhu, bahwa para putra kaum, yang telah berkelana lewat keyakinan dari kehidupan berumah ke tak-berumah, memperbincangkan hal seperti itu. Ketika kalian telah berkumpul, kalian punya dua tugas: berbincang Dhamma atau kebungkaman yang mulia."

 

Kemudian, menginsyafi pentingnya hal tersebut, Sang Bhagava ketika itu mengutarakan sabda ini :

Kebahagiaan inderawi apapun di dunia,
kebahagiaan surgawi apapun,
tak berharga seperenambelas-perenambelas
dari kebahagiaan habisnya pengidaman.

 

 

Hits: 7