Category: Sutta Published: Thursday, 07 December 2017

Nanda Sutta (Ud III.2)

 

 

Demikianlah yang telah kudengar.

 

Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada saat itu Y.M. Nanda -- saudara tiri Sang Bhagava, putra bibi dari pihak ibu, memberitahu sejumlah besar Bhikkhu, "Aku tidak puas menjalani kehidupan suci, sobat-sobat. Aku tidak dapat memikul kehidupan suci. Berhenti dari latihan ini, aku akan kembali ke kehidupan awam." Kemudian seorang Bhikkhu tertentu pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara ia tengah duduk di sana, ia berkata kepada Sang Bhagava: "Bhante, Y.M. Nanda, saudara tiri Sang Bhagava, putra bibi dari pihak ibu, telah memberitahu sejumlah besar Bhikkhu, 'Aku tidak puas menjalani kehidupan suci, sobat-sobat. Aku tidak dapat memikul kehidupan suci. Berhenti dari latihan ini, aku akan kembali ke kehidupan awam.'"

 

Kemudian Sang Bhagava mengamanatkan seorang Bhikkhu tertentu, "Mari, Bhikkhu. Atas namaku, panggillah Nanda, katakan, 'Sang Guru memanggilmu, sobat.'"

 

"Baiklah, Bhante," Bhikkhu tersebut menjawab dan, setelah pergi kepada Y.M. Nanda, ketika tiba ia berkata, "Sang Guru memanggilmu, sobat."

 

"Baiklah, sobat," Y.M. Nanda menyahut. Kemudian ia pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara ia tengah duduk di sana, Sang Bhagava berkata kepadanya, "Apakah benar, Nanda, bahwa engkau telah memberitahu sejumlah besar Bhikkhu, 'Aku tidak puas menjalani kehidupan suci, sobat-sobat. AKu tidak dapat memikul kehidupan suci. Berhenti dari latihan ini, aku akan kembali ke kehidupan awam.'?"

 

"Ya, bhante."

 

"Namun mengapa, Nanda, engkau tidak puas menjalani kehidupan suci?"

 

"Bhante, sewaktu aku meninggalkan rumah, seorang gadis Sakya, tercantik di seluruh negeri mengerling kepadaku, dengan rambutnya yang setengah tersisir, dan berkata, 'Kembalilah segera, tuan.' Mengingat itu, aku tidak puas menjalani kehidupan suci. Aku tidak dapat memikul kehidupan suci. Berhenti dari latihan ini, aku akan kembali ke kehidupan awam."

 

Kemudian, memegang tangan Y.M. Nanda, bagai seorang lelaki yang kuat dapat melenturkan lengannya yang terjulur atau menjulurkan lengannya yang terlentur, Sang Bhagava lenyap dari Hutan Jeta dan muncul kembali di antara para dewa di Surga Tavatimsa. Adapun pada saat itu kira-kira 500 bidadari berkaki-merah-muda telah datang untuk melayani Sakka, penguasa para dewa. Dan Sang Bhagava berkata kepada Y.M. Nanda, "Nanda, apakah engkau melihat 500 bidadari berkaki-merah-muda itu?"

 

"Ya, bhante."

 

"Bagaimana pendapatmu, Nanda: Yang mana lebih cantik, lebih indah dipandang, lebih mempesona, si gadis Sakya, yang tercantik di seluruh negeri, atau 500 bidadari berkaki-merah-muda ini?"

 

"Bhante, dibanding dengan 500 bidadari berkaki-merah-muda ini, si gadis Sakya, yang tercantik di seluruh negeri itu, seperti seekor monyet hangus dengan telinga dan hidung buntung. Dia tidak masuk hitungan. Dia bahkan tidak nempil sedikitpun. Sama sekali tidak bisa diperbandingkan. Lima ratus bidadari ini jauh lebih cantik, lebih indah dipandang, lebih mempesona."

 

"Lalu bergembiralah, Nanda. Bergembiralah! Aku adalah jaminanmu untuk memperoleh 500 bidadari berkaki-merah-muda."

 

"Bila Sang Bhagava adalah jaminanku untuk memperoleh 500 bidadari berkaki-merah-muda, aku akan puas menjalani kehidupan suci di bawah Sang Bhagava."

 

Kemudian, memegang tangan Y.M. Nanda, bagai seorang lelaki yang kuat dapat melenturkan lengannya yang terjulur atau menjulurkan lengannya yang terlentur, Sang Bhagava lenyap dari antara para dewa di Surga Tavatimsa dan muncul kembali di Hutan Jeta. Para Bhikkhu mendengar, "Mereka bilang bahwa Y.M. Nanda, saudara tiri Sang Bhagava, putra bibi dari pihak ibu, menjalani kehidupan suci demi para bidadari. Mereka bilang bahwa Sang Bhagava adalah jaminannya untuk memperoleh 500 bidadari berkaki-merah-muda."

 

Kemudian para bhikkhu yang adalah sahabat dari Y.M. Nanda berkeliling dengan menyebutnya sebagai orang upahan dan pedagang: "Sahabat kita Nanda, mereka bilang, adalah orang upahan. Sahabat kita Nanda, mereka bilang, adalah pedagang. Ia menjalani kehidupan suci demi para bidadari. Sang Bhagava adalah jaminannya untuk memperoleh 500 bidadari berkaki-merah-muda."

 

Kemudian Y.M. Nanda merasa terhina, malu, dan muak bahwa para bhikkhu yang adalah sahabatnya menyebutnya sebagai orang upahan dan pedagang, pergi untuk bersemayam menyendiri, waspada, tekun, dan penuh tekad. Ia tak lama kemudian masuk dan bersemayam dalam tujuan utama dari kehidupan suci yang untuk itu para putra kaum dengan benar berkelana dari kehidupan berumah ke tak-berumah, mengetahui dan menyadari itu untuk dirinya di sini dan sekarang. Ia mengetahui: "Kelahiran berakhir, kehidupan suci terpenuhi, tugas terlaksana. Tiada lagi demi dunia ini." Dan dengan demikian Y.M. Nanda menjadi salah seorang dari para arahat.

 

Kemudian satu dewa tertentu, pada malam yang sangat larut, cahayanya yang sangat luar biasa menerangi seluruh Hutan Jeta, menghampiri Sang Bhagava. Ketika tiba, setelah menyalami beliau, ia berdiri di satu sisi. Sementara ia tengah berdiri di sana, ia berkata kepada Sang Bhagava: "Bhante, Y.M. Nanda, saudara tiri Sang Bhagava, putra bibi dari pihak ibu, lewat habisnya noda-noda, telah masuk dan bersemayam dalam pembebasan benak serta pembebasan kebijaksanaan yang tanpa noda, mengetahui dan menyadari itu untuk dirinya di sini dan sekarang." Dan pada Sang Bhagava, pengetahuan muncul: "Nanda, lewat habisnya noda-noda, telah masuk dan bersemayam dalam pembebasan benak serta pembebasan kebijaksanaan yang tanpa noda, mengetahui dan menyadari itu untuk dirinya di sini dan sekarang."

 

Kemudian, ketika malam telah berlalu, Y.M. Nanda pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara ia tengah duduk di sana, ia berkata kepada Sang Bhagava: "Bhante, mengenai Sang Bhagava sebagai jaminanku untuk memperoleh 500 bidadari berkaki-merah-muda, aku dengan ini membebaskan Sang Bhagava dari janji tersebut."

 

"Nanda, setelah meliput benakmu dengan benakku sendiri, aku menyadari bahwa 'Nanda, lewat habisnya noda-noda, telah masuk dan bersemayam dalam pembebasan benak serta pembebasan kebijaksanaan yang tanpa noda, mengetahui dan menyadari itu untuk dirinya di sini dan sekarang.' Dan satu dewa memberitahuku bahwa 'Y.M. Nanda, lewat habisnya noda-noda, telah masuk dan bersemayam dalam pembebasan benak serta pembebasan kebijaksanaan yang tanpa noda, mengetahui dan menyadari itu untuk dirinya di sini dan sekarang.' Ketika pikiranmu terbebas dari noda-noda lewat ketaklekatan, aku dengan begitu terbebas dari janji tersebut."

 

Kemudian, menginsyafi pentingnya hal tersebut, Sang Bhagava ketika itu mengutarakan sabda ini :

Orang yang telah menyeberangi lumpur,
meremukkan duri keinderawian,
mencapai akhir ketidaktahuan,
adalah seorang bhikkhu yang tak terganggu
oleh kebahagiaan & penderitaan.

 

 

Hits: 13