Category: Sutta Published: Friday, 08 December 2017

Pindola Sutta (Ud IV.6)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu YM Pindola Bharadvaja tengah duduk tidak jauh dari Sang Bhagava, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak -- seorang penghuni hutan, pengumpul makanan sedekah, pemakai jubah-perca, pemilik dari hanya satu set berupa tiga lembar jubah, seorang dengan sedikit keinginan, puas hati, penyendiri, tak terjerat, semangatnya terbangkitkan, seorang penganjur tapabrata, terabdi untuk batin yang lebih tinggi. Sang Bhagava melihat YM Pindola Bharadvaja duduk tidak jauh, kakinya bersila, tubuhnya tertahan tegak - seorang penghuni hutan, pengumpul makanan sedekah, pemakai jubah-perca, pemilik dari hanya satu set berupa tiga lembar jubah, seorang dengan sedikit keinginan, puas hati, penyendiri, tak terjerat, semangatnya terbangkitkan, seorang penganjur tapabrata, terabdi untuk batin yang lebih tinggi.

 

Kemudian, menginsyafi pentingnya hal tersebut, Sang Bhagava ketika itu mengutarakan sabda ini :

Tidak mencerca, tidak melukai,
terkendali sejalan dengan Patimokkha,
secukupnya dalam bersantap,
bersemayam dalam penyepian,
terabdi untuk batin yang lebih tinggi:
Inilah ajaran dari para Buddha.

 

 

Hits: 113