Category: Sutta Published: Friday, 08 December 2017

Upasena Vangataputta Sutta (Ud IV.9)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Rajagaha di Hutan Bambu, Suaka Tupai. Adapun pada ketika itu, ketika Y.M. Upasena Vangantaputta sendirian dalam penyepian, pemikiran ini muncul dalam benaknya: "Sungguh satu keberuntungan, benar-benar sungguh satu keberuntungan bagiku bahwa guruku adalah Sang Bhagava, arahat dan swabangun dengan benar; bahwa aku telah berkelana dari kehidupan berumah ke tak-berumah dalam Dhamma dan Vinaya yang sempurna diajarkan; bahwa sahabat-sahabatku dalam kehidupan suci memiliki kesalehan dan sifat-sifat yang mengagumkan; bahwa aku telah mencapai puncak dari sila; bahwa batinku manunggal dan terkonsentrasi baik; bahwa aku adalah seorang arahat, dengan noda-noda berakhir; bahwa aku memiliki kesaktian dan kemampuan yang hebat. Beruntunglah kehidupanku; beruntung nantinya kematianku."

 

Kemudian Sang Bhagava, memahami dengan benaknya pemikiran yang muncul dalam benak YM Upasena Vangantaputta, pada ketika itu mengutarakan sabda ini :

Ia tak menyesali kehidupan,
ia tak bersedih atas kematian,
bila ia telah melihat keadaan itu.
Ia tak bersedih di tengah-tengah kesedihan.

Bagi orang yang telah melenyapkan pengidaman akan keberadaan,
sang bhikkhu yang berbatin damai,
kelahiran dan pengembaraan berakhir.
Tiada keberadaan lanjutan.

 

 

Hits: 118