Category: Sutta Published: Monday, 11 December 2017

Ganika Sutta (Ud VI.8)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Rajagaha di Hutan Bambu, Suaka Tupai. Adapun pada ketika itu dua kelompok di Rajagaha jatuh cinta dengan seorang pelacur tertentu, hati mereka terpikat. Bercekcok, bertengkar, dan berselisih, mereka menyerang satu sama lain dengan tinju, menyerang satu sama lain dengan gumpalan tanah, menyerang satu sama lain dengan tongkat, menyerang satu sama lain dengan pisau, sehingga mereka jatuh mati atau sakit lirmati.

 

Kemudian di pagi hari, sejumlah besar bhikkhu, setelah mengenakan jubah mereka dan membawa mangkuk serta jubah-luar mereka, pergi ke Savatthi untuk mengumpulkan makanan sedekah. Setelah pergi mengumpulkan makanan sedekah di Savatthi, sehabis bersantap, kembali dari pengumpulan makanan sedekah mereka, mereka pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara mereka tengah duduk di sana, mereka berkata kepada Sang Bhagava: "Saat ini, dua kelompok di Rajagaha tengah jatuh cinta dengan seorang pelacur tertentu, hati mereka terpikat. Bercekcok, bertengkar, dan berselisih, mereka menyerang satu sama lain dengan tinju, menyerang satu sama lain dengan gumpalan tanah, menyerang satu sama lain dengan tongkat, menyerang satu sama lain dengan pisau, sehingga mereka jatuh mati atau sakit lirmati."

 

Kemudian, menginsyafi pentingnya hal tersebut, Sang Bhagava ketika itu mengutarakan sabda ini :

Apa yang telah diraih, apa yang akan diraih,
keduanya tercemari oleh orang yang berlatih
sejalan dengan yang menderita.
Bagi mereka sila & praktik
adalah intisari dari latihan,
bagi mereka selibasi adalah intisari dari jasa:
ini adalah ekstrim pertama.
Mereka yang berkata, "Tiada bahaya dalam keinderawian":
ini adalah ekstrim kedua.
Kedua ekstrim ini menyebabkan tumbuhnya perkuburan,
dan perkuburan menyebabkan pandangan-pandangan bertumbuh.
Tak secara langsung mengetahui kedua ekstrim ini,
beberapa jatuh mundur,
beberapa lari terlalu jauh,
Namun mereka yang secara langsung mengetahuinya,
tidak mengada di sana,
tidak membayangkan hal-hal
melalui mereka.
Dan bagi orang-orang ini,
tak terdapat perputaran melalui daur itu
yang tergambarkan.

 

 

Hits: 118