Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Kamesu Satta Sutta (1) (Ud VII.3)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam dekat Savatthi, di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Adapun pada ketika itu, kebanyakan orang-orang di Savatthi melekat secara berlebihan pada keinderawian. Mereka hidup menggemari, ketagihan, tergila-gila, terikat, terserap dalam keinderawian. Kemudian di pagi hari, sejumlah besar bhikkhu, setelah mengenakan jubah mereka dan membawa mangkuk serta jubah-luar mereka, pergi ke Savatthi untuk mengumpulkan makanan sedekah. Setelah pergi mengumpulkan makanan sedekah di Savatthi, sehabis bersantap, kembali dari pengumpulan makanan sedekah mereka, mereka pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara mereka tengah duduk di sana, mereka berkata kepada Sang Bhagava: "Kebanyakan orang-orang di Savatthi melekat secara berlebihan pada keinderawian. Mereka hidup menggemari, ketagihan, tergila-gila, terikat, terserap dalam keinderawian."

 

Kemudian, menginsyafi pentingnya hal tersebut, Sang Bhagava ketika itu mengutarakan sabda ini :

Melekat pada keinderawian, pada ikatan inderawi,
tak melihat cela dalam belenggu itu,
tak akan pernah mereka yang terikat dalam belenggu itu
menyeberangi banjir yang begitu dahsyat & lebar.

 

 

Hits: 63