Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Udena Sutta (Ud VII.10)

 

 

Demikian telah kudengar. Satu ketika Sang Bhagava tengah bersemayam di Kosambi di Taman Ghosita. Adapun pada ketika itu itu gedung bagian dalam dari taman kerajaan Raja Udena telah terbakar habis, dan 500 wanita, dikepalai oleh Samavati, telah meninggal dunia.

 

Kemudian di pagi hari, sejumlah besar bhikkhu, setelah mengenakan jubah mereka dan membawa mangkuk dan jubah-luar mereka, pergi ke Kosambi untuk mengumpulkan makanan sedekah. Setelah pergi mengumpulkan makanan sedekah di Kosambi, sehabis bersantap, kembali dari pengumpulan makanan sedekah mereka, mereka pergi kepada Sang Bhagava dan, ketika tiba, setelah menyalami beliau, duduk di satu sisi. Sementara mereka tengah duduk di sana, mereka berkata kepada Sang Bhagava: "Bhante, gedung bagian dalam dari taman kerajaan Raja Udena telah terbakar habis, dan 500 wanita, dikepalai oleh Samavati, telah meninggal dunia. Bagaimana nasib para pengikut awam wanita tersebut? Bagaimana keadaan masa depan mereka?"

 

"Para Bhikkhu, di antara para pengikut awam wanita tersebut adalah para sotapanna, para sakadagami, dan para anagami. Sama sekali bukan tanpa buah [mulia] kematian yang manapun dari para pengikut awam wanita tersebut."

 

Kemudian, menginsyafi pentingnya hal tersebut, Sang Bhagava ketika itu mengutarakan sabda ini :

Terikat oleh waham,
dunia tampak mumpuni.
Terikat oleh perolehan, dungu,
dikelilingi oleh kegelapan,
itu terlihat kekal,
namun bagi ia yang melihat,
tak terdapat apapun.

 

 

Hits: 89