Category: Sutta Published: Tuesday, 12 December 2017

Jalan Kedua Sutta (Ud VIII.7)

 

 

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang mengadakan perjalanan di sepanjang jalan, di antara orang-orang Kosala berasma bhikkhu nagasamala sebagai pendampingnya. Ketika mereka sedang berjalan, bhikkhu Nagsamala melihat bahwa jalan itu terpecah dan ketika melihat hal itu, berkata kepada Sang Bhagava: “Bhante, itulah jalannya; marilah kita lewat jalan itu.” Lalu Sang Bhagava berkata kepada bhikkhu Nagasamala, “inilah jalannya, Nagasamala; marilah kita lewat sini.”

 

Kedua kalinya dan ketiga kalinya bhikkhu Nagasamala berkata kepada Sang Bhagava: “Bhante, itulah jalannya; marilah kita lewat jalan itu”. Dan kedua kalinya dan ketiga kalinya Sang Bhagava berkata kepada bhikkhu Nagasamala, “inilah jalannya, Nagasamala; marilah kita lewat sini.”

 

Kemudian bhikkhu Nagasamala meletakkan mangkuk dan jubah luar Sang Bhagava di tanah dan pergi degnan mengatakan, “Disini, Bhante, adalah mangkuk dan jubah luar Sang Bhagava.” Ketika bhikkhu Nagasamala pergi di sepanjang jalan itu, perampok menemukan dia; memukulnya, menendangnya, memecahkan mankuk dan merobek jubahnya. Kemudian bhjikkhu Nagasamala dengan mangkuk yang pecah dan jubah yang robek, kembali menemui Sang Bhagava, dia duduk di satu sisi dan berkata: “Baru saja ini, ketika saya sedang berjalan di jalan itu, perampok dating, memukul saya dan menendang saya, memecahkan mangkuk dan merobek jubah saya.”

 

Kemudian, karena menyadari pentingnya hal itu, Sang Bhagava pada saat itu mengungkapkan khotbah inspirasi ini :

Berjalan bersama-sama; apabila seorang bijaksana harus bersama dengan orang-orang bodoh,
Ketika melihat apa yang salah, ia akan meninggalkan mereka,
Seperti burung heron yang sayapnya terbentang, meninggalkan tanah yang berpaya-paya.

 

 

Hits: 26