Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Khaggavisana Sutta (Sn I.3)

 

 

Meninggalkan kekerasan
terhadap semua makhluk,
membahayakan bahkan tak satupun,
orang mesti tak mengharapkan keturunan,
apalagi seorang kawan.
Mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bagi seorang yang suka bergaul
ada rasa sayang;
mengikuti rasa sayang, rasa sakit ini.
Melihat bahaya dari rasa sayang,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Orang yang pikirannya
terjerat dalam simpati
kepada para sahabat & kawan,
mengabaikan tujuan sejati.
Melihat bahaya ini di dalam keintiman,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bagai bambu yang merambat, terlilit,
prihatin terhadap keturunan & pasangan.
Bagai tunas bambu muda, tak terjerat,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bagai seekor rusa di belantara,
tak terbelenggu,
mencari padang rumput di manapun ia inginkan:
orang yang arif, menghargai kebebasan,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Di tengah kawan-kawan
ketika tinggal di rumah,
ketika pergi mengembara,
kau adalah mangsa bagi permintaan.
Menghargai kebebasan
yang tak didambakan orang lain,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Terdapat kemurahan hati & cinta
di tengah kawan-kawan,
serta kasih yang berlimpah terhadap keturunan.
Merasa muak
pada kemungkinan berpisah
dari mereka yang tersayang,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Tanpa kejengkelan di keempat arah,
puas hati dengan apapun yang kau dapatkan,
memikul masalah dengan tiada kecemasan,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Mereka sulit untuk dipuaskan,
beberapa dari mereka berkelana,
dan juga mereka yang hidup berumah-tangga.
Melepaskan keprihatinan
terhadap keturunan orang-orang lain ini,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Memangkas tanda-tanda perumah-tangga,
bagai pohon kovilara
yang telah menggugurkan dedaunannya,
orang yang bijaksana, memotong semua ikatan rumah-tangga,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bila kau memperoleh sahabat yang matang,
seorang teman seperjalanan, hidup-benar & arif,
menanggulangi semua bahaya
pergilah bersamanya, berbahagia, eling.

 

Bila kau tak memperoleh sahabat yang matang,
seorang teman seperjalanan, hidup-benar & arif,
pergilah sendirian
bagai seorang raja melepaskan kerajaannya,
bagai sang gajah terhadap kawanannya,
di dalam belantara Matanga.

 

Kami memuji persahabatan
ya!
Mereka yang sebanding, atau lebih baik,
mesti dipilih sebagai para sahabat.
Bila mereka tak diketemukan,
hidup dengan tanpa cela,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Melihat gelang-gelang emas berkilauan,
dibuat dengan bagus oleh pandai emas,
berdenting, gemerincing,
dua pada satu lengan,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

[Berpikir:]
"Dalam cara yang sama,
andaikan saya hidup dengan yang lain,
akan ada perbincangan yang sembrono atau kasar."
Melihat bahaya masa depan ini,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Karena kenikmatan inderawi,
elegan, bermadu, & mempesona,
memikat pikiran dengan bermacam bentuknya,
melihat bahaya ini dalam untaian inderawi,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

"Malapetaka, tumor, kemalangan,
penyakit, sebatang panah, sebuah bahaya bagi saya."
Melihat bahaya ini di dalam untaian inderawi,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Dingin & panas, lapar & haus,
angin & matahari, lalat kuda & ular-ular,
memikul kesemua ini, tanpa kecuali,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Seperti seekor gajah putih besar,
dengan bahu raksasa,
meninggalkan kawanannya,
tinggal di belantara di manapun ia inginkan,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

"Tidaklah mungkin
bahwa orang yang menggemari kebersamaan
dapat menyentuh pembebasan bahkan sekejap pun."
Mengindahkan perkataan Sanak Mentari,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Melampaui pilinan pandangan salah,
tiba pada arah pasti,
setelah meraih sang jalan,
[berpikir:]
"Pengetahuanku telah muncul,
tak [lagi] dituntun oleh orang-orang lain,"
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Dengan tiada keserakahan, tiada kebohongan,
tiada kehausan, tiada kemunafikan,
ketidaktahuan & noda-noda
terhembus pergi,
dengan tiada kecondongan pada semua dunia,
setiap dunia,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Hindari kawan yang jahat
mengabaikan tujuan,
berniat pada cara yang tak selaras.
Jangan ambil sebagai seorang sahabat
ia yang lengah & penuh hasrat.
Mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bergaul dengan orang yang terpelajar,
yang menegakkan Dhamma,
sahabat yang baik & penuh kecerdikan.
Mengetahui makna-maknanya,
menaklukkan kebingunganmu,
[kemudian] mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bebas dari kerinduan, tak menemukan kenikmatan
dalam permainan, cinta, atau kebahagiaan inderawi dunia,
berpantang terhadap perhiasan,
berbicara kebenaran,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Meninggalkan keturunan, pasangan,
ayah, ibu,
kekayaan, perolehan, sanak-saudara,
& kenikmatan-kenikmatan inderawi
kesemuanya,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

"Ini adalah sebuah ikatan, sebuah kail berumpan.
Terdapat sedikit kebahagiaan di sini,
hampir tiada kepuasan,
lebih banyak derita & rasa sakit."
Mengetahui ini, berhati-hati,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Menghancurkan belenggu-belenggu,
bagai seekor ikan di dalam air merobek jaring,
bagai api tak balik kembali pada apa yang telah terbakar,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Mata memandang ke bawah, tidak sesukanya,
indera-indera terjaga, dengan pikiran terlindung,
tidak tersulut, tidak terbakar dengan birahi,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Menanggalkan tanda-tanda perumah-tangga,
bagai pohon koral
yang telah menggugurkan dedaunannya,
berkelana dalam jubah jingga,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Tak memperlihatkan keserakahan untuk rasa, tidak lalai,
pergi dari rumah ke rumah untuk mencari sedekah,
dengan pikiran tak terjerat dalam keluarga ini atau itu,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Meninggalkan rintangan-rintangan bagi pikiran,
membuang semua kekotoran,
semua tak bergantung, memotong kebencian,
rasa sayang,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Memalingkan dirimu dari rasa senang & sakit,
seperti sebelumnya dengan dukacita & kegembiraan,
mencapai keseimbangan murni, ketentraman,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Dengan semangat terbangkitkan
untuk pencapaian tujuan tertinggi,
dengan pikiran tak ternoda, tidak malas dalam upaya,
teguh dalam usaha, dengan ketabahan & kekuatan terbangunkan,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Tidak mengabaikan keterpencilan, jhana,
terus-menerus menjalankan Dhamma,
sejalan dengan Dhamma,
memahami bahaya
di dalam kemenjadian,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bertekad pada berakhirnya pengidaman, waspada,
terpelajar, eling, tidak kacau balau,
penuh kepastian, telah mempertimbangkan Dhamma,
& berjuang,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Tak terkejutkan, bagai seekor singa terhadap suara.
Tak terperangkap, bagai angin di dalam jaring.
Tak ternoda, bagai setangkai teratai di dalam air:
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Bagai seekor singa, penuh tenaga, kuat taringnya,
hidup sebagai penakluk, raja dari binatang buas,
tetirah di kediaman yang menyendiri.
Mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Pada waktu yang benar berkumpul
dengan pembebasan melalui cinta kasih,
kewelasasihan,
apresiasi,
keseimbangan,
tak terhalang oleh semua dunia,
dunia apapun,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Setelah meninggalkan keserakahan,
kebencian,
ketidaktahuan;
setelah menghancurkan belenggu-belenggu;
tak terganggu saat berakhirnya kehidupan,
mengembara sendirian laksana cula badak.

 

Orang-orang ikut serta & bergaul
untuk suatu motif.
Sahabat-sahabat tanpa suatu motif sekarang ini
adalah langka.
Mereka licin demi kepentingan mereka sendiri, & tak murni.
Mengembara sendirian laksana cula badak.

 

[Dikutip dari Segenggam Daun Bodhi.]

 

 

Hits: 116