Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Vijaya Sutta (Sn I.11)

 

 

Perenungan akan sifat-sifat tubuh manusia yang tidak menarik.

 

Selagi berjalan, berdiri, duduk maupun berbaring, saya pun juga akan mengerutkan atau meregangkan tubuhnya, Demikianlah gerakan tubuh.

 

Tubuh disatukan dengan tulang, dan otot, direkat dengan kulit dan daging, sehingga sifatnya yang sejati tidak dipahami.

 

Tubuh berisi usus di rongga perut, gumpalan hati didalam perut, kandung kencing, jantung, paru-paru, ginjal dan limpa.

 

Dengan lendir, air liur, keringat, getah bening, darah, cairan selaput, empedu, dan lemak.

 

Lewat sembilan aliran, kekotoran terus menerus mendesak keluar, dari mata keluar kotoran mata, dari telinga keluar kotoran telinga.

 

Dari hidung keluar ingus; kadang-kadang tubuh mengeluarkan muntahan lewat mulut dan mengeluarkan cairan empedu serta lendir; dari tubuh keluar keringat dan kotoran.

 

Rongga di kepala dipenuhi otak; tetapi orang tolol karena ketidaktahuannya menganggapnya sebagai benda yang bagus.

 

Ketika tubuh terbaring mati dalam keadaan bengkak dan pucat kebiru-biruan, lalu disingkirkan ke tanah perkuburan, tidak lagi ada sanak saudara yang menginginkannya.

 

Anjing, serigala, cacing, gagak dan burung nasar, serta makhluk-makhluk lain memakan bangkainya.

 

Di dunia ini Bhikkhu yang bijaksana, yang mendengar kata-kata Sang Buddha, akan memahami tubuh ini sepenuhnya serta melihatnya dengan pandangan benar.

 

Dia membandingkan tubuhnya dengan mayat, dan karena berpikir bahwa tubuh ini sama seperti mayat, dan mayat sama dengan tubuh ini, dia menghapuskan nafsu terhadap tubuhnya sendiri.

 

Di dunia ini, Bhikkhu yang bijaksana seperti itu, yang terbebas dari nafsu keinginan dan kemelekatan, akan mencapai keadaan Nibbana yang kekal, yang hening dan tanpa kematian.

 

Tubuh ini bersifat tidak murni, berbau busuk dan penuh dengan berbagai kebusukan yang menetes disana sini.

 

Jika orang yang memiliki tubuh seperti ini menyombongkan dirinya sendiri dan merendahkan yang lain – hal itu semata-mata disebabkan karena kurangnya pandangan terang pada dirinya.

 

Catatan :
Vijaya berarti ‘kemenangan’. Disini, ‘kemenagnan’ atas kegelapan batin yang berkenaan dengan kerangka tubuh yang tidak murni. Sutta ini juga disebut ‘Kayavicchandanika Suta, khotbah mengenai sifat tubuh yang tidak menarik.

 

 

Hits: 70