Category: Sutta Published: Wednesday, 13 December 2017

Muni Sutta (Sn I.12)

 

 

Sang Pertapa.

 

Pujian-pujian terhadap kehidupan menyendiri yang penuh dengan pengendalian diri.

 

Rasa takut muncuk karena keintiman. Nafsu indera terlahir dari kehidupan berumah-tangga. Karena itu, keadaan tak-berumah dan tidakmelekeatan dihargai oleh para bijaksana.

 

Orang yang memotong kekotoran batin yang telah muncul dan tidak mau menanamnya lagi, serta yang tidak mau masuk ke dalam apa yang sedang tumbuh, dia disebut orang bijaksana yang berkelana sendiri. Guru agung itu telah melihat Keadaan Damai [Nibbana].

 

Setelah memeriksa tanah,s etelah membuang benih dan tidak menyiramnya sehingga benih itu tidak tumbuh, setelah meninggalkan tipu muslihat, orang bijak yang telah melihat akhir kelahiran tidak dapat digambarkan menuru kategori secara pasti.

 

Dia yang telah mengetahui segala jenis kelahiran, tetapi tidak memiliki nafsu untuk masuk ke dalam salah atu dariya, orang bijak seperti itu telah terbebas dari keserahakan dan nafsu keinginan. Dia tidak lagi perlu berjuang keras, karena dia telah mencapai pantai seberang [Nibbana].

 

Orang yang telah mengatasi segalanya, yang mengetahui segalanya, yang cerdas, yang tidak melekat pada obyek apa pun, yang telah meninggalkan segalanya, yang telah membebaskan dirinya dengan cara menghancurkan nafsu keinginan, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang yang memiliki kekuatan kebijaksanaan, yang terlahir dari peraturan-peraturan moralitas seta pengendalian diri, yang tenang pikirannya dan bergembira di dalam meditasi, yang penuh perhatian, bebas dari kemelekatan, bebas dari pikiran yang tak terlatih, dan bebas dari apa yang meracun, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang bijak yang berkelana sendiri, yang tekun nda tidak goyah oleh pujian maupun celaan, yang tidak takut oleh suara; seperti singa, yang tidak terperangkap di dalam jaring; seperti angin, yang tidak dikotor air; seperti teratai, yang memimpin orang lain dant idak dipimpin oleh porang lain, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang yang kokoh, bagaikan tiang di tempat pemandian, yang terkendali ketika mendengar apa yang dikaakan orang lain, yang tidak memiliki nafsu, yang inderanya terjaga baik, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang yang berpikir teguh dan lurus bagaikan puntalan datar, yang memandang rendah tindakan-tindakan jahat, yang menyelidiki apa yang baik dan buruk disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang yang memiliki pengendalian diri dan tidak melakukan kejahatan, orang bijaksana seperti itu, tak peduli apakah masih muda atau setengah baya, yang pikirabnnya terkendali dengan baik, yang tidak tergoda, dan tidak menggoda yang lain, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Bhikkhu yang bergantung kepada prang –orang lain, yang tidakmemuji atau mencela si pemberi ketika menerima sedekah baik dari [porsi] atas, atau [porsi[ tengah, atau sisanya, dan yang tidak memuji-muji dengan kata-kata manis atau memperlakukan dengan tidak hormat, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang bijak yang berkelana sendiri, yang tidak melakukan keintiman seksuak, yang bahkan pada masa mudanya tidak terikat pada apapun, yang telah menjauhkan diri dari kesombongan dan kemalasan, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang yang telah mengenal dunia, yang telah memahami Kebenaran tertinggi, yang telah menyeberangi banjir dna lautan [dumadi], yagn telah memotong ikatan [tumimbal lahir], yang tidak memiliki keterikatan terhadap obyek-obyek indera, yang bebas dari racun, disebut orang suci oleh para bijaksana.

 

Orang bijak yang terbiasa hidup di tempat-tempat terpencil, yang tanpa-ego serta baik perilakunya, dibandingkan dengan perumah-tangga yang menyokong keluarga – mereka tidak setara, karena perumah-tangga tidak terkendali dan menghancurkan makluk hidup, sedangkan orang bijak terkendali dan melindungi makhluk hidup.

 

Burung merak berleher biru yang terbang membumbung di angkasa tidak pernah mendekati kecepatan angsa. Demikian pula, perumah-tangga tidak pernah dapat menyamai bhikkhu yang memiliki sifat-sifat orang bijak yang bermeditasi menyendiri, di hutan.

 

 

Hits: 106