Category: Sutta Published: Thursday, 14 December 2017

Dutiyasunivavimana - Istana Menantu Perempuan Kedua (Vv I.14)

 

 

Sama seperti cerita Istana sebelumnya. Hanya saja, di sini dananya adalah kummasa.

  1. Engkau yang berdiri dengan keelokan melebihi yang lain, devata, membuat segala penjuru bersinar bagaikan bintang penyembuh.

  2. Karena apakah maka keelokanmu sedemikian rupa? Karena apakah engkau sejahtera di sini, dan di sana muncul apa pun yang merupakan kesenangan sesuai dengan hatimu?

  3. Saya bertanya kepadamu, dewi dengan keagungan yang besar, tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?

  4. Devatā tersebut, karena gembira ditanya oleh Moggallāna, ketika diberi pertanyaan menjelaskan perbuatan apa yang menghasilkan buah itu.

  5. Ketika saya terlahir sebagai manusia di antara manusia, saya adalah menantu-perempuan di rumah ayah mertuaku. Saya melihat seorang Bhikkhu, yang tanpa kekotoran batin, tenang pikirannya, tanpa kebingungan.

  6. Kepada beliau, dengan keyakinan dan dengan tangan sendiri saya memberikan satu porsi. Setelah memberi Beliau segumpal kummasa, saya bersukacita di Hutan Nandana.

  7. Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa, karena inilah saya sejahtera di sini, dan di sana muncul apa pun yang merupakan kesenangan sesuai dengan hatiku.

  8. Saya beritahukan kepadamu, Bhikkhu dengan keagungan yang besar, tindakan jasa yang telah saya lakukan ketika terlahir sebagai manusia. Karena inilah maka keagunganku cemerlang sedemikian rupa dan keelokanku meyinari segala penjuru.

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 25