Category: Sutta Published: Friday, 15 December 2017

Sonadinnavimana - Istana Sonadina (Vv II.6)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana. Pada saat itu, di Nalanda ada seorang umat awam perempuan bernama Sonadinna, seorang umat yang memiliki keyakinan. Dengan keramahan dan kebiasaan moral yang mantap serta kemurnian yang besar, dia melayani para bhikkhu dalam hal empat kebutuhan, dan menjalankan (peraturan) berunsur-delapan. Dia memperoleh manfaat mendengarkan Dhamma, dan karena memiliki kualifikasi, dengan mengembangkan Empat Kebenaran Mulia sebagai topik meditasinya, dia menjadi Pemasuk Arus. Suatu ketika, karena menderita sakut, dia meninggal dan muncul di antara Tiga-Puluh-Tiga dewa. Y.M. Maha-Moggallana bertanya kepadanya dengan syair-syair ini :

  1. "Engkau yang berdiri dengan keelokan melebihi yang lain, devata, membuat segala penjuru bersinar bagaikan bintang penyembuh."

  2. "Karena apakah maka keelokanmu sedemikian rupa? Karena apakah engkau bersejahtera disini, dan disana muncul apa pun yang merupakan kesenangan sesuai dengan hatimu?"

  3. "Saya bertanya kepadamu, dewi dengan keagungan yang besar, tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  4. "Devata itu, karena gembira ditanya oleh Moggallana, ketika diberi pertanyaan menjelaskan perbuatan apa yang menghasilkan buah itu."

  5. "Di Nalanda, mereka mengenalku sebagai Sonadinna, seorang umat awam. Saya memiliki keyakinan, memiliki kebiasaan moral, selalu bergembira dalam kedermaanan."

  6. "Pakaian, makanan, tempat tinggal serta penerangan telah saya berikan dengan pikiran yang penuh bakti kepada mereka yang lurus."

  7. "Pada (hari-hari) ke 14, 15 dan 8 dari dua-mingguan bulan terang, dan pad hari khusus pad dua-mingguan yang berhubungan erat dengan (peraturan) berunsur-delapan."

  8. "Saya menjalankan Delapan Sila, selalu terkendali oleh kebiasaan-kebiasaan moral, menjauhkan diri dari membunuh para makhluk, dan menjauhkan diri dari berbicara bohong,"

  9. "Dari mencuri dan tindakan asusila, dan minum minuman yang memabukkan jauh dariku; bergembira di dalam lima peraturan pelatihan, terampil dalam kebenaran-kebenaran ariya, dahulu saya adalah umat awam perempuan pengikut Gotama, Yang Memiliki Visi, yang dikenal luas."

  10. "Saya beritahukan kepadamu, Bhikkhu dengan keagungan yang besar, tindakan jasa yang telah saya lakukan ketika terlahir sebagai manusia. Karena inilah maka keagunganku cemerlang sedemikian rupa dan keelokanku menyinari segala penjuru."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 84