Category: Sutta Published: Wednesday, 20 December 2017

Pabhassaravimana - Istana Yang Bersinar (Vv IV.2)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha. Dan pada waktu itu, di Rajaga ada seorang umat awam yang memiliki keyakinan kepada Maka-Monggallana Thera. Salah satu putirnya juga merupakan seorang yang percaya dan memiliki keyakinan. Dia memiliki raas hormat yang tinggi kepada Thera itu. Suatu hari Y.M. Maha-Monggallana Thera berjalan untuk mengumpulkan dana makanan di Rajagaha, dan sampai ke rumah itu. Gadis itu amat bersukacita ketika melihat beliau. Dia menyiapkan tempat duduk, dan ketika Thera tersebut telah duduk, dia memberikan penghormatan kepada beliau dengan rangkaian bunga melati, dan dia megnisi mangkuk Thera itu dengan sirup gula. Karena ingin menyampaikan teriam kasih, Thera itu tetap duduk. Gadis itu mengisyaratkan bahwa ada banyak tugas rumah-tangga yang harus dikerjakannya. Karena tidak punya banyak waktu lagi, dia berkata, "Saya akan mendengarkan Dhamma pada hari lain." Setelah memberikan penghormatan kepada Thera, dia meninggalkan beliau. Pada hari yang asma itu dia meninggal dan terlahir lagi di alam Tiga-Puluh-Tiga dewa. Y.M. Maha-Monggallana menghampirinya dan bertanya kepadanya dengan syair-syair ini :

  1. "Dewi dengan keelokan yang kemilau, luar biasa, dengan pakaian yang bersinar gemerlap, yang memiliki kekuatan kesaktian besar, degnan seluruh tubuh yang berkilau (seolah-olah diminyaki dengan) cendana, siapakah engkau, devata yang elok, yang menghormatiku?"

  2. "Dan dipanmu yang sangat mahal dihias berbagai permata, berkilau, dan ketika duduk di atasnya, engkau bersinar bagaikan raja para dewa di Hutan Nandana."

  3. "Perlikau apakah yang telah engkau lakukan sebelumnya, dewi yang elok? Tindakan apa yang menyebabkan engkau menikmati buahnya di alam-dewa? Devata, ketika ditanya, jelaskanlah tindakan apa yang menghasilkan buah ini."

 

Ditanya demikian oleh Thera tersebut demikian, devata itu menjelaskan dengan syair-syair ini :

  1. "Ketika engkau sedang berjalan mengumpulkan dana makanan, saya mempersembahkan kepadamu rangkaian bunga dan sirup gula, Bhante yang terhormat. Inilah buah dari tindakan itu sehingga saya kini bersenang-senang di alam dewa."

  2. "Namun penyesalan adalah milikku, karena kesalahan yang telah saya lakukan, Bhante yang terhormat. Saya tidak mendengarkan Dhamma yang diajarkan dengan baik oleh Raja Dhamma."

  3. "Oleh karena itu saya katakan, 'Berkah untukmu. Siapapun yang mau berbelas kasih kepadaku, dia harus mendorongku dalam ajaran-ajaran itu - yang diajarkan dengan baik oleh Raja Dhamma."

  4. "Siapapun yang memiliki keyakinan pada Budha, pada Dhamma, dan pada permata Sangha, mereka melebihi saya dalam masa hidup, kemasyuhran, dan kecemerlangan; dewa-dewa lain ini beradea diatasku dalam kemegahan dan keelokan, kemampuan kesaktian yang lebih besar dibanding saya."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 52