Category: Sutta Published: Tuesday, 26 December 2017

Dvarapalakavimana - Istana Penjaga Pintu (Vv V.5)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang umat awam memberikan dana makanan empat kali tanpa henti kepada Sangha. Tetapi karena takut pada pencuri, dia biasanya memastikan bahwa pintu rumahnya selalu terkunci karena rumahnya berada di batas luar kota itu. Karena itu, para bhikkhu yang datang untuk makan di situ kadang-kadang harus pergi lagi dalam keadaan lapar. Setelah mengetahui hal ini dari istrinya, dia menunjuk seorang penjaga pintu untuk menyambut para Bhikkhu yang datang dan melayani mereka. Ketika pendana itu meninggal, dia terlahir lagi di alam Yama. Tetapi ketika penjaga pintu itu meninggal, dia terlahir lagi di alam Tiga-Puluh-Tiga dewa dengan Istana emas duabelas yojana, seperti pada cerita sebelumnya. Kepada Y.M. Moggallana yang bertanya serupa, dia menjawab :

  1. "Sungguh tinggi Istana ini dengan tugu-tugu yang berhias permata, selusin yojana kelilingnya, ada tujuh ratus aula berpinakel yang elok dan pilar-pilar batu permata hijau-laut indah yang dilapisi logam berkilau."

  2. "Di sana engkau berdiam dan minum serta makan sementara kecapi-kecapi surgawi melantunkan melodi. Di sini terdapat citarasa surgawi, lima jenis kesenangan-indera, dan perempuan-perempuan yang berhias emas menari-nari."

  3. "Karena apakah maka keelokanmu sedemikian rupa? Karena apakah maka engkau sejahtera di sini, dan di sana muncul apa pun yang merupakan kesenangan sesuai dengan hatimu?"

  4. "Saya bertanya kepadamu, dewa dengan keagungan besar, tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  5. "Dewa-muda itu gembira karena ditanya oleh Y.M. Maha-Moggallana; ketika pertanyaan itu diajukan dia menjelaskan tindakan apa yang menghasilkan buah ini."

  6. "Masa-hidupku adalah seribu tahun dewa; (tindakan jasaku) terdiri dari kata-kata pengulangan dan penghormatan yang diberikan lewat pikiran. Sekian lamanya orang yang telah melakukan tindakan jasa akan tetap ada dan dilengkapi dengan berbagai kesenangan-indera surgawi."

  7. "Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa ... dan keelokanku menyinari segala penjuru."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 14