Category: Sutta Published: Tuesday, 26 December 2017

Karaniyavimana - Istana Yang-Harus-Dikerjakan (Vv V.6)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Seorang umat awam, ketika kembali dari mandi di sungai Aciravati, bertemu dan mengundang Yang Terberkahi untuk makan di rumahnya dan menjamu Beliau dengan hormat. Sisanya adalah seperti pada cerita sebelumnya. Jawaban dewa itu adalah sebagai berikut :

  1. "Sungguh tinggi Istana ini dengan tugu-tugu yang berhias permata, selusin yojana kelilingnya, ada tujuh ratus aula berpinakel yang elok dan pilar-pilar batu permata hijau-laut indah yang dilapisi logam berkilau."

  2. "Di sana engkau berdiam dan minum serta makan sementara kecapi-kecapi surgawi melantunkan melodi. Di sini terdapat citarasa surgawi, lima jenis kesenangan-indera, dan perempuan-perempuan yang berhias emas menari-nari."

  3. "Karena apakah maka keelokanmu sedemikian rupa? Karena apakah maka engkau sejahtera di sini, dan di sana muncul apa pun yang merupakan kesenangan sesuai dengan hatimu?"

  4. "Saya bertanya kepadamu, dewa dengan keagungan besar, tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  5. "Dewa-muda itu gembira karena ditanya oleh Y.M. Maha-Moggallana; ketika pertanyaan itu diajukan dia menjelaskan tindakan apa yang menghasilkan buah ini."

  6. "Tindakan-tindakan jasa dikerjakan oleh manusia bijaksana yang melakukan pembedaan, di mana apa yang diberikan kepada para Buddha, yang hidup dengan benar, akan menghasilkan buah yang besar."

  7. "Sesungguhnyalah Sang Buddha datang dari hutan ke desa untuk kesejahteraanku. Di sana, dengan pikiran penuh bakti, saya datang ke alam Tiga Puluh Tiga dewa."

  8. "Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa ... dan keelokanku menyinari sega penjuru."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 82