Category: Sutta Published: Wednesday, 27 December 2017

Nagavimana - Istana Gajah (Vv V.10)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu Y. M. Maha-Moggallana sedang mengadakan perjalanan ke alam Tiga-Puluh-Tiga dewa. Beliau melihat satu dewa-muda menunggang seekor gajah besar yang seluruh tubuhnya berwarna putih dengan sejumlah besar pengikut– terbang di udara. Y.M. Maha-Moggallana pergi menghampirinya. Dewa-muda itu lalu turun dan memberi hormat kepada beliau dan Y.M. Maha-Moggallana bertanya kepadanya tentang tindakan yang telah dilakukannya :

  1. "Duduk di atas gajah yang seluruh tubuhnya berwarna putih kemilau, gajah unggulan, gajah bergading, yang kuat dan cepat, duduk di atas gajah yang besar, yang dihias dengan indah, engkau datang kemari di tengah udara melalui langit."

  2. "Pada kedua gading gajah itu tercipta kolam-kolam teratai yang bermekaran sejernih kristal; di antara teratai-teratai itu merebak band-band orkestra, dan mereka yang memikat ini sedang menari."

  3. "Engkau dengan keagungan yang besar telah mencapai kekuatan kesaktian surgawi. Tindakan jasa apakah yang telah engkau lakukan ketika terlahir sebagai manusia? Karena apakah maka keagunganmu cemerlang sedemikian rupa dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  4. "Dewa-muda itu, karena gembira ditanya oleh Moggallana, ketika diberi pertanyaan menjelaskan perbuatan apa yang menghasilkan buah itu."

  5. "Delapan bunga yang rontok, dengan tanganku sendiri, karena memiliki keyakinan, saya persembahkan di stupa bagi Penglihat Agung Kassapa."

  6. "Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa dan keelokanku menyinari segala penjuru."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 125