Category: Sutta Published: Friday, 29 December 2017

Bhikkhadayakavimana - Istana Pemberi Dana Makanan (Vv VI.6)

 

 

Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang bhikkhu sedang berjalan di jalan besar memasuki suatu desa untuk mengumpulkan dana makan dan berhenti di pintu sebuah rumah. Pemilik rumah yang baru saja membasuh tangan dan kakinya dan duduk untuk mulai makan memasukkan semua makanannya ke dalam mangkuk Bhikkhu tersebut. Setelah mengucapkan terima kasih, Bhikkhu itu kemudian pergi. Dengan gembira laki-laki itu berpikir, Saya telah memberikan makanan kepada seorang Bhikhhu yang lapar dan saya sendiri berpuasa. Setelah meninggal dunia, dia terlahir lagi di alam Tiga Puluh Tiga dewa dengan Istana emas dua belas yojana. Y.M. Maha Moggallana bertanya kepadanya :

  1. "Sungguh tinggi Istana ini dengan tugu-tugu yang berhias permata, duabelas yojana kelilingnya, ada tujuh ratus aula berpinakel yang elok dan pilar-pilar permata hijau-laut indah yang dilapisi logam kemilau."

  2. "Engkau, yang telah mencapai kemampuan kesaktian dewa, sungguh memiliki keagungan yang besar dan keelokanmu menyinari segala penjuru?"

  3. "Dewa-muda itu, karena gembira, tindakan apa yang telah menghasilkan buah itu."

  4. "Ketika saya terlahir sebagai manusia di antara manusia, saya melihat seorang Bhikkhu yang lapar dan lelah; maka saya menawarkan dan memberikan kepadanya satu-satunya makanan yang saya miliki pada waktu itu."

  5. "Karena inilah maka keelokanku sedemikian rupa dan keelokanku menyinari segala penjuru."

 

[Sumber: Vimanavatthu terbitan Wisma Sambodhi.]

 

 

Hits: 99